Editor
KOMPAS.com - Iran dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan arsitektur Islam paling berpengaruh di dunia. Perpaduan antara budaya Persia kuno dan nilai-nilai Islam melahirkan bangunan masjid yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga karya seni yang memanjakan mata.
Beberapa masjid di Iran bahkan terkenal karena desainnya yang unik, mulai dari cahaya warna-warni seperti kaleidoskop hingga kubah bata yang dianggap sebagai mahakarya arsitektur dunia.
Baca juga: Ribuan Jemaah Padati Masjidil Haram dan Masjid Nabawi pada Malam Pertama 10 Hari Terakhir Ramadhan
Berikut tiga masjid paling unik di Iran yang sering membuat wisatawan dan pecinta arsitektur terpukau.
Masjid Nasir al-Mulk atau Masjid Pink.Masjid Nasir al-Mulk di Shiraz sering dijuluki “Pink Mosque” atau masjid merah jambu karena warna ubin dan ornamen yang dominan.
Namun keajaiban sebenarnya justru terlihat di dalam masjid. Bangunan ini menggunakan kaca patri berwarna pada jendela-jendelanya. Ketika matahari pagi masuk ke dalam ruangan, cahaya tersebut berubah menjadi spektrum warna yang menyebar di dinding, pilar, hingga karpet Persia.
Efeknya membuat interior masjid tampak seperti kaleidoskop raksasa yang dipenuhi warna pelangi.
Masjid ini selesai dibangun pada tahun 1888 pada masa Dinasti Qajar atas perintah Mirza Hasan Ali Nasir al-Mulk. Banyak pengunjung menyebutnya sebagai “masjid dari negeri dongeng” karena suasana magis yang tercipta dari permainan cahaya tersebut.
Masjid Jami Isfahan, Jejak Evolusi Arsitektur Islam Berabad-abad.Jika Masjid Nasir al-Mulk memukau dengan warna, Masjid-i-Jami di Isfahan justru terkenal karena sejarah arsitekturnya yang panjang.
Masjid ini menjadi contoh penting evolusi desain masjid dari masa awal Islam hingga berkembang menjadi konsep empat iwan, yaitu halaman tengah yang dikelilingi empat ruang besar berbentuk lengkungan.
Masjid Jami Isfahan juga memiliki dua kubah bata yang sangat terkenal, yakni Kubah Nizam al-Mulk dan Kubah Taj al-Mulk.
Kubah Taj al-Mulk bahkan dianggap sebagai salah satu kubah bata paling sempurna dalam sejarah arsitektur. Beberapa ahli menyebut struktur kubah ini memiliki kesamaan dengan teknik konstruksi High Gothic di Eropa.
Baca juga: Ada Masjid Berusia 1.200 Tahun di Gurun Negev Israel, Termasuk yang Tertua di Dunia
Selain itu, masjid ini memiliki sekitar 200 kubah kecil dan struktur lengkung bata, yang menunjukkan tingkat keahlian luar biasa para arsitek Persia pada masa itu.
Menara Silinder Seljuk, Inovasi Arsitektur dari Iran.Salah satu inovasi penting dalam arsitektur masjid Iran muncul pada masa Dinasti Seljuk.
Berbeda dengan menara di Afrika Utara yang biasanya berbentuk kotak, menara masjid di Iran banyak menggunakan bentuk silinder yang mengecil ke atas.
Menara ini sering dihiasi dengan muqarnas, yaitu dekorasi khas Islam berbentuk stalaktit yang memberikan kesan artistik pada bagian balkon menara.
Selain itu, arsitek Seljuk juga memperkenalkan konsep dua menara kembar yang mengapit gerbang utama masjid.
Beberapa contoh menara silinder tertua dapat ditemukan di Saveh (dibangun sekitar tahun 1010) dan Damghan.
Desain ini kemudian menjadi inspirasi bagi banyak bangunan Islam di kawasan Timur Tengah dan Asia Tengah.
Masjid-masjid di Iran bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga simbol perpaduan antara seni, geometri, matematika, dan sains yang berkembang pada masa kejayaan peradaban Islam.
Baca juga: Bukan Arab, Ini Daftar Negara dengan Masjid Terbanyak di Dunia, Indonesia Nomor 1
Dari kaca patri berwarna yang memancarkan cahaya pelangi hingga kubah bata yang dirancang dengan presisi tinggi, arsitektur masjid Iran menunjukkan bagaimana spiritualitas dan keindahan dapat berjalan berdampingan.
Tak heran jika hingga kini, masjid-masjid di Iran tetap menjadi destinasi wisata arsitektur Islam paling memukau di dunia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang