Editor
KOMPAS.com - Keberhasilan Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 melahirkan banyak momen emosional yang menjadi perhatian publik.
Salah satu yang paling menyita perhatian datang dari bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, sesaat setelah peluit panjang final dibunyikan.
Alih-alih langsung larut dalam pesta kemenangan bersama rekan-rekannya, Yamal memilih mengungkapkan rasa syukur dengan berlutut dan berdoa di lapangan.
Baca juga: Lamine Yamal dan Aksi Solidaritasnya untuk Palestina yang Sempat Tuai Pujian
Sikap tersebut menuai pujian karena dinilai mencerminkan kerendahan hati seorang pesepak bola muda yang baru meraih gelar terbesar dalam kariernya.
Berdasarkan laporan Khaleej Times, Lamine Yamal terlihat berlutut dan memanjatkan doa beberapa saat setelah Timnas Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 pada babak perpanjangan waktu di final Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion New York New Jersey (20/7/2026).
Baca juga: Lamine Yamal: Saya Seorang Muslim, Alhamdulillah
Ketika para pemain Spanyol larut dalam selebrasi penuh suka cita, remaja berusia 18 tahun itu justru memilih menenangkan diri di tengah lapangan dengan berlutut serta berdoa untuk mengungkapkan rasa syukurnya sebagai seorang Muslim.
Momen Lamine Yamal Berdoa usai Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Viral, Wujud Syukur Sang Bintang Muda.Rekaman momen tersebut dengan cepat menyebar di berbagai media sosial. Banyak warganet menilai tindakan Yamal menghadirkan ketenangan di tengah euforia kemenangan yang meliputi seluruh stadion.
Perhatian publik tidak hanya tertuju pada hasil pertandingan, tetapi juga pada sikap Yamal yang tetap rendah hati setelah meraih pencapaian terbesar dalam kariernya bersama Timnas Spanyol.
Sebelumnya, Yamal juga pernah melakukan selebrasi sujud syukur usai mencetak gol perdananya di Piala Dunia 2026 saat membantai Arab Saudi 4-0 di fase grup pada 21 Juni 2026 lalu.
Momen tersebut menjadi sorotan global, bahkan membuat suporter Arab Saudi kagum melihatnya.
Penyerang timnas Spanyol Lamine Yamal merayakan gol dalam laga Grup H Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Arab Saudi di Stadion Atlanta di Atlanta pada 21 Juni 2026. Usai berdoa, Yamal tidak hanya fokus merayakan keberhasilan mengangkat trofi Piala Dunia.
Ia menghampiri kapten Timnas Argentina, Lionel Messi, kemudian memeluknya sambil bertukar beberapa patah kata dalam salah satu momen paling berkesan setelah pertandingan.
Foto dan video interaksi keduanya segera viral di media sosial. Banyak penggemar sepak bola menyebut pelukan tersebut sebagai simbol estafet antargenerasi, dari salah satu pemain terbaik sepanjang masa kepada bintang muda yang kini tengah bersinar.
Pelukan Yamal dan Messi menjadi semakin bermakna karena mengingatkan publik pada foto ikonik yang diambil hampir dua dekade lalu.
Dalam foto tersebut, Messi yang masih muda terlihat menggendong bayi Lamine Yamal dalam sesi pemotretan amal UNICEF.
Menjelang laga final, Messi sendiri menyebut kebetulan tersebut sebagai sesuatu yang "gila".
FIFA juga kembali mengangkat kisah di balik foto bersejarah yang belakangan kembali viral di media sosial.
Setelah seremoni penyerahan trofi, Yamal melanjutkan perayaan bersama keluarganya di atas lapangan.
Salah satu momen yang paling menyentuh adalah ketika ia memeluk adiknya yang baru berusia tiga tahun, Keyne.
Kehadiran sang adik sepanjang turnamen juga telah menarik perhatian dan menjadi favorit banyak penggemar.
Sikap Lamine Yamal setelah pertandingan melengkapi perjalanan impresifnya sepanjang Piala Dunia 2026.
Turnamen tersebut menjadi panggung yang semakin mengukuhkan namanya sebagai salah satu talenta muda paling bersinar di dunia sepak bola.
Timnas Spanyol memastikan gelar juara setelah gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu mengakhiri perlawanan Argentina sekaligus menghentikan status mereka sebagai juara bertahan Piala Dunia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang