Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dosen UGM Tekankan Kesejahteraan Hewan dalam Penyembelihan Kurban Idul Adha

Kompas.com, 26 Mei 2026, 18:06 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Dosen Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menekankan pentingnya penerapan aspek kesejahteraan hewan dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban saat Idul Adha.

Penerapan prinsip animal welfare dinilai penting untuk menjaga kualitas proses penyembelihan sekaligus mengurangi stres pada hewan kurban.

Selain itu, panitia kurban juga diingatkan memperhatikan higienitas dan keamanan selama proses pemotongan hingga distribusi daging.

Baca juga: Idul Adha 2026 di Gaza Kembali Dirayakan Tanpa Tradisi Sembelih Hewan Kurban

Penggunaan wadah ramah lingkungan untuk pembagian daging kurban turut dianjurkan guna mengurangi risiko kesehatan dan pencemaran lingkungan.

UGM Ingatkan Pentingnya Prinsip Animal Welfare

Dosen Fakultas Peternakan UGM Cuk Tri Noviandi mengatakan aspek kesejahteraan hewan harus menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan kurban.

Baca juga: Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban Idul Adha 2026 Sesuai Syariat Islam

"Aspek kesejahteraan hewan perlu menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan kurban, karena itu pentingnya melaksanakan prinsip animal welfare atau 5 freedom," kata Dosen Fapet UGM Cuk Tri Noviandi dalam keterangan di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, prinsip animal welfare atau 5 freedom mencakup memastikan hewan bebas dari rasa lapar, haus, sakit, ketakutan, serta tetap dapat menunjukkan perilaku alaminya.

"Perlakuan yang baik terhadap hewan kurban diyakini akan membuat proses penyembelihan lebih aman dan berkualitas," katanya.

Hewan Kurban yang Stress Meningkatkan Risiko kecelakaan Kerja

Cuk Tri menjelaskan suasana saat penyembelihan harus dijaga tetap tenang untuk mencegah hewan mengalami stres.

Kerumunan, suara bising, dan terlalu banyak orang di area penyembelihan dinilai dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja.

"Untuk itu, hanya petugas inti yang diperbolehkan berada di area penyembelihan, sementara anak-anak dan penonton diminta berada di luar radius aman," katanya.

Ia menambahkan persiapan teknis sebelum penyembelihan juga menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas proses kurban.

Hewan disarankan diistirahatkan terlebih dahulu, dipuasakan selama sekitar 12 jam dengan tetap diberikan air minum, serta ditempatkan di area transit yang nyaman.

Selain itu, pisau sembelih harus dalam kondisi tajam, bersih, dan tidak diperlihatkan kepada hewan.

Panitia juga diwajibkan menyiapkan alat pelindung diri (APD), sanitasi yang memadai, serta alur kerja yang jelas untuk menjaga keselamatan dan higienitas.

"Penyembelihan harus dilakukan dengan satu gerakan efektif pada titik yang tepat di belakang jakun untuk memastikan saluran utama terpotong sempurna sesuai syariat halal," katanya.

Proses Pengolahan Daging Harus Tetap Higienis

Dosen Fakultas Peternakan UGM Rio Olympias Sujarwanta mengingatkan panitia kurban agar menjaga kebersihan selama proses pengolahan daging.

"Penggunaan sarung tangan plastik juga dianjurkan guna mencegah kontaminasi mikroba pada daging kurban," katanya.

Rio mengimbau panitia tidak memotong daging sambil merokok serta menghindari batuk atau bersin di dekat daging kurban.

Ia juga meminta panitia tidak mencuci jeroan di sungai karena berpotensi tercemar limbah dan bakteri.

Selain itu, pengelolaan daging dan jeroan harus dipisahkan untuk menghindari kontaminasi silang dan bau tidak sedap.

Daging juga tidak boleh diletakkan langsung di tanah karena dapat memicu pertumbuhan kuman dalam jumlah besar.

"Untuk distribusi, masyarakat dianjurkan menghindari penggunaan plastik hitam karena berpotensi mengandung bahan berbahaya, dan beralih menggunakan besek bambu atau wadah yang lebih aman serta ramah lingkungan," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
4 Amalan yang Dianjurkan pada Hari Tasyrik 11, 12, dan 13 Zulhijjah
4 Amalan yang Dianjurkan pada Hari Tasyrik 11, 12, dan 13 Zulhijjah
Aktual
Potret Toleransi dalam Perayaan Idul Adha di Gumuk Pasir Parangkusumo
Potret Toleransi dalam Perayaan Idul Adha di Gumuk Pasir Parangkusumo
Aktual
Irfan Hakim Bagikan Lebih dari 5.000 Paket Daging Kurban pada Idul Adha 1447 H
Irfan Hakim Bagikan Lebih dari 5.000 Paket Daging Kurban pada Idul Adha 1447 H
Aktual
Masjid Istiqlal Bagikan 10.728 Bungkus Daging Kurban, Ada Sapi Presiden
Masjid Istiqlal Bagikan 10.728 Bungkus Daging Kurban, Ada Sapi Presiden
Aktual
PPIH Arab Saudi Larang Jemaah Haji Lempar Jumrah Pukul 10.00-14.00 WAS
PPIH Arab Saudi Larang Jemaah Haji Lempar Jumrah Pukul 10.00-14.00 WAS
Aktual
Jemaah Haji NTB yang Meninggal di Arab Saudi Bertambah Jadi Lima Orang
Jemaah Haji NTB yang Meninggal di Arab Saudi Bertambah Jadi Lima Orang
Aktual
Idul Adha 1447 H Jadi Momentum Kompas Gramedia Perkuat Semangat Berbagi
Idul Adha 1447 H Jadi Momentum Kompas Gramedia Perkuat Semangat Berbagi
Aktual
Calon Haji Jambi Wafat di Arafah, Ibadah Hajinya Akan Dibadalkan
Calon Haji Jambi Wafat di Arafah, Ibadah Hajinya Akan Dibadalkan
Aktual
Khutbah Idul Adha Mendiktisaintek di ITB: Jaga Keikhlasan, Ketakwaan, dan Kepedulian Sesama
Khutbah Idul Adha Mendiktisaintek di ITB: Jaga Keikhlasan, Ketakwaan, dan Kepedulian Sesama
Aktual
Haji di Bawah Bayang Perang: Dari Ritual Spritual Menuju Gerakan Pencerahan
Haji di Bawah Bayang Perang: Dari Ritual Spritual Menuju Gerakan Pencerahan
Aktual
Tekan Sampah Plastik, Warga Sumenep Bungkus Daging Kurban dengan Daun Pisang
Tekan Sampah Plastik, Warga Sumenep Bungkus Daging Kurban dengan Daun Pisang
Aktual
Hari Tasyrik Berapa Hari? Ini Penjelasan Lengkap, Larangan Puasa hingga Amalan Utamanya
Hari Tasyrik Berapa Hari? Ini Penjelasan Lengkap, Larangan Puasa hingga Amalan Utamanya
Aktual
Kemenag Tegaskan Pelaku Cabul di Pekalongan Bukan Pimpinan Pesantren, tapi Pengasuh Padepokan
Kemenag Tegaskan Pelaku Cabul di Pekalongan Bukan Pimpinan Pesantren, tapi Pengasuh Padepokan
Aktual
Polemik Sapi Kurban Presiden dari APBN, Ini Penjelasan Guru Besar UIN
Polemik Sapi Kurban Presiden dari APBN, Ini Penjelasan Guru Besar UIN
Aktual
Tebuireng Bahas Hukum Basmi Ikan Sapu dan Lebur Jasad Manusia, Ini Penjelasannya
Tebuireng Bahas Hukum Basmi Ikan Sapu dan Lebur Jasad Manusia, Ini Penjelasannya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com