Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Fungsi Kiswah Penutup Kabah, Menjaga Kesucian hingga Simbol Persatuan Umat Muslim

Kompas.com, 12 April 2026, 15:16 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber BPKH

KOMPAS.com - Kiswah merupakan kain penutup Ka’bah yang memiliki makna penting dalam tradisi Islam.

Kain ini tidak hanya berfungsi sebagai pelindung fisik Ka’bah, tetapi juga sarat nilai spiritual dan sejarah.

Setiap tahun, Kiswah diganti sebagai bagian dari rangkaian persiapan ibadah haji di Masjidil Haram.

Keberadaannya menjadi simbol penghormatan umat Islam terhadap Ka’bah sebagai pusat ibadah.

Baca juga: Ke Mana Perginya Kiswah Lama Kabah Setelah Diganti?

Apa Itu Kiswah?

Dilansir dari laman Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Kiswah adalah kain berwarna hitam yang dihiasi benang emas untuk menutupi Ka'bah, bangunan suci yang berada di pusat Masjidil Haram.

Kain ini dibuat dari bahan berkualitas tinggi, umumnya berupa sutra hitam yang dipadukan dengan kaligrafi ayat-ayat suci Alquran.

Kiswah dipasang setiap tahun pada waktu tertentu, khususnya menjelang musim haji, dan memiliki makna yang sangat mendalam bagi umat Islam.

Baca juga: Momen Langka, Begini Penampakan Asli Kabah Tanpa Kiswah

Secara bahasa, Kiswah berarti “penutup”. Ukurannya sangat besar, sekitar 658 meter persegi dengan berat kurang lebih 650 kilogram, sehingga mampu menutupi seluruh permukaan Ka’bah.

Selain itu, Kiswah dilengkapi bagian tertentu seperti pintu dan jendela yang memudahkan akses ke dalam Ka’bah.

Kain ini juga memiliki makna simbolis sebagai lambang kesucian, kebersihan, dan bentuk penghormatan kepada Allah.

Dalam tradisi Islam, Kiswah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rangkaian ibadah haji, saat umat Muslim berkumpul untuk beribadah dan menunjukkan ketaatan kepada Tuhan.

Kiswah sendiri diganti secara rutin setiap tahun, yaitu pada tanggal 1 Muharram.

Sejarah Kiswah

Pada masa pra-Islam, Kiswah tidak hanya berfungsi sebagai penutup Ka’bah, tetapi juga menjadi simbol kehormatan dan identitas budaya suku-suku Arab.

Mereka menggunakan kain dengan warna dan motif yang beragam sesuai dengan kepercayaan dan tradisi masing-masing.

Salah satu tokoh yang tercatat pernah menutupi Ka’bah adalah Raja Tub’a dari Yaman dengan kain berwarna-warni.

Tradisi tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan nenek moyang, terutama pada masa ketika kaum Quraisy menguasai Makkah dalam waktu yang lama.

Memasuki masa Islam, Kiswah mulai dihiasi dengan kaligrafi ayat-ayat suci Alquran, terutama Surat Al Ikhlas, kalimat Allahu Akbar, dan syahadat.

Namun, Rasulullah tidak mengubah warna Kiswah dan tetap menggunakan warna peninggalan dari Yaman.

Pada masa khalifah Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Utsman bin Affan, warna Kiswah berubah menjadi warna Koptik khas Mesir.

Selanjutnya, pada masa Dinasti Muawiyah, warna Kiswah kembali mengalami perubahan menjadi merah, putih, hijau, dan hitam.

Perdebatan sempat muncul mengenai warna yang paling sesuai, hingga akhirnya disepakati bahwa Kiswah berwarna hitam.

Jemaah berdoa sambil mencium Kiswah Ka'bah.Pexels/ Lalezarfa Jemaah berdoa sambil mencium Kiswah Ka'bah.

Raja Muzaffar dari Yaman pada masa Dinasti Abbasiyah disebut sebagai pihak pertama yang membuat Kiswah dalam bentuk seperti baju.

Produksi Kiswah saat itu dilakukan di Mesir, seiring dengan luasnya kekuasaan Abbasiyah.

Seiring perkembangan zaman, produksi Kiswah dilakukan di berbagai wilayah, termasuk Mesir dan Mekkah.

Pada era modern, sejak 1977, Arab Saudi mendirikan pabrik Kiswah di Mekkah untuk memproduksi kain ini secara mandiri, menegaskan pentingnya Kiswah dalam konteks budaya dan keagamaan umat Islam.

5 Fungsi Kiswah Penutup Ka’bah

Berikut adalah beberapa fungsi Kiswah yang menutupi Ka'bah:

1. Menjaga Kesucian Ka’bah

Fungsi utama Kiswah adalah melindungi Ka’bah dari paparan cuaca, debu, dan kotoran. Dengan adanya penutup ini, kondisi Ka’bah tetap terjaga kebersihan dan kesuciannya sehingga nyaman bagi jemaah yang datang beribadah.

2. Simbol Kebanggaan Umat Islam

Kiswah juga berperan sebagai simbol kebanggaan bagi umat Islam. Keindahan dan kemegahannya menghubungkan umat dengan sejarah panjang dan tradisi keagamaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

3. Pengingat Spiritual

Selain sebagai penutup fisik, Kiswah berfungsi sebagai pengingat spiritual. Kaligrafi ayat-ayat Alquran yang tertera di atasnya mengandung makna mendalam, sehingga mendorong jemaah untuk senantiasa berdoa, bersyukur, dan mengingat Allah.

Jemaah melakukan ibadah thawaf mengelilingi Ka'bah.Pexels/seymasungr Jemaah melakukan ibadah thawaf mengelilingi Ka'bah.

4. Menyatukan Umat Muslim

Kiswah menjadi simbol persatuan umat Islam di seluruh dunia. Setiap tahun, jutaan jemaah dari berbagai negara berkumpul di Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji, dan keberadaan Kiswah memperkuat rasa kebersamaan di tengah perbedaan latar belakang.

5. Mendukung Keberlanjutan Ibadah Haji

Dengan adanya pabrik Kiswah di Mekkah, kebutuhan kain penutup Ka’bah dapat terpenuhi secara berkelanjutan. Produksi lokal ini memastikan kualitas Kiswah tetap terjaga dan tidak bergantung pada pihak lain, sehingga mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah haji setiap tahun.

Kiswah tidak hanya berfungsi sebagai penutup Ka’bah, tetapi juga memiliki nilai sejarah, simbolik, dan spiritual yang sangat penting dalam kehidupan umat Islam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kumpulan Doa Berangkat Haji Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
Kumpulan Doa Berangkat Haji Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Dari Media Sosial ke Aksi Nyata, Kisah Penyelamatan ODGJ di Banyuwangi Ini Bikin Haru
Dari Media Sosial ke Aksi Nyata, Kisah Penyelamatan ODGJ di Banyuwangi Ini Bikin Haru
Aktual
Meninggalkan Wajib Haji: Sah atau Tidak Hajinya? Ini Penjelasan Lengkap, Termasuk Denda dan Keringanannya
Meninggalkan Wajib Haji: Sah atau Tidak Hajinya? Ini Penjelasan Lengkap, Termasuk Denda dan Keringanannya
Aktual
118 Hotel Disiapkan di Madinah, Siap Tampung 103 Ribu Jemaah Haji Indonesia 2026
118 Hotel Disiapkan di Madinah, Siap Tampung 103 Ribu Jemaah Haji Indonesia 2026
Aktual
Kapan Idul Adha 2026? Cek Tanggalnya dan Potensi Libur Panjang 6 Hari
Kapan Idul Adha 2026? Cek Tanggalnya dan Potensi Libur Panjang 6 Hari
Aktual
Hadapi Cuaca Ekstrem, Ini 7 Alat Pelindung Diri Wajib Bagi Jemaah Haji
Hadapi Cuaca Ekstrem, Ini 7 Alat Pelindung Diri Wajib Bagi Jemaah Haji
Aktual
Standar Ketat Haji 2026, Makanan Jemaah Dicek 3 Kali Sehari
Standar Ketat Haji 2026, Makanan Jemaah Dicek 3 Kali Sehari
Aktual
 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede Gunakan Fast Track Haji 2026, Jemaah Lebih Cepat Lewati Imigrasi
Embarkasi Jakarta-Pondok Gede Gunakan Fast Track Haji 2026, Jemaah Lebih Cepat Lewati Imigrasi
Aktual
 Satgas Haji Gagalkan 8 WNI Berangkat ke Tanah Suci Pakai Visa Non-Haji, Travel Nakal Diusut
Satgas Haji Gagalkan 8 WNI Berangkat ke Tanah Suci Pakai Visa Non-Haji, Travel Nakal Diusut
Aktual
Arab Saudi Siapkan Transportasi Haji 2026: 3,1 Juta Kursi dan 12.000 Penerbangan untuk Layani Tamu Allah
Arab Saudi Siapkan Transportasi Haji 2026: 3,1 Juta Kursi dan 12.000 Penerbangan untuk Layani Tamu Allah
Aktual
Kartu Nusuk untuk Haji 2026: Fungsi, Cara Pakai, dan Aturan Jika Kartu Hilang
Kartu Nusuk untuk Haji 2026: Fungsi, Cara Pakai, dan Aturan Jika Kartu Hilang
Aktual
Badan Karantina Kawal Distribusi Hewan Kurban via Tol Laut Jelang Idul Adha 2026
Badan Karantina Kawal Distribusi Hewan Kurban via Tol Laut Jelang Idul Adha 2026
Aktual
Bobby Nasution Tepung Tawari Calon Jemaah Haji Sumut, Pesan Jaga Kesehatan dan Titip Doa
Bobby Nasution Tepung Tawari Calon Jemaah Haji Sumut, Pesan Jaga Kesehatan dan Titip Doa
Aktual
Tradisi Tepuk Tepung Tawar Iringi Pelepasan Jemaah Haji, Simbol Syukur dan Doa
Tradisi Tepuk Tepung Tawar Iringi Pelepasan Jemaah Haji, Simbol Syukur dan Doa
Aktual
Kloter Pertama Haji 2026 Tiba di Madinah, PPIH Pastikan Layanan Siap
Kloter Pertama Haji 2026 Tiba di Madinah, PPIH Pastikan Layanan Siap
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com