Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Momen Lamine Yamal Sebagai Seorang Muslim Rayakan Kemenangan Spanyol di Piala Dunia 2026

Kompas.com, 20 Juli 2026, 18:27 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Keberhasilan Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 melahirkan banyak momen emosional yang menjadi perhatian publik.

Salah satu yang paling menyita perhatian datang dari bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, sesaat setelah peluit panjang final dibunyikan.

Alih-alih langsung larut dalam pesta kemenangan bersama rekan-rekannya, Yamal memilih mengungkapkan rasa syukur dengan berlutut dan berdoa di lapangan.

Baca juga: Lamine Yamal dan Aksi Solidaritasnya untuk Palestina yang Sempat Tuai Pujian

Sikap tersebut menuai pujian karena dinilai mencerminkan kerendahan hati seorang pesepak bola muda yang baru meraih gelar terbesar dalam kariernya.

Lamine Yamal Sujud Syukur Usai Spanyol Juara Dunia

Berdasarkan laporan Khaleej Times, Lamine Yamal terlihat berlutut dan memanjatkan doa beberapa saat setelah Timnas Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 pada babak perpanjangan waktu di final Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion New York New Jersey (20/7/2026).

Baca juga: Lamine Yamal: Saya Seorang Muslim, Alhamdulillah

Ketika para pemain Spanyol larut dalam selebrasi penuh suka cita, remaja berusia 18 tahun itu justru memilih menenangkan diri di tengah lapangan dengan berlutut serta berdoa untuk mengungkapkan rasa syukurnya sebagai seorang Muslim.

Momen Lamine Yamal Berdoa usai Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Viral, Wujud Syukur Sang Bintang Muda.Tangkap Layar Video NDTV Profit India Momen Lamine Yamal Berdoa usai Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Viral, Wujud Syukur Sang Bintang Muda.

Rekaman momen tersebut dengan cepat menyebar di berbagai media sosial. Banyak warganet menilai tindakan Yamal menghadirkan ketenangan di tengah euforia kemenangan yang meliputi seluruh stadion.

Perhatian publik tidak hanya tertuju pada hasil pertandingan, tetapi juga pada sikap Yamal yang tetap rendah hati setelah meraih pencapaian terbesar dalam kariernya bersama Timnas Spanyol.

Sebelumnya, Yamal juga pernah melakukan selebrasi sujud syukur usai mencetak gol perdananya di Piala Dunia 2026 saat membantai Arab Saudi 4-0 di fase grup pada 21 Juni 2026 lalu.

Momen tersebut menjadi sorotan global, bahkan membuat suporter Arab Saudi kagum melihatnya.

Penyerang timnas Spanyol Lamine Yamal merayakan gol dalam laga Grup H Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Arab Saudi di Stadion Atlanta di Atlanta pada 21 Juni 2026. XinHua/Wang Kaiyan Penyerang timnas Spanyol Lamine Yamal merayakan gol dalam laga Grup H Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Arab Saudi di Stadion Atlanta di Atlanta pada 21 Juni 2026.

Lamine Yamal Peluk Lionel Messi Setelah Final

Usai berdoa, Yamal tidak hanya fokus merayakan keberhasilan mengangkat trofi Piala Dunia.

Ia menghampiri kapten Timnas Argentina, Lionel Messi, kemudian memeluknya sambil bertukar beberapa patah kata dalam salah satu momen paling berkesan setelah pertandingan.

Foto dan video interaksi keduanya segera viral di media sosial. Banyak penggemar sepak bola menyebut pelukan tersebut sebagai simbol estafet antargenerasi, dari salah satu pemain terbaik sepanjang masa kepada bintang muda yang kini tengah bersinar.

Pelukan Yamal dan Messi menjadi semakin bermakna karena mengingatkan publik pada foto ikonik yang diambil hampir dua dekade lalu.

Dalam foto tersebut, Messi yang masih muda terlihat menggendong bayi Lamine Yamal dalam sesi pemotretan amal UNICEF.

Menjelang laga final, Messi sendiri menyebut kebetulan tersebut sebagai sesuatu yang "gila".

FIFA juga kembali mengangkat kisah di balik foto bersejarah yang belakangan kembali viral di media sosial.

Lamine Yamal Rayakan Gelar Bersama Keluarga

Setelah seremoni penyerahan trofi, Yamal melanjutkan perayaan bersama keluarganya di atas lapangan.

Salah satu momen yang paling menyentuh adalah ketika ia memeluk adiknya yang baru berusia tiga tahun, Keyne.

Kehadiran sang adik sepanjang turnamen juga telah menarik perhatian dan menjadi favorit banyak penggemar.

Turnamen yang Mengukuhkan Status Bintang Muda Dunia

Sikap Lamine Yamal setelah pertandingan melengkapi perjalanan impresifnya sepanjang Piala Dunia 2026.

Turnamen tersebut menjadi panggung yang semakin mengukuhkan namanya sebagai salah satu talenta muda paling bersinar di dunia sepak bola.

Timnas Spanyol memastikan gelar juara setelah gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu mengakhiri perlawanan Argentina sekaligus menghentikan status mereka sebagai juara bertahan Piala Dunia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Aktual
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Aktual
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Aktual
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Aktual
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Aktual
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
Aktual
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi 'Pelayan Ulama'
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi "Pelayan Ulama"
Aktual
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Aktual
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Aktual
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Aktual
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
Aktual
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Doa dan Niat
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Aktual
Arab Saudi Luncurkan Visa Umrah yang Izinkan Jemaah Masuk Berkali-kali
Arab Saudi Luncurkan Visa Umrah yang Izinkan Jemaah Masuk Berkali-kali
Aktual
UNICEF Puji Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi Kemenag
UNICEF Puji Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi Kemenag
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar