Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Muhammadiyah Salurkan 30 Ton Beras dari UEA untuk Korban Banjir di Sumut dan Aceh

Kompas.com, 22 Desember 2025, 16:04 WIB
Add on Google
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Muhammadiyah menyalurkan bantuan 30 ton beras dari NGO Bulan Sabit Merah Uni Emirat Arab (UEA) kepada masyarakat terdampak banjir di Sumatera Utara dan Aceh.

Bantuan tersebut didistribusikan melalui Muhammadiyah Sumatera Utara sebanyak 25 ton dan Muhammadiyah Aceh sebanyak 5 ton.

Prosesi penyerahan dan pemberangkatan bantuan 30 ton beras berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jalan SM Raja Nomor 136 Medan pada Senin (22/12/2025), dilansir dari Antara.

Baca juga: Pemprov Sumut Percayakan Muhammadiyah Salurkan 30 Ton Beras Bantuan NGO UEA

Apresiasi Muhammadiyah atas Dukungan Bantuan UEA

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara Prof Hasyimsyah Nasution menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang menyalurkan donasi melalui Muhammadiyah.

Ia menyatakan bantuan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya kemanusiaan bagi korban banjir di wilayah Sumatera.

Tiga Fase Tanggap Bencana Muhammadiyah

Muhammadiyah di Sumatera Utara melaksanakan respons bencana melalui tiga fase penanganan yang terstruktur dan berkelanjutan.

Fase pertama ialah tanggap darurat yang berlangsung sejak 27 November 2025 hingga 5 Januari 2026.

Fase kedua berupa transisi dari darurat ke pemulihan yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Januari hingga 31 Januari 2026.

Fase ketiga meliputi program rehabilitasi dan rekonstruksi yang direncanakan berjalan mulai Februari 2026.

Baca juga: Muhammadiyah Galang Gerakan Nasional Bantu Penyintas Bencana Aceh, Sumbar, dan Sumut

Penanganan Bencana Terpusat melalui MDMC

Hasyimsyah menjelaskan bahwa seluruh pelaksanaan tanggap darurat dilakukan melalui skema One Muhammadiyah One Response.

Seluruh aktivitas kebencanaan dijalankan melalui satu pintu kebijakan yang dikoordinasikan oleh Muhammadiyah Disaster Management Center dan Lembaga Resiliensi Bencana.

MDMC Hadir di 20 Daerah Terdampak

Wakil Ketua MDMC PP Muhammadiyah Indrayanto menyampaikan bahwa MDMC bersama seluruh unsur Muhammadiyah telah hadir di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kehadiran tersebut mencakup 20 kabupaten dan kota dengan pembukaan 24 pos pelayanan kebencanaan.

Indrayanto menyebutkan sebanyak 14.318 jiwa korban banjir telah mendapatkan penanganan.

Sebanyak 655 relawan diturunkan dalam operasi tersebut yang berasal dari relawan lokal dan tambahan dari sejumlah wilayah di Jawa.

Layanan Kesehatan hingga Hunian Darurat

MDMC memberikan layanan tanggap bencana berupa pelayanan kesehatan, penyediaan air bersih, logistik makanan, dukungan psikososial, pendidikan darurat, serta hunian sementara.

Dalam layanan kesehatan, Muhammadiyah mengerahkan tenaga medis dari 14 rumah sakit Muhammadiyah di seluruh Indonesia.

Sebanyak 42 tim Emergency Medical Team beroperasi di berbagai wilayah terdampak banjir.

Pada momentum penyerahan bantuan beras, LazisMU juga memberangkatkan bantuan berupa paket Family Kids bagi pelajar terdampak di sejumlah kawasan.

Baca juga: Ketua Umum PP Muhammadiyah Instruksikan Infak Jumat Dialihkan untuk Korban Bencana

Muhammadiyah Aceh Sebut Dampak Banjir Sangat Parah

Ketua PW Muhammadiyah Aceh Abdul Malik Musa menyatakan bahwa bencana yang terjadi di Aceh menyerupai tsunami darat dengan daya rusak yang luas dan dahsyat.

Ia menjelaskan bahwa tsunami darat berbeda dengan tsunami laut karena datang dari kawasan pegunungan dan berdampak lebih masif.

Abdul Malik menyampaikan apresiasi kepada PP Muhammadiyah atas alokasi bantuan 5 ton beras untuk Aceh.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Muhammadiyah Sumatera Utara atas bantuan tanggap darurat yang diberikan kepada Aceh Tamiang.

Abdul Malik menyebutkan kondisi Aceh masih sangat memprihatinkan, terutama di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah yang masih terisolasi.

Ia menegaskan Aceh masih membutuhkan banyak bantuan, khususnya dalam upaya membuka akses isolasi di Aceh Tengah dan Bener Meriah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Lirboyo, 'Pabrik' Pencetak Ulama yang Mengubah Indonesia
Lirboyo, "Pabrik" Pencetak Ulama yang Mengubah Indonesia
Aktual
Kisah Fransiska Mainake Saat Layani Jemaah Haji di Tanah Suci, Pernah Dampingi Jamaah yang Takut Tersesat
Kisah Fransiska Mainake Saat Layani Jemaah Haji di Tanah Suci, Pernah Dampingi Jamaah yang Takut Tersesat
Aktual
 Kemenhaj Temukan Jemaah Haji  di Jeddah Belum Patuhi Aturan Ihram, Gunakan Pakaian Dalam dan Bersepatu
Kemenhaj Temukan Jemaah Haji di Jeddah Belum Patuhi Aturan Ihram, Gunakan Pakaian Dalam dan Bersepatu
Aktual
Arab Saudi Tegaskan Larangan Haji Tanpa Tasreh, Jemaah Terancam Denda hingga Deportasi
Arab Saudi Tegaskan Larangan Haji Tanpa Tasreh, Jemaah Terancam Denda hingga Deportasi
Aktual
Aturan Beribadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Salah Satunya Jemaah Haji Dilarang Sembarangan Live Streaming
Aturan Beribadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Salah Satunya Jemaah Haji Dilarang Sembarangan Live Streaming
Aktual
Bahaya Penggunaan Kantong Kresek untuk Pembungkus Daging Kurban, Ahli Gizi: Mengandung Zat Karsinogen
Bahaya Penggunaan Kantong Kresek untuk Pembungkus Daging Kurban, Ahli Gizi: Mengandung Zat Karsinogen
Aktual
Bupati Bandung Ajak Warga Nikah Sederhana di KUA untuk Hindari Utang demi Resepsi Mewah
Bupati Bandung Ajak Warga Nikah Sederhana di KUA untuk Hindari Utang demi Resepsi Mewah
Aktual
Menengok Percetakan Al Quran King Fahd Terbesar di Dunia yang Ada di Madinah
Menengok Percetakan Al Quran King Fahd Terbesar di Dunia yang Ada di Madinah
Aktual
PPIH Imbau Jemaah Haji Tak Memaksakan Ibadah di Masjidil Haram untuk Jaga Stamina Jelang Armuzna
PPIH Imbau Jemaah Haji Tak Memaksakan Ibadah di Masjidil Haram untuk Jaga Stamina Jelang Armuzna
Aktual
Hadirnya Makanan Nusantara di Tanah Suci pada Musim Haji 2026 Membuka Peluang Ekonomi bagi UMKM
Hadirnya Makanan Nusantara di Tanah Suci pada Musim Haji 2026 Membuka Peluang Ekonomi bagi UMKM
Aktual
Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Gelombang Kedua Langsung Pakai Ihram Sejak dari Asrama
Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Gelombang Kedua Langsung Pakai Ihram Sejak dari Asrama
Aktual
Butuh Jalan Keluar? Ini Doa Rasulullah saat Memohon Pertolongan Allah
Butuh Jalan Keluar? Ini Doa Rasulullah saat Memohon Pertolongan Allah
Doa dan Niat
Mengintip Persiapan Fase Puncak Ibadah Haji di Armuzna, Fasilitas Jemaah Makin Lengkap
Mengintip Persiapan Fase Puncak Ibadah Haji di Armuzna, Fasilitas Jemaah Makin Lengkap
Aktual
Andre Rosiade Bagi-bagi Uang Saku 100 Riyal untuk Jemaah Haji Kloter Terakhir Embarkasi Padang
Andre Rosiade Bagi-bagi Uang Saku 100 Riyal untuk Jemaah Haji Kloter Terakhir Embarkasi Padang
Aktual
Jangan Tidur setelah Subuh, Ini Keutamaan Rezeki di Waktu Pagi
Jangan Tidur setelah Subuh, Ini Keutamaan Rezeki di Waktu Pagi
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com