Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Haji 2026 Dimulai: Saudi Siapkan 3,1 Juta Kursi, RI Matangkan Layanan Jemaah

Kompas.com, 24 April 2026, 16:38 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Skala penyelenggaraan ibadah haji kembali menunjukkan wajahnya sebagai salah satu mobilitas manusia terbesar di dunia.

Menjelang musim haji 1447 Hijriah/2026, berbagai negara, terutama Arab Saudi sebagai tuan rumah, mulai mematangkan persiapan logistik dalam skala masif.

Di saat yang sama, Indonesia sebagai salah satu pengirim jemaah terbesar juga memperkuat kesiapan dari dalam negeri.

Skala Logistik Global: Jutaan Kursi dan Ribuan Penerbangan

Otoritas penerbangan Arab Saudi, General Authority of Civil Aviation (GACA), menyiapkan lebih dari 3,1 juta kursi penerbangan untuk musim haji 2026.

Kapasitas ini didukung oleh lebih dari 12.000 penerbangan, baik reguler maupun charter, yang akan melayani arus masuk dan keluar jemaah dari seluruh dunia.

Operasional ini tidak dilakukan secara sembarangan. Dilansir dari Saudi Gazette, Jumat (24/4/2026), enam bandara utama menjadi tulang punggung mobilitas udara diantaranya: 

  1. Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah
  2. Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz di Madinah 
  3. Bandara Internasional King Khalid di Riyadh
  4. Bandara Internasional King Fahd di Dammam
  5. Bandara Internasional Taif
  6. Bandara Internasional Prince Abdulmohsin bin Abdulaziz di Yanbu

Langkah ini mencerminkan kompleksitas manajemen haji modern. Tidak hanya soal jumlah jemaah, tetapi juga sinkronisasi jadwal penerbangan, kapasitas bandara, hingga keamanan dan keselamatan perjalanan udara.

Dalam konteks ini, GACA berperan sebagai regulator yang memastikan seluruh sistem berjalan terintegrasi.

Kebijakan tersebut juga selaras dengan visi besar Saudi Vision 2030, yang menargetkan peningkatan kualitas layanan haji dan umrah, termasuk dari sisi transportasi dan pengalaman jemaah.

Baca juga: Saudi Siapkan 12.000 Penerbangan dan 3,1 Juta Kursi untuk Haji 2026

Arus Jemaah Mulai Bergerak Lebih Awal

Musim haji 2026 menunjukkan pergeseran pola kedatangan jemaah. Sejak 18 April 2026, jemaah internasional sudah mulai berdatangan ke Arab Saudi.

Hal ini dilakukan untuk menghindari penumpukan ekstrem menjelang puncak ibadah di akhir Mei.

Strategi ini menandai pendekatan baru dalam manajemen kerumunan (crowd management), di mana distribusi waktu kedatangan menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran dan keselamatan jemaah.

Selain jalur udara, sebagian jemaah juga datang melalui jalur darat dan laut, meskipun jumlahnya tidak sebesar transportasi udara.

Kombinasi moda transportasi ini memperlihatkan betapa luasnya cakupan logistik haji, yang tidak hanya bergantung pada satu sistem.

Indonesia Siap Berangkatkan Lebih dari 200 Ribu Jemaah

Di dalam negeri, kesiapan logistik juga terus dimatangkan. InJourney Airports memastikan kesiapan 19 bandara untuk melayani keberangkatan sekitar 205.333 jemaah haji Indonesia mulai 22 April 2026.

Dari jumlah tersebut, 14 bandara ditetapkan sebagai embarkasi haji utama, sementara 5 lainnya berfungsi sebagai embarkasi haji antara. Bandara-bandara besar seperti Soekarno-Hatta, Juanda, Kualanamu, hingga Sultan Hasanuddin menjadi titik utama keberangkatan.

Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R Pahlevi, menegaskan bahwa kesiapan tidak hanya mencakup fasilitas, tetapi juga koordinasi lintas sektor.

“Infrastruktur sisi udara seperti runway, taxiway, dan apron telah dipastikan siap mendukung pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777 dan Airbus A330,” ujar Pahlevi dilansir dari Kompas.com, Jumat (24/4/2026).

Hal ini penting mengingat penerbangan haji membutuhkan kapasitas besar dalam satu waktu, dengan tingkat ketepatan jadwal yang tinggi.

Baca juga: Menkes Saudi Cek RS di Makkah, Siap Layani Jemaah Haji 2026

Layanan Kesehatan: Antisipasi Risiko Sejak Awal

Selain transportasi, aspek kesehatan menjadi perhatian krusial dalam penyelenggaraan haji Indonesia.

Pemerintah telah menyiapkan layanan kesehatan berlapis, mulai dari pemeriksaan sebelum keberangkatan hingga pendampingan medis di Tanah Suci.

Jemaah diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan (istitha’ah) untuk memastikan kesiapan fisik.

Di embarkasi, tersedia pos kesehatan dan tim medis yang siaga menangani kondisi darurat sebelum keberangkatan.

Sementara di Arab Saudi, petugas kesehatan Indonesia ditempatkan di berbagai titik strategis, termasuk klinik kesehatan haji Indonesia (KKHI).

Layanan ini penting mengingat risiko kesehatan selama haji cukup tinggi, mulai dari kelelahan, dehidrasi, hingga penyakit pernapasan akibat kepadatan jemaah.

Pendekatan ini sejalan dengan prinsip dalam fikih ibadah yang menempatkan kesehatan sebagai bagian dari kesiapan menjalankan ibadah secara optimal.

Digitalisasi Haji: Peran Kartu Nusuk dan Sistem Terintegrasi

Transformasi digital juga menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan haji 2026. Salah satu inovasi utama adalah penggunaan kartu Nusuk, identitas digital yang diterbitkan oleh pemerintah Arab Saudi.

Kartu Nusuk berfungsi sebagai “akses utama” jemaah selama di Tanah Suci. Di dalamnya tersimpan data identitas, izin akses ke area tertentu seperti Masjidil Haram, serta integrasi dengan layanan transportasi dan akomodasi.

Dengan sistem ini, mobilitas jemaah menjadi lebih tertata dan aman. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) turut memastikan distribusi dan pemahaman penggunaan kartu Nusuk bagi jemaah sebelum keberangkatan.

Selain itu, digitalisasi juga mencakup dokumen perjalanan, manifest penerbangan, hingga sistem pelaporan jemaah secara real-time.

Semua ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi sekaligus meminimalkan potensi kendala administratif.

Baca juga: Saudi Tingkatkan Persiapan Haji 2026, Kerajaan Minta Seluruh Otoritas Beri Pelayanan Maksimal Kepada Jamaah

Inovasi Layanan: Mecca Route dan Efisiensi Keimigrasian

Salah satu terobosan penting dalam penyelenggaraan haji tahun ini adalah perluasan layanan Mecca Route.

Program ini memungkinkan proses keimigrasian Arab Saudi dilakukan langsung di bandara keberangkatan di Indonesia.

Tahun 2026, layanan ini tersedia di empat bandara utama: Soekarno-Hatta, Juanda, Adi Soemarmo, dan untuk pertama kalinya di Sultan Hasanuddin Makassar.

Dengan sistem ini, jemaah tidak perlu lagi menjalani pemeriksaan imigrasi panjang saat tiba di Arab Saudi. Proses menjadi lebih cepat, efisien, dan mengurangi kelelahan setelah perjalanan panjang.

Di sisi lain, sistem keamanan juga diperkuat sejak di asrama haji, dengan penggunaan teknologi seperti x-ray, walk-through metal detector, dan pemeriksaan berlapis oleh petugas Aviation Security.

Menyatukan Skala Global dan Nasional

Penyelenggaraan haji 2026 memperlihatkan dua skala besar yang berjalan bersamaan.

Di tingkat global, Arab Saudi menyiapkan jutaan kursi penerbangan dan sistem transportasi udara yang terintegrasi.

Di tingkat nasional, Indonesia memastikan kesiapan jemaah melalui bandara, layanan kesehatan, hingga digitalisasi dokumen.

Dalam kajian modern, seperti yang diulas dalam buku The Hajj: Pilgrimage in Islam karya Eric Tagliacozzo, haji bukan lagi sekadar ritual keagamaan, tetapi juga fenomena manajemen global yang melibatkan teknologi, logistik, dan tata kelola yang kompleks.

Pada akhirnya, semua persiapan ini bermuara pada satu tujuan, yaitu memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.

Di balik jutaan kursi pesawat, ratusan ribu jemaah, dan sistem digital yang canggih, tersimpan satu harapan yang sama, perjalanan spiritual yang lancar menuju ibadah haji yang mabrur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Tertipu Modus Percepatan Haji, Pasutri Lansia di Lumajang Kehilangan Rp 81 Juta
Tertipu Modus Percepatan Haji, Pasutri Lansia di Lumajang Kehilangan Rp 81 Juta
Aktual
Bandara Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam untuk Layani Penerbangan Haji 2026
Bandara Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam untuk Layani Penerbangan Haji 2026
Aktual
PPIH Arab Saudi Siagakan Tim Kesehatan di Bandara Madinah, Jamaah Haji Sakit Langsung Diperiksa
PPIH Arab Saudi Siagakan Tim Kesehatan di Bandara Madinah, Jamaah Haji Sakit Langsung Diperiksa
Aktual
Dedikasi PPIH Arab Saudi, Cek Makanan Tiga Kali Sehari demi Jaga Kesehatan Jemaah Haji
Dedikasi PPIH Arab Saudi, Cek Makanan Tiga Kali Sehari demi Jaga Kesehatan Jemaah Haji
Aktual
Terjebak Hujan Disertai Petir? Ini Doa Rasulullah Agar Terhindar Bahaya
Terjebak Hujan Disertai Petir? Ini Doa Rasulullah Agar Terhindar Bahaya
Doa dan Niat
Petugas Keamanan Mulai Lakukan Random Checking Jamaah Haji di Makkah, Kartu Nusuk Jadi Sasaran
Petugas Keamanan Mulai Lakukan Random Checking Jamaah Haji di Makkah, Kartu Nusuk Jadi Sasaran
Aktual
Suhu Uni Emirat Arab Tembus 44 Derajat di Bulan April, Ini Penyebabnya
Suhu Uni Emirat Arab Tembus 44 Derajat di Bulan April, Ini Penyebabnya
Aktual
Sistem Rombongan Jadi Kunci Penataan Jamaah Haji Indonesia Sejak Tiba di Madinah
Sistem Rombongan Jadi Kunci Penataan Jamaah Haji Indonesia Sejak Tiba di Madinah
Aktual
Bolehkah Satu Kambing untuk Kurban dan Akikah Sekaligus? Ini Hukum dan Pendapat Ulama
Bolehkah Satu Kambing untuk Kurban dan Akikah Sekaligus? Ini Hukum dan Pendapat Ulama
Aktual
Keutamaan Silaturahmi dalam Islam: Jalan Melapangkan Rezeki
Keutamaan Silaturahmi dalam Islam: Jalan Melapangkan Rezeki
Aktual
Surah Al-Hujurat: Larangan Menghina dan Makna 'Khairun Minhum'
Surah Al-Hujurat: Larangan Menghina dan Makna "Khairun Minhum"
Aktual
Haji 2026 Dimulai: Saudi Siapkan 3,1 Juta Kursi, RI Matangkan Layanan Jemaah
Haji 2026 Dimulai: Saudi Siapkan 3,1 Juta Kursi, RI Matangkan Layanan Jemaah
Aktual
Hukum Sholat Sambil Baca Al-Qur’an di HP, Sah atau Tidak?
Hukum Sholat Sambil Baca Al-Qur’an di HP, Sah atau Tidak?
Aktual
Hari Keempat Haji 2026, 15.349 Jemaah Indonesia Sudah Berangkat, Ini Imbauannya
Hari Keempat Haji 2026, 15.349 Jemaah Indonesia Sudah Berangkat, Ini Imbauannya
Aktual
Ketika Dunia Jadi Tujuan, Agama Hanya Tinggal Formalitas
Ketika Dunia Jadi Tujuan, Agama Hanya Tinggal Formalitas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com