SURABAYA, KOMPAS.com – Kapasitas jemaah dan tempat parkir di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya diperluas menjelang pelaksanaan shalat Idulfitri 1447 H/2026.
Pelaksanaan shalat Idulfitri yang akan berlangsung besok Sabtu (21/3/2026) diperkirakan dapat menampung sebanyak 60 ribu jemaah.
Jumlah tersebut mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Di mana tahun sebelumnya, masjid terbesar di Surabaya itu menampung sebesar 45 ribu jemaah.
Selain kapasitas tempat shalat, kantong-kantong parkir juga diperluas untuk mengurai kemacetan, baik saat menuju masjid maupun kepulangan.
Baca juga: Warga Muhammadiyah Palopo Rayakan Idul Fitri Lebih Awal, Ribuan Jemaah Padati Kampus Unismuh
menyatakan kesiapannya menggelar shalat Idulfitri 1447 Hijriah tahun 2026 dengan kapasitas hingga 60.000 jemaah.
Hal itu disampaikan Humas Masjid Nasional Al-Akbar, Helmy M Noor, seraya menegaskan pihaknya siap melaksanakan shalat Id kapan pun, menyesuaikan keputusan dan ketetapan pemerintah.
"Secara teknis kita sudah gladikan saat qiyamul lail dalam jumlah besar, terutama malam-malam ganjil. Sampai 40.000 jemaah, itu menjadi cerminan shalat Idulfitri kurang lebih juga sama," ujar Humas Masjid Nasional Al-Akbar, Helmy M Noor, Jumat (20/3/2026).
Untuk pelaksanaan shalat Id, masjid telah menetapkan Prof Dr KH Muhammad Ali Aziz, Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya, sebagai khatib.
Adapun posisi imam akan diisi oleh KH Abdul Hamid Abdullah.
Guna mengakomodasi lonjakan jemaah, pihak masjid menyiapkan saf darurat di halaman sisi timur, utara, dan selatan bagi jemaah yang tidak tertampung di dalam gedung, baik lantai satu maupun lantai dua.
Dengan tambahan ruang tersebut, kapasitas total diperkirakan mencapai 60.000 jemaah.
Terkait perparkiran, Helmy menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menyiapkan kantong-kantong parkir.
Melihat kapasitas parkir resmi di area masjid sendiri terbilang terbatas, yakni 600 petak untuk kendaraan roda empat dan 1.200 petak untuk sepeda motor.
Kapasitas itu pun akan semakin berkurang karena sebagian halaman dimanfaatkan untuk saf shalat.
Oleh karena itu, ada beberapa lokasi seperti SMP Negeri 22 Surabaya dan Gereja Katolik Paroki Sakramen Mahakudus akan menjadi tempat parkir sementara, saat pelaksanaan shalat Idulfitri berlangsung.
Baca juga: Khutbah Idul Fitri 1447 H: Tetap Istiqamah dalam Kebaikan Meski Ramadhan Usai
Helmy mengimbau jemaah agar tiba di masjid sejak waktu subuh demi menghindari penumpukan saat masuk.
Para jemaah harus mematuhi ketentuan parkir yang berlaku agar arus lalu lintas di sekitar masjid tetap lancar.
"Pengalaman yang lalu, parkirnya menutup jalan sehingga ketika selesai shalat orang tidak bisa keluar," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang