Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Suhu Uni Emirat Arab Tembus 44 Derajat di Bulan April, Ini Penyebabnya

Kompas.com, 24 April 2026, 17:44 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

Sumber Gulf News

KOMPAS.com — Gelombang panas ekstrem melanda Uni Emirat Arab (UEA) meski baru memasuki April.

Suhu di sejumlah wilayah bahkan menembus 44 derajat Celsius, jauh di atas rata-rata musim ini, membuat banyak warga terkejut setelah sebelumnya menikmati cuaca yang relatif sejuk.

Data dari National Centre of Meteorology (NCM) menunjukkan suhu tertinggi pekan ini tercatat di wilayah Mezaira, mencapai 44°C.

Sementara itu, kota-kota besar seperti Dubai, Abu Dhabi, dan Sharjah mengalami suhu antara 36–38°C, dengan tingkat kelembapan yang membuat suhu terasa lebih panas.

Baca juga: Suhu Esktrem di Saudi Saat Haji, Dokter Bagikan Tips 2 Teguk Tiap 10 Menit

April Tapi Sudah Ekstrem, Ada Apa?

Secara normal, suhu April di UEA berkisar 32–36°C. Namun tahun ini, lonjakan suhu dipicu oleh beberapa faktor sekaligus.

Pertama, fenomena musim transisi yang dikenal sebagai “Sarrayat”, periode perubahan cuaca ekstrem dari pertengahan Maret hingga awal Mei. Pada fase ini, suhu bisa melonjak drastis hanya dalam hitungan hari.

Kedua, adanya sistem tekanan rendah di Semenanjung Arab, khususnya wilayah Arab Saudi, yang memicu ketidakstabilan atmosfer dan meningkatkan suhu di kawasan sekitarnya.

Ketiga, posisi matahari yang semakin mendekati Garis Balik Utara membuat radiasi panas meningkat tajam, terutama di wilayah gurun seperti Al Dhafra dan Al Ain.

Belum Puncaknya, Suhu Diprediksi Terus Naik

Menurut laporan AccuWeather dan NCM, suhu di UEA diperkirakan terus meningkat hingga akhir April. Di Dubai, suhu diprediksi mencapai 36–37°C dalam beberapa hari ke depan sebelum sedikit turun di awal Mei.

Meski cuaca disebut “stabil”, kondisi ini justru mempercepat kenaikan suhu karena minim awan dan angin. Akibatnya, panas terasa lebih menyengat terutama pada siang hingga sore hari.

Waspada! Puncak Panas Belum Tiba

Para ahli memperingatkan bahwa kondisi saat ini baru awal. Memasuki pertengahan Mei, sistem monsun India akan mulai memengaruhi kawasan Teluk, membawa udara panas dan lembap yang lebih intens.

Pada puncak musim panas, suhu di UEA bisa melampaui 50°C, terutama di wilayah gurun. Bahkan pada 2024, suhu ekstrem di atas 50°C sempat tercatat.

Potensi El Nino, Musim Panas Bisa Lebih Parah

Lembaga meteorologi global seperti NOAA dan ECMWF memprediksi peluang 61 persen terjadinya fenomena El Nino pada pertengahan 2026.

Jika terjadi, suhu di kawasan Teluk, termasuk UEA, berpotensi lebih panas dari biasanya, disertai kelembapan tinggi dan cuaca ekstrem.

Baca juga: Cuaca Haji 2026 Diprediksi Ekstrem meski Masuk Musim Semi, Suhu Makkah Bisa Tembus 40°C

Imbauan untuk Warga

Di tengah lonjakan suhu ini, warga diimbau untuk:

  • Memperbanyak minum air agar tidak dehidrasi
  • Menghindari aktivitas luar ruangan pada pukul 12.00–15.00
  • Memantau informasi resmi dari otoritas cuaca
  • Waspada terhadap badai debu yang bisa terjadi sewaktu-waktu

Gelombang panas ini menjadi pengingat bahwa musim panas di kawasan Timur Tengah datang lebih cepat dari perkiraan—dan tahun ini bisa jadi lebih ekstrem dari biasanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Bandara Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam untuk Layani Penerbangan Haji 2026
Bandara Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam untuk Layani Penerbangan Haji 2026
Aktual
PPIH Arab Saudi Siagakan Tim Kesehatan di Bandara Madinah, Jamaah Haji Sakit Langsung Diperiksa
PPIH Arab Saudi Siagakan Tim Kesehatan di Bandara Madinah, Jamaah Haji Sakit Langsung Diperiksa
Aktual
Dedikasi PPIH Arab Saudi, Cek Makanan Tiga Kali Sehari demi Jaga Kesehatan Jemaah Haji
Dedikasi PPIH Arab Saudi, Cek Makanan Tiga Kali Sehari demi Jaga Kesehatan Jemaah Haji
Aktual
Terjebak Hujan Disertai Petir? Ini Doa Rasulullah Agar Terhindar Bahaya
Terjebak Hujan Disertai Petir? Ini Doa Rasulullah Agar Terhindar Bahaya
Doa dan Niat
Petugas Keamanan Mulai Lakukan Random Checking Jamaah Haji di Makkah, Kartu Nusuk Jadi Sasaran
Petugas Keamanan Mulai Lakukan Random Checking Jamaah Haji di Makkah, Kartu Nusuk Jadi Sasaran
Aktual
Suhu Uni Emirat Arab Tembus 44 Derajat di Bulan April, Ini Penyebabnya
Suhu Uni Emirat Arab Tembus 44 Derajat di Bulan April, Ini Penyebabnya
Aktual
Sistem Rombongan Jadi Kunci Penataan Jamaah Haji Indonesia Sejak Tiba di Madinah
Sistem Rombongan Jadi Kunci Penataan Jamaah Haji Indonesia Sejak Tiba di Madinah
Aktual
Bolehkah Satu Kambing untuk Kurban dan Akikah Sekaligus? Ini Hukum dan Pendapat Ulama
Bolehkah Satu Kambing untuk Kurban dan Akikah Sekaligus? Ini Hukum dan Pendapat Ulama
Aktual
Keutamaan Silaturahmi dalam Islam: Jalan Melapangkan Rezeki
Keutamaan Silaturahmi dalam Islam: Jalan Melapangkan Rezeki
Aktual
Surah Al-Hujurat: Larangan Menghina dan Makna 'Khairun Minhum'
Surah Al-Hujurat: Larangan Menghina dan Makna "Khairun Minhum"
Aktual
Haji 2026 Dimulai: Saudi Siapkan 3,1 Juta Kursi, RI Matangkan Layanan Jemaah
Haji 2026 Dimulai: Saudi Siapkan 3,1 Juta Kursi, RI Matangkan Layanan Jemaah
Aktual
Hukum Sholat Sambil Baca Al-Qur’an di HP, Sah atau Tidak?
Hukum Sholat Sambil Baca Al-Qur’an di HP, Sah atau Tidak?
Aktual
Hari Keempat Haji 2026, 15.349 Jemaah Indonesia Sudah Berangkat, Ini Imbauannya
Hari Keempat Haji 2026, 15.349 Jemaah Indonesia Sudah Berangkat, Ini Imbauannya
Aktual
Ketika Dunia Jadi Tujuan, Agama Hanya Tinggal Formalitas
Ketika Dunia Jadi Tujuan, Agama Hanya Tinggal Formalitas
Aktual
Tak Pernah Gelap, Listrik Masjidil Haram Tembus Rp 69 Miliar Per Bulan
Tak Pernah Gelap, Listrik Masjidil Haram Tembus Rp 69 Miliar Per Bulan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com