Editor
KOMPAS.com - Pekan Olahraga, Riset, dan Ornamen Seni se-Indonesia Timur (Poros Intim) IV Tahun 2026 resmi digelar di Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Ajang yang mempertemukan ratusan mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dari Indonesia Timur itu tidak hanya menjadi arena kompetisi olahraga dan seni.
Kementerian Agama menilai Poros Intim juga memiliki peran strategis dalam membangun budaya hidup sehat dan meningkatkan literasi kesehatan di lingkungan kampus.
Baca juga: Link Pengumuman Hasil UM-PTKIN 2026 Dibuka 30 Juni, Peserta Finalisasi Tembus 111.353 Orang
Melalui kegiatan ini, PTKIN diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang unggul secara akademik, sehat secara fisik, serta berkarakter kuat.
Dilansir dari Antara, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) RI Kamaruddin Amin mengatakan Poros Intim IV Tahun 2026 merupakan manifestasi nyata komitmen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dalam menggencarkan literasi kesehatan.
Baca juga: PTKIN Perkuat Satgas & PSGA di Kampus, Korban KS Jangan Takut Melapor
Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi tahunan, tetapi juga gerakan untuk membangun kesadaran pentingnya kesehatan di lingkungan akademik.
"Poros Intim bukan sekadar ajang kompetisi olahraga dan seni tahunan, melainkan suatu gerakan fundamental untuk membangun literasi kesehatan bangsa," kata Kamaruddin Amin saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Poros Intim IV di Kampus UIN Datokarama, Palu, Senin (6/7) malam.
Ia menegaskan kecerdasan intelektual, finansial, maupun keagamaan tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak diimbangi dengan kondisi fisik yang sehat.
"Untuk apa kita memiliki literasi keuangan atau literasi keagamaan yang bagus, tapi tidak memiliki literasi kesehatan yang memadai, di negara maju semakin modern sebuah bangsa, tingkat literasi kesehatannya justru semakin tinggi. Kampus harus menjadi contoh nyata dalam memanifestasikannya," ujarnya.
Kamaruddin menambahkan tubuh manusia merupakan aset paling berharga yang dititipkan Allah SWT sehingga kesehatan harus dijaga dengan baik.
Menurut dia, olahraga tidak lagi hanya dipandang sebagai hobi ataupun simbol sportivitas, melainkan telah menjadi kebutuhan mendasar dalam kehidupan.
"Olahraga menjadi kebutuhan fundamental tubuh, maka dalam kehidupan harus dibarengi dengan pola hidup yang sehat," ucapnya.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengatakan UIN Datokarama telah berhasil menjadikan Sulawesi Tengah sebagai rumah besar persaudaraan bagi generasi muda dan akademisi.
Ia menilai semangat tersebut sejalan dengan visi pembangunan Sulawesi Tengah, yakni membangun sumber daya manusia yang tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga menjunjung tinggi integritas, etika, disiplin, pelayanan, dan tanggung jawab.
"Saya percaya mahasiswa PTKIN adalah bagian penting dari kekuatan pembangunan," ujarnya.
Anwar mengajak seluruh peserta menjadikan Poros Intim sebagai wadah menempa calon pemimpin masa depan yang unggul dalam ilmu, kokoh dalam karakter, rendah hati saat meraih kemenangan, dan memiliki komitmen mengabdi kepada bangsa.
"Jadikan momentum ini untuk memperkuat persatuan dan kesatuan dalam membangun bangsa," tutur Anwar.
Kegiatan Poros Intim IV sendiri tengah berlangsung mulai 6 hingga 11 Juli 2026 di Kota Palu.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 peserta yang berasal dari berbagai PTKIN di kawasan Indonesia Timur, meliputi Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang