Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Masjid Unik di Iran yang Memukau Dunia, Arsitekturnya Seperti Negeri Dongeng

Kompas.com, 11 Maret 2026, 05:00 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Iran dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan arsitektur Islam paling berpengaruh di dunia. Perpaduan antara budaya Persia kuno dan nilai-nilai Islam melahirkan bangunan masjid yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga karya seni yang memanjakan mata.

Beberapa masjid di Iran bahkan terkenal karena desainnya yang unik, mulai dari cahaya warna-warni seperti kaleidoskop hingga kubah bata yang dianggap sebagai mahakarya arsitektur dunia.

Baca juga: Ribuan Jemaah Padati Masjidil Haram dan Masjid Nabawi pada Malam Pertama 10 Hari Terakhir Ramadhan

Tiga Masjid Paling Unik di Iran

Berikut tiga masjid paling unik di Iran yang sering membuat wisatawan dan pecinta arsitektur terpukau.

1. Masjid Nasir al-Mulk, Masjid Pink yang Dipenuhi Cahaya Pelangi

Masjid Nasir al-Mulk atau Masjid Pink.Tasteiran.net Masjid Nasir al-Mulk atau Masjid Pink.

Masjid Nasir al-Mulk di Shiraz sering dijuluki “Pink Mosque” atau masjid merah jambu karena warna ubin dan ornamen yang dominan.

Namun keajaiban sebenarnya justru terlihat di dalam masjid. Bangunan ini menggunakan kaca patri berwarna pada jendela-jendelanya. Ketika matahari pagi masuk ke dalam ruangan, cahaya tersebut berubah menjadi spektrum warna yang menyebar di dinding, pilar, hingga karpet Persia.

Efeknya membuat interior masjid tampak seperti kaleidoskop raksasa yang dipenuhi warna pelangi.

Masjid ini selesai dibangun pada tahun 1888 pada masa Dinasti Qajar atas perintah Mirza Hasan Ali Nasir al-Mulk. Banyak pengunjung menyebutnya sebagai “masjid dari negeri dongeng” karena suasana magis yang tercipta dari permainan cahaya tersebut.

2. Masjid Jami Isfahan, Jejak Evolusi Arsitektur Islam Berabad-abad

Masjid Jami Isfahan, Jejak Evolusi Arsitektur Islam Berabad-abad.Wikipedia/Hamidaespanani Masjid Jami Isfahan, Jejak Evolusi Arsitektur Islam Berabad-abad.

Jika Masjid Nasir al-Mulk memukau dengan warna, Masjid-i-Jami di Isfahan justru terkenal karena sejarah arsitekturnya yang panjang.

Masjid ini menjadi contoh penting evolusi desain masjid dari masa awal Islam hingga berkembang menjadi konsep empat iwan, yaitu halaman tengah yang dikelilingi empat ruang besar berbentuk lengkungan.

Masjid Jami Isfahan juga memiliki dua kubah bata yang sangat terkenal, yakni Kubah Nizam al-Mulk dan Kubah Taj al-Mulk.

Kubah Taj al-Mulk bahkan dianggap sebagai salah satu kubah bata paling sempurna dalam sejarah arsitektur. Beberapa ahli menyebut struktur kubah ini memiliki kesamaan dengan teknik konstruksi High Gothic di Eropa.

Baca juga: Ada Masjid Berusia 1.200 Tahun di Gurun Negev Israel, Termasuk yang Tertua di Dunia

Selain itu, masjid ini memiliki sekitar 200 kubah kecil dan struktur lengkung bata, yang menunjukkan tingkat keahlian luar biasa para arsitek Persia pada masa itu.

3. Menara Silinder Seljuk, Inovasi Arsitektur dari Iran

Menara Silinder Seljuk, Inovasi Arsitektur dari Iran.Worldhistory.org Menara Silinder Seljuk, Inovasi Arsitektur dari Iran.

Salah satu inovasi penting dalam arsitektur masjid Iran muncul pada masa Dinasti Seljuk.

Berbeda dengan menara di Afrika Utara yang biasanya berbentuk kotak, menara masjid di Iran banyak menggunakan bentuk silinder yang mengecil ke atas.

Menara ini sering dihiasi dengan muqarnas, yaitu dekorasi khas Islam berbentuk stalaktit yang memberikan kesan artistik pada bagian balkon menara.

Selain itu, arsitek Seljuk juga memperkenalkan konsep dua menara kembar yang mengapit gerbang utama masjid.

Beberapa contoh menara silinder tertua dapat ditemukan di Saveh (dibangun sekitar tahun 1010) dan Damghan.

Desain ini kemudian menjadi inspirasi bagi banyak bangunan Islam di kawasan Timur Tengah dan Asia Tengah.

Warisan Seni dan Sains dari Era Keemasan Islam

Masjid-masjid di Iran bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga simbol perpaduan antara seni, geometri, matematika, dan sains yang berkembang pada masa kejayaan peradaban Islam.

Baca juga: Bukan Arab, Ini Daftar Negara dengan Masjid Terbanyak di Dunia, Indonesia Nomor 1

Dari kaca patri berwarna yang memancarkan cahaya pelangi hingga kubah bata yang dirancang dengan presisi tinggi, arsitektur masjid Iran menunjukkan bagaimana spiritualitas dan keindahan dapat berjalan berdampingan.

Tak heran jika hingga kini, masjid-masjid di Iran tetap menjadi destinasi wisata arsitektur Islam paling memukau di dunia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Arab Saudi Berlakukan Sanksi Berat bagi Pelaku Usaha Pangan Ilegal saat Musim Haji 2026
Arab Saudi Berlakukan Sanksi Berat bagi Pelaku Usaha Pangan Ilegal saat Musim Haji 2026
Aktual
Imranul Karin, Qari Asal Kaltim Berhasil Raih juara MTQ Internasional 2026 di Rusia
Imranul Karin, Qari Asal Kaltim Berhasil Raih juara MTQ Internasional 2026 di Rusia
Aktual
Cara Naik Bus Shalawat ke Masjidil Haram, Panduan Jemaah Haji untuk Bepergian hingga Pulang ke Hotel
Cara Naik Bus Shalawat ke Masjidil Haram, Panduan Jemaah Haji untuk Bepergian hingga Pulang ke Hotel
Aktual
Jemaah Haji Indonesia Dapat Jatah Air Minum di Makkah, PPIH Perkuat Antisipasi Hadapi Cuaca Panas
Jemaah Haji Indonesia Dapat Jatah Air Minum di Makkah, PPIH Perkuat Antisipasi Hadapi Cuaca Panas
Aktual
Kisah Petugas Haji yang Bekerja Tanpa Pamrih, Ikhlas Bantu Ganti Popok Jemaah Lansia di Bandara Madinah
Kisah Petugas Haji yang Bekerja Tanpa Pamrih, Ikhlas Bantu Ganti Popok Jemaah Lansia di Bandara Madinah
Aktual
Tips Ampuh Cegah Kaki Lecet dan Melepuh bagi Jemaah Haji Saat Ibadah di Tanah Suci
Tips Ampuh Cegah Kaki Lecet dan Melepuh bagi Jemaah Haji Saat Ibadah di Tanah Suci
Aktual
Jemaah Haji Pacitan Tandai Koper Bagasi dengan Pita dan Boneka, Mudahkan Identifikasi di Tanah Suci
Jemaah Haji Pacitan Tandai Koper Bagasi dengan Pita dan Boneka, Mudahkan Identifikasi di Tanah Suci
Aktual
Jemaah Haji Lansia Tak Perlu Paksakan Diri Shalat Arbain, Ini Penjelasannya
Jemaah Haji Lansia Tak Perlu Paksakan Diri Shalat Arbain, Ini Penjelasannya
Aktual
Keringat di Pasar Japura Antarkan Hasanudin dan Kudaedah ke Tanah Suci
Keringat di Pasar Japura Antarkan Hasanudin dan Kudaedah ke Tanah Suci
Aktual
Jemaah Haji Kini Bisa Lapor Kendala di Tanah Suci lewat Aplikasi Kawal Haji
Jemaah Haji Kini Bisa Lapor Kendala di Tanah Suci lewat Aplikasi Kawal Haji
Aktual
PPIH Jelaskan Cara Membaca Kode Sektor Penginapan dan Nomor Hotel Jemaah Haji di Makkah
PPIH Jelaskan Cara Membaca Kode Sektor Penginapan dan Nomor Hotel Jemaah Haji di Makkah
Aktual
Hari Keenam Haji 2026: 28.274 Jemaah Berangkat, 125 Ribu Nikmati Fast Track Tanpa Antre
Hari Keenam Haji 2026: 28.274 Jemaah Berangkat, 125 Ribu Nikmati Fast Track Tanpa Antre
Aktual
Arab Saudi Perketat Aturan Haji 2026, Jamaah Dilarang Live Streaming di Masjid Nabawi
Arab Saudi Perketat Aturan Haji 2026, Jamaah Dilarang Live Streaming di Masjid Nabawi
Aktual
Kemenhaj Siapkan 177 Hotel untuk Jamaah Haji di Makkah, Ada yang Bisa Tampung 21.500 Orang
Kemenhaj Siapkan 177 Hotel untuk Jamaah Haji di Makkah, Ada yang Bisa Tampung 21.500 Orang
Aktual
Sudah Dilarang, Petugas Masih Temukan Rice Cooker hingga Pemanas Air di Bagasi Jemaah Haji
Sudah Dilarang, Petugas Masih Temukan Rice Cooker hingga Pemanas Air di Bagasi Jemaah Haji
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com