BANDUNG, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai momentum untuk memperkuat keikhlasan, kepedulian, dan nilai kemanusiaan di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.
Pesan itu disampaikan Brian saat menjadi khatib sekaligus imam Salat Idul Adha 1447 Hijriah di ITB Kampus Ganesha, Bandung, Rabu (27/5/2026).
Dalam khutbahnya, Brian mengatakan Idul Adha bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan, tetapi menjadi pengingat agar manusia tidak terlena oleh kesibukan dunia.
Baca juga: Haji di Bawah Bayang Perang: Dari Ritual Spritual Menuju Gerakan Pencerahan
Momen ini menjadi pengingat agar manusia senantiasa mempersiapkan kepulangannya kepada Allah dengan menjaga keikhlasan, ketakwaan, dan kepedulian kepada sesama.
"Iduladha hadir setiap tahun bukan hanya untuk mengulang ibadah, tetapi juga untuk membangunkan hati manusia yang sering terlupa di tengah kesibukan dunia," kata Brian dalam keterangannya, Rabu (27/5/2026).
Menurut Brian, tingkatan tertinggi manusia bukan diukur dari karier atau kekayaan, tetapi dari kemampuan untuk memberi manfaat dan berbagi kepada sesama.
"Hari Raya Kurban mengajarkan bahwa hidup bukan semata tentang memiliki segalanya, melainkan tentang kesediaan menyerahkan yang terbaik kepada Tuhan," ujarnya.
Dalam khutbahnya, Brian juga menyinggung pentingnya menjaga nilai kemanusiaan di tengah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ia mengatakan bangsa maju tidak hanya ditentukan oleh penguasaan teknologi, namun juga perlunya menghadirkan keadilan dan kepedulian sosial masyarakatnya di dalamnya.
Brian juga mengingatkan masyarakat agar tidak saling menyakiti maupun menzalimi orang lain dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Program Kurban Salman ITB menghimpun sebanyak 112 sapi dan 942 domba dengan total 1.717 mudhohi atau pekurban, meningkat sekitar 9 persen dibanding tahun sebelumnya.
Tahun ini, Salman menyembelih sekitar 20 sapi dan 50 domba di Kompleks Salman.
Nilai penghimpunan kurban tahun ini mencapai sekitar Rp5,3 miliar atau tumbuh 21 persen.
Hewan kurban tersebut akan didistribusikan kepada masyarakat penerima manfaat di berbagai wilayah.
Kegiatan ini diperkirakan akan dihadiri sekitar 4.000 jemaah, dengan penerima manfaat yang mencakup masyarakat sekitar kampus ITB, jemaah masjid, karyawan, dan mahasiswa ITB.
Baca juga: Tekan Sampah Plastik, Warga Sumenep Bungkus Daging Kurban dengan Daun Pisang
Ketua Panitia Pelaksana Program Ramadhan dan Idul Adha 1447 H, Yazid Syauqi Al Ayyubi, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Idul Adha tahun ini dikelola oleh mahasiswa aktivis Salman yang tergabung dalam P3RI 1447 H.
"Insya Allah teman-teman panitia yang turun sekitar 300 orang, bukan hanya dari ITB, tetapi juga dari berbagai kampus lain di Bandung Raya. Mohon doanya semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan diberkahi Allah SWT,” ujar Yazid.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang