Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Visit My Mosque 2026, Muhammadiyah Kenalkan Islam Indonesia di London

Kompas.com, 24 September 2026, 07:09 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia menghadirkan wajah Islam Indonesia dalam kampanye nasional "Visit My Mosque 2026" di London.

Untuk pertama kalinya, komunitas Muslim Indonesia berpartisipasi sebagai peserta resmi dalam program yang diselenggarakan Dewan Muslim Inggris (Muslim Council of Britain/MCB), dengan membuka Masjid Indonesian Islamic Centre (IIC) London bagi masyarakat lintas agama dan budaya.

Kampanye Visit My Mosque berlangsung pada 19–20 September 2026 dan diikuti 114 masjid di seluruh Britania Raya.

Mengusung tema “Open Doors, Open Minds”, program tahunan tersebut mengajak masyarakat mengenal Islam secara langsung melalui kunjungan ke masjid, dialog, serta berbagai kegiatan edukatif. 

Ketua PCIM Britania Raya dan Irlandia, Ince Dian Aprilyani Azir, mengatakan keikutsertaan Masjid IIC London menjadi tonggak penting bagi komunitas Muslim Indonesia di Inggris.

Baca juga: Menunda Bayar Utang Padahal Mampu, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Menurutnya, tiga dekade lalu umat Islam Indonesia di Britania Raya masih melaksanakan shalat di rumah-rumah dan ruang kedutaan.

Kini, masjid Indonesia pertama di London justru membuka pintunya bagi masyarakat Inggris sebagai bagian dari kampanye nasional keterbukaan masjid. 

Masjid Indonesia Resmi Masuk Kampanye Nasional

Inisiatif mendaftarkan IIC London ke Visit My Mosque berasal dari PCIM Britania Raya dan Irlandia.

Setelah disetujui MCB, masjid tersebut tercatat sebagai salah satu peserta resmi bersama ratusan masjid lain di Britania Raya.

PCIM kemudian berkolaborasi dengan pengurus Indonesian Islamic Centre untuk merancang seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari tur masjid, sesi tanya jawab tentang Islam, hingga pengenalan kehidupan Muslim Indonesia kepada para pengunjung.

Keikutsertaan ini dinilai bukan sekadar agenda dakwah, tetapi juga bentuk diplomasi budaya yang memperkenalkan karakter Islam Indonesia yang ramah, moderat, dan terbuka terhadap dialog.

Baca juga: Kapan Wasiat Menjadi Sunnah dan Kapan Bisa Menjadi Wajib?

Mengenalkan Kehidupan Muslim Indonesia

Selama Visit My Mosque, panitia menghadirkan guided mosque tour, sesi diskusi mengenai ajaran Islam, serta program Discover Indonesian Muslim Life.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Inggris diajak mengenal tradisi, budaya, hingga kehidupan sehari-hari Muslim Indonesia.

Ketua Panitia Visit My Mosque 2026, Syahirul Alim Ritonga, mengatakan antusiasme masyarakat lokal maupun diaspora Indonesia cukup tinggi.

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan bukan berupa ceramah, melainkan menghadirkan pengalaman langsung agar pengunjung dapat mengenal Islam melalui interaksi yang hangat.

Ia menjelaskan bahwa keramahtamahan, budaya, dan kuliner Indonesia menjadi bagian dari cara memperkenalkan identitas Muslim Indonesia kepada masyarakat Inggris.

Baca juga: Debt Collector Tarik Paksa Motor di Jalan, Apa Hukumnya dalam Islam?

Ruang Perjumpaan Lintas Iman

Salah satu momen yang mendapat perhatian ialah kehadiran rombongan Persatuan Kristen Indonesia United Kingdom (Perki UK) yang dipimpin Marlon Gabriel Tambunan.

Kehadiran komunitas Kristen Indonesia tersebut menjadikan kegiatan di Masjid IIC London sebagai ruang perjumpaan lintas iman sesama diaspora Indonesia di Britania Raya. 

Bagi Muhammadiyah, dialog semacam ini mencerminkan semangat Islam Berkemajuan yang mendorong keterbukaan, saling menghormati, dan membangun hubungan baik dengan masyarakat yang berbeda latar belakang agama maupun budaya.

Program Visit My Mosque juga menunjukkan bahwa masjid dapat berfungsi sebagai ruang sosial, bukan hanya tempat ibadah.

Melalui kunjungan terbuka, masyarakat memperoleh kesempatan bertanya langsung mengenai ajaran Islam sehingga dapat mengurangi prasangka dan memperkuat saling pengertian.

