Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

MTQ Nasional XXXI, Menag Dorong Al-Qur’an Jadi "Living Quran"

Kompas.com, 11 September 2026, 18:22 WIB
Farid Assifa

Penulis

KOMPAS.com — Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar berharap Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 tidak berhenti sebagai ajang kompetisi membaca dan menghafal Al-Qur’an.

Menurut dia, MTQ harus menjadi momentum untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai living Quran, yakni ketika nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar hidup dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

Menag mengatakan, membaca dan menghafal Al-Qur’an merupakan bagian dari proses mendekatkan diri kepada kitab suci. Namun, tantangan berikutnya adalah menerjemahkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata.

“Jadi ada beberapa kategori, ada yang dekat dengan Al-Quran, ada yang melekat dengan Al-Quran, dan ada yang menjadi living Quran, (being the Quran), ibaratnya sudah seperti Quran berjalan,” ujar Nasaruddin dilansir dari keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Baca juga: Link Live Streaming Pembukaan MTQ Nasional XXXI di Semarang, 12 September 2026 Pukul 19.00 WIB

MTQ jangan hanya melahirkan juara

Nasaruddin menegaskan, semangat MTQ tidak semata-mata untuk melahirkan qari, qariah, hafiz, dan hafizah berprestasi.

Lebih dari itu, para peserta diharapkan mampu menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat setelah kembali ke lingkungan masing-masing.

“Jadilah sebagai penjernih, bukan pengeruh, jadilah penghubung, bukan pemisah, jadilah moderator, bukan provokator, jadilah problem solver, bukan problemator, jadilah penyuluh, bukan perusuh,” tegasnya.

Karena itu, keberhasilan MTQ menurut Nasaruddin tidak cukup diukur dari siapa yang menjadi juara. Prestasi yang diraih di arena musabaqah harus berlanjut menjadi keteladanan di tengah masyarakat.

Para peserta diharapkan membawa semangat Al-Qur’an untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan sesama, menyelesaikan persoalan secara bijak, serta menciptakan kehidupan sosial yang harmonis.

MTQ Nasional XXXI Digelar di Semarang

MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 digelar di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada 11-20 September 2026.

Gelaran tersebut mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban.”

Semangat menjadikan Al-Qur’an sebagai nilai yang hidup juga tercermin dalam penyelenggaraan MTQ yang semakin inklusif.

Tahun ini, penyandang disabilitas mendapat ruang untuk berpartisipasi dalam syiar Al-Qur’an. Salah satunya melalui ekshibisi bagi Teman Tuli.

Selain itu, MTQ juga menghadirkan Golongan Tilawah Disabilitas Netra putra dan putri.

Ekshibisi Teman Tuli dijadwalkan berlangsung pada 14-16 September 2026. Sebanyak 28 peserta dari 14 komunitas Tuli Muslim di berbagai daerah Indonesia akan ambil bagian.

Mereka mengikuti golongan Tilawah berupa membaca Al-Qur’an dengan bahasa isyarat dan golongan Kitabah berupa menulis Al-Qur’an Isyarat.

Kemenag perkenalkan Mushaf Al-Qur’an Isyarat

Dalam momentum MTQ Nasional XXXI, Kementerian Agama juga memperkenalkan Mushaf Al-Qur’an Isyarat.

Kehadiran mushaf tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses bagi Teman Tuli agar dapat membaca, mempelajari, dan memahami Al-Qur’an.

Bagi Nasaruddin, syiar Al-Qur’an harus dapat dirasakan seluruh anak bangsa tanpa terkecuali.

Nilai-nilai Al-Qur’an, kata dia, harus hadir sebagai kekuatan yang menyatukan, memberikan kemaslahatan, serta menjawab berbagai persoalan kehidupan.

“Semangat yang kita hadirkan melalui MTQ ini adalah syiar Al-Qur’an yang merangkul semua, dan menghadirkan kemaslahatan bagi semua,” ujarnya.

Baca juga: Warga Semarang Bisa Nonton Pembukaan MTQ Nasional XXXI 2026 Lewat Videotron

Dengan demikian, MTQ Nasional XXXI di Semarang diharapkan tidak sekadar menghasilkan para juara.

Lebih jauh, MTQ diharapkan menjadi ruang untuk menumbuhkan generasi yang tidak hanya membaca Al-Qur’an dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Cimahi Siapkan Layanan Haji Satu Atap, Pembangunan Gedung Capai 57 Persen
Cimahi Siapkan Layanan Haji Satu Atap, Pembangunan Gedung Capai 57 Persen
Aktual
Kiai Miftachul Akhyar Ungkap Alasan Para Wali Tetap Berwirid meski Punya Karamah
Kiai Miftachul Akhyar Ungkap Alasan Para Wali Tetap Berwirid meski Punya Karamah
Aktual
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor Muri lewat Buku 1.062 Halaman
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor Muri lewat Buku 1.062 Halaman
Aktual
Wamenhaj Dahnil Usul Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji, Ini Alasannya
Wamenhaj Dahnil Usul Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji, Ini Alasannya
Aktual
Batas Maksimal Sholat Dhuha Sampai Jam Berapa? Jangan Sampai Terlewat Waktu Zuhur
Batas Maksimal Sholat Dhuha Sampai Jam Berapa? Jangan Sampai Terlewat Waktu Zuhur
Aktual
Gus Kikin Minta Santri Kuasai Teknologi dan Ekonomi, Jangan Hanya Fokus Ilmu Agama
Gus Kikin Minta Santri Kuasai Teknologi dan Ekonomi, Jangan Hanya Fokus Ilmu Agama
Aktual
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh November 2027, Niat, dan Keutamaannya
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh November 2027, Niat, dan Keutamaannya
Aktual
Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo dan Karanganyar, Wagub Jateng Pastikan Anak-anak Didampingi
Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo dan Karanganyar, Wagub Jateng Pastikan Anak-anak Didampingi
Aktual
Prabowo Salurkan Bantuan untuk Pesantren Gontor, Berharap Santri Jadi SDM Unggul
Prabowo Salurkan Bantuan untuk Pesantren Gontor, Berharap Santri Jadi SDM Unggul
Aktual
Menag Sebut Ekonomi Syariah RI seperti Raksasa Tidur, Soroti Potensi Masjid
Menag Sebut Ekonomi Syariah RI seperti Raksasa Tidur, Soroti Potensi Masjid
Aktual
Surat Santri untuk Prabowo: Jangan Biarkan Biaya Kuliah Menghalangi Cita-cita
Surat Santri untuk Prabowo: Jangan Biarkan Biaya Kuliah Menghalangi Cita-cita
Aktual
Kisah Abdullah bin Jahsy, Sahabat yang Dipercaya Nabi Memimpin Ekspedisi Nakhlah
Kisah Abdullah bin Jahsy, Sahabat yang Dipercaya Nabi Memimpin Ekspedisi Nakhlah
Aktual
Jemaah Haji Lansia di Manggarai Barat Kini Bisa Urus Paspor di Kantor Kemenhaj
Jemaah Haji Lansia di Manggarai Barat Kini Bisa Urus Paspor di Kantor Kemenhaj
Aktual
Wamenhaj Sebut Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji
Wamenhaj Sebut Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji
Aktual
Jika Utang Negara Tidak Lunas, Apakah Rakyat Bakal Menanggung Dosanya di Akhirat?
Jika Utang Negara Tidak Lunas, Apakah Rakyat Bakal Menanggung Dosanya di Akhirat?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar