Editor
KOMPAS.com - Dalam ajaran Islam, terdapat amalan yang pahalanya tetap mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia.
Amalan tersebut dikenal sebagai amal jariyah, yaitu kebaikan yang manfaatnya terus dirasakan oleh orang lain sehingga pahalanya tidak terputus.
Konsep ini menjadi salah satu bentuk investasi akhirat yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Baca juga: 7 Bentuk Amal Jariyah di Bulan Ramadhan: Pahala yang Terus Mengalir
Lantas, apa arti amal jariyah dan apa saja contoh amalan yang termasuk di dalamnya?
Rasulullah SAW bersabda:
"Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim)
Baca juga: Menag Ingatkan Guru Itu Ladang Amal Jariyah
Hadis tersebut menjelaskan bahwa ada amalan tertentu yang pahalanya terus mengalir selama manfaatnya masih dirasakan.
Dilansir dari laman BAZNAS, berikut penjelasan mengenai pengertian amal jariyah, dasar hukumnya, serta contoh amalan yang dapat menjadi bekal di akhirat.
Secara bahasa, kata jariyah berasal dari bahasa Arab jaraa yang berarti "mengalir" atau "berlanjut". Karena itu, amal jariyah adalah amalan yang pahalanya terus mengalir meskipun pelakunya telah meninggal dunia.
Dalam Islam, amal jariyah merupakan amal yang manfaatnya berkesinambungan bagi orang lain. Selama manfaat tersebut masih ada, pahala bagi pelakunya juga terus mengalir.
Selain hadis Rasulullah SAW, konsep amal jariyah juga sejalan dengan firman Allah SWT:
"Barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya." (QS. Az-Zalzalah: 7)
Ayat tersebut menegaskan bahwa setiap kebaikan akan memperoleh balasan dari Allah SWT. Sementara hadis Nabi menjelaskan bahwa sebagian amal tetap menghasilkan pahala setelah seseorang meninggal dunia karena manfaatnya terus berlanjut.
Tidak semua amalan termasuk amal jariyah. Perbedaannya terletak pada keberlangsungan manfaat yang dihasilkan.
Sebagai contoh, salat dan puasa merupakan ibadah yang berpahala, tetapi pahalanya berkaitan dengan pelakunya dan tidak terus bertambah setelah ia meninggal dunia.
Sebaliknya, membangun masjid, sumur, atau fasilitas yang terus dimanfaatkan masyarakat termasuk amal jariyah karena manfaatnya berlangsung dalam jangka panjang.
Islam mendorong umatnya melakukan amal yang memberikan manfaat luas bagi sesama.
Amal jariyah menjadi salah satu bentuk investasi akhirat karena pahalanya terus mengalir meskipun seseorang sudah tidak lagi dapat beramal di dunia.
Dengan memperbanyak amal jariyah, seorang muslim tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menyiapkan bekal pahala yang terus bertambah di sisi Allah SWT.
Berikut adalah beberapa contoh amal jariyah yang bisa dilakukan agar pahalanya terus mengalir:
Sedekah jariyah merupakan bentuk amal yang manfaatnya dapat dirasakan dalam waktu lama. Contohnya meliputi:
Selama fasilitas tersebut masih dimanfaatkan, pahala akan terus mengalir kepada pemberinya.
Mengajarkan ilmu yang terus diamalkan juga termasuk amal jariyah. Beberapa contohnya adalah:
Apabila ilmu tersebut terus diamalkan dan diajarkan kembali, pahalanya akan terus mengalir kepada orang yang mengajarkannya.
Hadis Rasulullah SAW juga menyebutkan bahwa anak saleh yang selalu mendoakan orang tuanya menjadi salah satu amal yang tidak terputus.
Karena itu, mendidik anak agar menjadi pribadi yang beriman, berakhlak baik, dan senantiasa mendoakan kedua orang tuanya merupakan investasi akhirat yang sangat berharga.
Membangun fasilitas yang bermanfaat bagi masyarakat juga termasuk amal jariyah, seperti:
Selama fasilitas tersebut digunakan untuk kepentingan masyarakat, pahalanya akan terus mengalir kepada orang yang berkontribusi membangunnya.
Wakaf merupakan salah satu bentuk sedekah jariyah yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Seseorang dapat mewakafkan tanah, bangunan, atau aset lainnya untuk kepentingan umat, misalnya pembangunan masjid, sekolah, pesantren, atau rumah sakit. Selama aset wakaf tersebut dimanfaatkan untuk kebaikan, pahala akan terus mengalir kepada pemberi wakaf.
Amal jariyah adalah amalan yang manfaatnya terus dirasakan oleh orang lain sehingga pahalanya tetap mengalir meskipun pelakunya telah meninggal dunia.
Rasulullah SAW menyebut tiga bentuk amal yang tidak terputus, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan orang tuanya.
Dengan memahami makna amal jariyah, setiap muslim diharapkan semakin termotivasi untuk memperbanyak amal yang manfaatnya berkelanjutan.
Selain menjadi kebaikan bagi sesama, amalan tersebut juga menjadi bekal pahala yang terus mengalir di akhirat.
Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk senantiasa berlomba-lomba dalam melakukan amal jariyah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang