Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Infeksi Berat Picu Gagal Napas, Jamaah Haji Banyuwangi Wafat di Tanah Suci

Kompas.com, 11 Juni 2026, 06:39 WIB
Fitri Anggiawati,
Khairina

Tim Redaksi

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Seorang jemaah haji asal Banyuwangi, Jawa Timur, bernama Kusnudin bin Saikun (85), warga Desa Setail, Kecamatan Genteng, meninggal dunia di Tanah Suci setelah menjalani perawatan intensif.

Jamaah tergabung dalam Kloter 82 tersebut meninggal dunia pada Selasa (9/6/2026) pukul 01.18 Waktu Arab Saudi (WAS) di King Faisal Hospital, Mekkah.

Berdasarkan laporan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), kondisi kesehatan Kusnudin mulai menurun setelah menjalani rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).

"Almarhum mengalami sesak napas, batuk, serta penurunan nafsu makan dan minum. Hasil pemeriksaan menunjukkan saturasi oksigen yang rendah disertai tekanan darah yang terus menurun," kata Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat.

Baca juga: Jemaah Haji Lebak Meninggal karena Jatuh di Tempat Wudhu Makkah

Melihat kondisi tersebut, tim medis merujuk almarhum ke King Faisal Hospital, Mekkah, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Di rumah sakit, Kusnudin menjalani perawatan intensif di ruang ICU dengan terapi oksigen, pemberian antibiotik, cairan infus, serta berbagai tindakan medis lainnya.

"Namun, kondisi almarhum terus memburuk akibat infeksi berat yang memicu gangguan pernapasan serius," tuturnya.

Berdasarkan diagnosis medis, Kusnudin meninggal dunia akibat Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) atau gagal napas akut, shock septik, serta Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) atau penyakit paru obstruktif kronis.

Kombinasi kondisi tersebut menyebabkan terjadinya gagal napas berat yang diperparah oleh infeksi sistemik, hingga berujung pada kegagalan fungsi organ tubuh.

Amie mengatakan, peristiwa tersebut kembali menjadi pengingat bahwa jemaah lanjut usia dan kelompok risiko tinggi merupakan kelompok yang paling rentan mengalami komplikasi kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji.

Terlebih pada fase pasca Armuzna, ketika jemaah dituntut menjalani aktivitas fisik yang cukup berat di tengah cuaca panas ekstrem.

Baca juga: Jemaah Haji Asal Sumenep Meninggal Dunia Usai Jalani Wukuf di Arafah

Hingga 9 Juni 2026, dari total 1.317 jemaah haji Banyuwangi yang tergabung dalam Kloter 82 hingga 85, tercatat sebanyak 401 jemaah atau sekitar 30,4 persen masuk dalam kategori risiko tinggi dan terus mendapatkan pemantauan kesehatan oleh Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).

Dengan wafatnya Kusnudin, jumlah jemaah haji asal Banyuwangi yang meninggal dunia di Tanah Suci tahun ini bertambah menjadi lima orang.

Mereka adalah Patonah binti Mat Yasir (71) yang meninggal dunia akibat acute respiratory failure, Bilal bin Sangidun (85) akibat aspirasi, Soejadi bin Mertokadiyo (85) akibat pneumonia disertai acute coronary syndrome (ACS), Syuwandi bin Saji (78) akibat STEMI dengan syok kardiogenik, serta Kusnudin bin Saikun (85) akibat ARDS, shock septik, dan COPD.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendoakan para jemaah yang masih berada di Tanah Suci agar senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta kemudahan dalam menyempurnakan rangkaian ibadah haji hingga kembali ke tanah air," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Amanah dan Keadilan, Fondasi Kepemimpinan dalam Islam
Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Amanah dan Keadilan, Fondasi Kepemimpinan dalam Islam
Aktual
Mengapa Arab Saudi Tak Pernah Dijajah Bangsa Eropa? Ini Sejarahnya
Mengapa Arab Saudi Tak Pernah Dijajah Bangsa Eropa? Ini Sejarahnya
Aktual
Petugas Haji Diminta Tak Kendur Meski Puncak Armuzna Selesai
Petugas Haji Diminta Tak Kendur Meski Puncak Armuzna Selesai
Aktual
Tak Hanya Tempat Ibadah, Masjid At-Taqwa Pamulang Ini Punya Gym Gratis untuk Jemaah
Tak Hanya Tempat Ibadah, Masjid At-Taqwa Pamulang Ini Punya Gym Gratis untuk Jemaah
Aktual
Dugaan Pelanggaran Dam dan Badal Haji di Jabar Diusut, Kemenhaj Periksa 7 Saksi
Dugaan Pelanggaran Dam dan Badal Haji di Jabar Diusut, Kemenhaj Periksa 7 Saksi
Aktual
Jemaah Haji Kelelahan Pasca-Armuzna, Klinik Satelit Madinah Siaga 24 Jam
Jemaah Haji Kelelahan Pasca-Armuzna, Klinik Satelit Madinah Siaga 24 Jam
Aktual
Kemenag Usulkan Rp 9,6 T untuk Kesejahteraan Guru Agama pada 2027
Kemenag Usulkan Rp 9,6 T untuk Kesejahteraan Guru Agama pada 2027
Aktual
5 Doa Nabi Yusuf agar Wajah Bercahaya dan Dijaga dari Fitnah
5 Doa Nabi Yusuf agar Wajah Bercahaya dan Dijaga dari Fitnah
Doa dan Niat
Kemenhaj Siapkan Haji 2027, Fokus Perbaikan Layanan Jemaah Indonesia
Kemenhaj Siapkan Haji 2027, Fokus Perbaikan Layanan Jemaah Indonesia
Aktual
Munas-Konbes NU 2026 di Kediri Bakal Dihadiri 500 Lebih Peserta, Pengamanan Disiapkan Satu Komando
Munas-Konbes NU 2026 di Kediri Bakal Dihadiri 500 Lebih Peserta, Pengamanan Disiapkan Satu Komando
Aktual
Infeksi Berat Picu Gagal Napas, Jamaah Haji Banyuwangi Wafat di Tanah Suci
Infeksi Berat Picu Gagal Napas, Jamaah Haji Banyuwangi Wafat di Tanah Suci
Aktual
 Menag Ajak Umat Islam Maknai Tahun Baru Hijriah 1448 H dengan Semangat Kasih Sayang
Menag Ajak Umat Islam Maknai Tahun Baru Hijriah 1448 H dengan Semangat Kasih Sayang
Aktual
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Pemko Langsa Gelar Pasar Murah dari 9-12 Juni 2026
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Pemko Langsa Gelar Pasar Murah dari 9-12 Juni 2026
Aktual
 Siap-siap Long Weekend, Ini Jadwal Libur Tahun Baru Islam 1448 H
Siap-siap Long Weekend, Ini Jadwal Libur Tahun Baru Islam 1448 H
Aktual
Macam-Macam Masa Iddah Wanita dalam Islam dan Hukum Melamarnya
Macam-Macam Masa Iddah Wanita dalam Islam dan Hukum Melamarnya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com