Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pembuatan Kiswah Ka'bah Lewati 7 Tahap Rumit, Gunakan 825 Kg Sutra

Kompas.com, 14 Juni 2026, 09:41 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Kiswah atau kain penutup Ka'bah yang menjadi salah satu simbol paling sakral dalam Islam ternyata dibuat melalui proses panjang dan sangat teliti.

Sebelum dipasang secara resmi pada 1 Muharram setiap tahunnya, Kiswah Ka'bah harus melewati tujuh tahapan produksi yang melibatkan teknologi modern, keterampilan tinggi, serta penggunaan bahan-bahan premium.

Menurut Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Ka'bah, proses pembuatan dimulai dari tahap desalinasi atau pemurnian air. Air yang telah dimurnikan kemudian digunakan untuk mencuci dan mewarnai sutra yang menjadi bahan utama Kiswah.

Baca juga: Sejarah Kiswah Ka’bah: Siapa Sosok Pertama yang Menyelimutinya?

Tahap berikutnya adalah pencucian dan pewarnaan sutra. Pada proses ini, lapisan lilin yang menempel pada sutra dihilangkan sebelum kain diwarnai. Warna hitam digunakan untuk Kiswah bagian luar Ka'bah, sedangkan warna hijau diperuntukkan bagi Kiswah bagian dalam Ka'bah serta penutup Kamar Nabi Muhammad SAW.

Setelah itu, sutra memasuki tahap penenunan otomatis. Ribuan benang sutra diolah menjadi gulungan benang lungsi dengan kepadatan lebih dari 9.900 helai benang per meter. Tahap ini menjadi fondasi utama untuk menghasilkan kain Kiswah yang kuat sekaligus indah.

Proses berlanjut ke tahap pencetakan. Pada tahap ini, ayat-ayat Al-Qur'an dan ornamen Islam dicetak pada kain sutra polos menggunakan teknik sablon sutra (silkscreen) dengan tingkat presisi geometris yang sangat tinggi.

Tahapan berikutnya adalah perakitan dan penjahitan. Berbagai panel kain Kiswah disambungkan menjadi satu kesatuan utuh, kemudian dihiasi dengan ornamen berlapis emas yang akan menjadi bagian dari kaligrafi dan dekorasi khas Kiswah.

Setelah itu, para pengrajin memasuki tahap bordir. Bagian-bagian ornamen yang telah dipasang disulam menggunakan benang perak murni dan benang perak berlapis emas.

Ayat-ayat Al-Qur'an serta motif-motif hias juga diberi lapisan benang kapas sehingga menghasilkan tulisan yang tampak timbul dan memiliki efek tiga dimensi yang khas.

Tahap terakhir adalah pengendalian mutu atau quality control. Seluruh bagian Kiswah diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan setiap komponen memenuhi standar kualitas yang ketat sebelum siap dipasang menyelimuti bangunan suci Ka'bah.

Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Ka'bah mengungkapkan bahwa pembuatan satu set Kiswah membutuhkan material dalam jumlah besar.

Baca juga: Disulam Benang Emas, Ini Proses Pembuatan Kiswah Kabah

Untuk menghasilkan satu penutup Ka'bah, diperlukan sekitar 825 kilogram sutra mentah, 120 kilogram benang perak berlapis emas, 60 kilogram perak murni, serta 410 kilogram kapas mentah.

Besarnya kebutuhan bahan dan rumitnya tahapan produksi menunjukkan bahwa Kiswah Ka'bah bukan sekadar kain penutup bangunan suci, melainkan karya seni dan warisan peradaban Islam yang dibuat dengan standar tertinggi sebagai bentuk penghormatan kepada Baitullah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
MUI Tolak Rehabilitasi Pelaku Pesta Gay, Dorong Sanksi Pidana
MUI Tolak Rehabilitasi Pelaku Pesta Gay, Dorong Sanksi Pidana
Aktual
Pembuatan Kiswah Ka'bah Lewati 7 Tahap Rumit, Gunakan 825 Kg Sutra
Pembuatan Kiswah Ka'bah Lewati 7 Tahap Rumit, Gunakan 825 Kg Sutra
Aktual
Arab Saudi Hukum Warganya yang Hina Negara Sahabat di Media Sosial
Arab Saudi Hukum Warganya yang Hina Negara Sahabat di Media Sosial
Aktual
Doa-doa Wudhu Lengkap dari Awal Sampai Akhir: Arab, Latin, dan Artinya
Doa-doa Wudhu Lengkap dari Awal Sampai Akhir: Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Menguak Sejarah Sumur Ghars: Sumber Air Kesukaan Rasulullah SAW
Menguak Sejarah Sumur Ghars: Sumber Air Kesukaan Rasulullah SAW
Aktual
Arab Saudi Bekukan 21 Perusahaan Umrah, Kementerian Haji Temukan Pelanggaran dan Kinerja Buruk
Arab Saudi Bekukan 21 Perusahaan Umrah, Kementerian Haji Temukan Pelanggaran dan Kinerja Buruk
Aktual
6 Doa untuk Ibu dalam Islam, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
6 Doa untuk Ibu dalam Islam, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Stafsus Menag Gugun Gumilar Tinjau GKJ Nusukan Solo: Jamin Kebebasan Beribadah, Kawal IMB hingga Tuntas
Stafsus Menag Gugun Gumilar Tinjau GKJ Nusukan Solo: Jamin Kebebasan Beribadah, Kawal IMB hingga Tuntas
Aktual
Mengenal Dua Skema Tanazul Saat Kepulangan Jemaah Haji Indonesia
Mengenal Dua Skema Tanazul Saat Kepulangan Jemaah Haji Indonesia
Aktual
Komisi VIII DPR Desak Kemenkomdigi Blokir Akun dan Konten LGBT di Media Sosial
Komisi VIII DPR Desak Kemenkomdigi Blokir Akun dan Konten LGBT di Media Sosial
Aktual
 Kemenag Dukung Desakan MUI soal Regulasi LGBT, Sebut Pergerakannya Kian Terbuka
Kemenag Dukung Desakan MUI soal Regulasi LGBT, Sebut Pergerakannya Kian Terbuka
Aktual
Cara Daftar Nikah Massal di Kemenag Jakarta, Pendaftaran Ditutup 23 Juni 2026
Cara Daftar Nikah Massal di Kemenag Jakarta, Pendaftaran Ditutup 23 Juni 2026
Aktual
Kemenag Siapkan 5 Program Strategis 2026, Fokus Pemberdayaan Umat dan Wakaf Produktif
Kemenag Siapkan 5 Program Strategis 2026, Fokus Pemberdayaan Umat dan Wakaf Produktif
Aktual
Indonesia dan Arab Saudi Perkuat Kerja Sama Pariwisata, Fokus Wisata Religi dan Rekreasi
Indonesia dan Arab Saudi Perkuat Kerja Sama Pariwisata, Fokus Wisata Religi dan Rekreasi
Aktual
Kumpulan Doa Meminta Jodoh, Ikhtiar Agar Dipertemukan Pasangan yang Tepat
Kumpulan Doa Meminta Jodoh, Ikhtiar Agar Dipertemukan Pasangan yang Tepat
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com