Baca juga: 103 Jemaah Gagal Umrah, Kemenhaj Blokir PT Gema Suara Talbia

Masjid Indonesia Hasil Gotong Royong Diaspora

Ince Dian menjelaskan bahwa Indonesian Islamic Centre London berdiri melalui gotong royong berbagai kalangan, mulai dari warga dan mahasiswa Indonesia di Britania Raya, para dai dan tokoh di Tanah Air, organisasi kemasyarakatan Islam, hingga donatur dari berbagai negara. 

Penggalangan dana dilakukan melalui berbagai skema, termasuk tablig akbar daring, lelang amal, Wakaf Mozaik, Wakaf Gotong Royong, serta donasi digital.

Salah satu kontribusi terbesar datang dari Muhammadiyah bersama Lazismu yang mewakafkan dana sebesar 60.000 pound sterling atau sekitar Rp1,5 miliar melalui program Wakaf Mozaik Masjid Indonesia. 

Masjid tersebut akhirnya berhasil dibeli pada November 2022 setelah hampir tiga dekade penggalangan dana. Bangunan bekas gereja di kawasan Neasden itu kemudian menjadi masjid Indonesia pertama di London.

Baca juga: MUI Minta Menkeu Suahasil Tak Banyak Utang: Tidak Baik

Melalui partisipasi dalam Visit My Mosque 2026, Muhammadiyah berharap Islam Indonesia semakin dikenal sebagai wajah Islam yang mencerahkan, menghargai keberagaman, serta membangun dialog kemanusiaan di tingkat global.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Belajar dari GKPI Rajeg, Persoalan Tempat Ibadah Harus Diselesaikan lewat Dialog
Belajar dari GKPI Rajeg, Persoalan Tempat Ibadah Harus Diselesaikan lewat Dialog
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN Tanggal Berapa? Ini Prediksi Ramadan 1448 H
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN Tanggal Berapa? Ini Prediksi Ramadan 1448 H
Aktual
Visit My Mosque 2026, Muhammadiyah Kenalkan Islam Indonesia di London
Visit My Mosque 2026, Muhammadiyah Kenalkan Islam Indonesia di London
Aktual
Libur Lebaran 2027: Ada Potensi Liburan 10 Hari, Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama
Libur Lebaran 2027: Ada Potensi Liburan 10 Hari, Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama
Aktual
Mengapa Surah Maryam Sering Dibaca? Ini Keutamaan dan Kandungannya
Mengapa Surah Maryam Sering Dibaca? Ini Keutamaan dan Kandungannya
Doa Harian
Kapan Awal Ramadhan 2027? Catat Prediksi Jadwal Puasa Ramadhan 1448 H
Kapan Awal Ramadhan 2027? Catat Prediksi Jadwal Puasa Ramadhan 1448 H
Aktual
Menag Berhentikan Rektor UINSA Surabaya Akh Muzakki
Menag Berhentikan Rektor UINSA Surabaya Akh Muzakki
Aktual
Shalat Istisqa: Tata Cara, Bacaan, dan Khutbah Sesuai Tuntunan Tarjih Muhammadiyah
Shalat Istisqa: Tata Cara, Bacaan, dan Khutbah Sesuai Tuntunan Tarjih Muhammadiyah
Doa dan Niat
Kapan Awal Ramadhan 2027? Catat Prediksi Jadwal Puasa Ramadhan 1448 H
Kapan Awal Ramadhan 2027? Catat Prediksi Jadwal Puasa Ramadhan 1448 H
Aktual
Gus Ipul Siapkan Somasi, 3 Orang Bakal Diminta Buktikan Tudingan soal Muktamar NU
Gus Ipul Siapkan Somasi, 3 Orang Bakal Diminta Buktikan Tudingan soal Muktamar NU
Aktual
Awal Puasa Ramadhan 2027 Tanggal Berapa? Cek Perkiraan Tanggalnya Menurut Muhammadiyah, NU, dan BRIN
Awal Puasa Ramadhan 2027 Tanggal Berapa? Cek Perkiraan Tanggalnya Menurut Muhammadiyah, NU, dan BRIN
Aktual
Libur Lebaran 2027: Tanggal Merah dan Cuti Bersama, Bisa Liburan Sampai 10 Hari
Libur Lebaran 2027: Tanggal Merah dan Cuti Bersama, Bisa Liburan Sampai 10 Hari
Aktual
Menunda Bayar Utang Padahal Mampu, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Menunda Bayar Utang Padahal Mampu, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Aktual
Kapan Wasiat Menjadi Sunnah dan Kapan Bisa Menjadi Wajib?
Kapan Wasiat Menjadi Sunnah dan Kapan Bisa Menjadi Wajib?
Aktual
Debt Collector Tarik Paksa Motor di Jalan, Apa Hukumnya dalam Islam?
Debt Collector Tarik Paksa Motor di Jalan, Apa Hukumnya dalam Islam?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar