Editor
KOMPAS.com - Sebuah momen penuh haru dan sarat makna spiritual terjadi di salah satu kampus paling prestisius di dunia, Universitas Harvard, Amerika Serikat. Di tengah suasana perayaan kelulusan para wisudawan, seorang mahasiswi bernama Suheila Mukhtar tampil membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an di podium kehormatan kampus tersebut.
Momen itu terekam dalam video yang diunggah kanal YouTube MemChurchHarvad via Kompas TV dan langsung menarik perhatian publik. Lantunan ayat suci yang menggema di aula kelulusan Harvard menghadirkan nuansa berbeda di tengah seremoni akademik yang identik dengan capaian intelektual.
Mahasiswi tersebut membacakan Surat Al-Alaq ayat 1-14, wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Surat tersebut diawali dengan perintah “Iqra” atau “bacalah”, yang menjadi simbol pentingnya ilmu pengetahuan dalam Islam.
Baca juga: Satu-satunya dalam Sejarah, Kisah Pemulangan Jenazah Bung Tomo dari Makkah
Ayat-ayat yang dibacakan mengandung pesan mendalam tentang pentingnya belajar, membaca, dan menuntut ilmu dengan menyebut nama Tuhan yang menciptakan manusia.
Tidak hanya itu, Surat Al-Alaq juga menyinggung bagaimana Allah SWT mengajarkan manusia melalui perantaraan kalam atau pena, sebuah simbol peradaban, pendidikan, dan penyebaran ilmu pengetahuan.
Suasana kelulusan Harvard yang dipenuhi semangat pencapaian akademik terasa begitu selaras dengan pesan yang terkandung dalam ayat tersebut. Banyak warganet menilai momen itu sebagai perpaduan indah antara spiritualitas dan intelektualitas.
Selain Surat Al-Alaq, mahasiswi tersebut juga melantunkan kutipan Surat An-Nur ayat 35 yang dikenal sebagai “Ayat Cahaya”. Ayat tersebut menggambarkan Allah sebagai cahaya langit dan bumi dengan ungkapan terkenal “nurun ‘ala nur” atau cahaya di atas cahaya.
Pesan yang disampaikan dalam ayat tersebut dinilai memberikan refleksi mendalam bagi para lulusan agar ilmu yang dimiliki tidak melahirkan kesombongan, melainkan menjadi cahaya yang memberi manfaat bagi sesama.
Dalam Surat Al-Alaq juga terdapat peringatan bahwa manusia kerap melampaui batas ketika merasa dirinya sudah cukup pintar atau kuat, padahal pada akhirnya hanya kepada Tuhan manusia kembali.
Momen religius di kampus elite dunia itu pun menuai banyak pujian. Selain menghadirkan suasana haru, pembacaan ayat Al-Qur’an tersebut juga dianggap mencerminkan inklusivitas dan penghormatan terhadap keberagaman budaya dan keyakinan di lingkungan pendidikan global.
Di balik suasana wisuda tersebut, Harvard juga menjadi lokasi penghormatan bagi puluhan mahasiswa Arab Saudi yang lulus dari sejumlah universitas bergengsi di Amerika Serikat. Sebanyak 70 mahasiswa Saudi mendapatkan apresiasi dalam seremoni yang digelar di Harvard University sebagai bagian dari program beasiswa internasional Pemerintah Arab Saudi.
Acara tersebut dihadiri Atase Kebudayaan Saudi, Tahany Aleisa, bersama para lulusan, keluarga, dan komunitas akademik. Dari total 70 lulusan, sebanyak 29 mahasiswa berasal dari Harvard University, disusul Massachusetts Institute of Technology (MIT), Boston University, hingga Tufts University.
Para mahasiswa tersebut menempuh studi di berbagai bidang strategis seperti kedokteran, kesehatan masyarakat, kecerdasan buatan, teknik, ilmu komputer, hukum, kebijakan publik, bisnis, hingga manajemen rantai pasok.
Tahany Aleisa menyebut pencapaian mahasiswa Saudi di universitas-universitas elite Amerika mencerminkan komitmen Kerajaan Arab Saudi dalam membangun sumber daya manusia unggul dan menyiapkan generasi pemimpin masa depan.
Program beasiswa internasional tersebut diketahui telah berjalan sejak 2005 pada masa Raja Abdullah bin Abdulaziz dan terus diperluas dalam kerangka Saudi Vision 2030 di bawah kepemimpinan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Baca juga: Kisah Haru Marsiyah, Penjual Bubur yang Akhirnya Menatap Kabah di Usia 105 Tahun
Saat ini, Amerika Serikat masih menjadi tujuan utama mahasiswa penerima beasiswa Saudi. Diperkirakan ada sekitar 16.000 hingga 18.000 mahasiswa Saudi yang sedang menempuh pendidikan tinggi di berbagai kampus AS, terutama pada bidang sains, teknologi, teknik, kedokteran, dan bisnis.
Nuansa spiritual yang muncul lewat lantunan Al-Qur’an di tengah seremoni kelulusan Harvard pun terasa semakin bermakna. Di tempat yang sama, ilmu pengetahuan, pencapaian akademik, dan nilai-nilai religius tampak berpadu dalam satu panggung dunia.
Bagi banyak orang, lantunan wahyu pertama di Harvard bukan sekadar pembacaan ayat suci, melainkan simbol bahwa ilmu pengetahuan dan nilai-nilai spiritual dapat berjalan beriringan di tengah peradaban modern global.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang