Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jemaah Haji Diimbau Bijak Berbelanja untuk Hindari Over Bagasi Saat Berpindah dari Madinah ke Makkah

Kompas.com, 1 Mei 2026, 22:59 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Penyelenggara haji Embarkasi Makassar mengimbau jemaah haji Indonesia lebih bijak saat berbelanja di Madinah agar tidak mengalami over bagasi saat melanjutkan perjalanan ke Makkah.

Imbauan ini disampaikan setelah ditemukan banyak barang bawaan jemaah yang melebihi kapasitas angkut.

Kondisi tersebut berpotensi membuat sebagian barang tidak dapat ikut terangkut menuju Makkah.

Baca juga: Alasan Kemenhaj Larang Jemaah Haji Lakukan City Tour Sebelum Armuzna: Jaga Fisik dan Fokus Ibadah

Persoalan over bagasi kini menjadi perhatian serius penyelenggara haji setelah dua kloter asal Embarkasi Makassar tiba di Makkah.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan (Sulsel), Ikbal Ismail, mengatakan proses penyelenggaraan ibadah haji dari Embarkasi Makassar sejauh ini berjalan lancar tanpa kendala berarti di setiap kelompok terbang (kloter).

Baca juga: Jemaah Haji Indonesia Mulai Jalani Umrah Wajib di Masjidil Haram

Namun, pihaknya mengakui telah menerima teguran terkait banyaknya barang bawaan jemaah yang melebihi ketentuan.

“Yang jadi masalah itu terkait over bagasi jamaah dari Madinah ke Makkah. Kami sudah ditegur pimpinan soal ini,” kata Ikbal saat ditemui Tribun-Timur.com di Asrama Haji Sudiang Makassar, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (1/5/2026).

Hanya Barang Sesuai Ketentuan yang Akan Diangkut ke Makkah

Ikbal menjelaskan petugas hanya akan mengangkut barang resmi milik jemaah berupa koper besar dan koper kabin sesuai aturan yang telah ditetapkan.

Sementara itu, barang tambahan di luar ketentuan dipastikan tidak akan dimuat dalam kendaraan menuju Makkah.

Menurut dia, kondisi ini perlu dipahami jemaah agar tidak terjadi kesalahpahaman saat barang bawaan tertinggal karena melebihi kapasitas.

Jemaah Diminta Bijak Berbelanja Saat di Madinah

Penyelenggara haji tidak melarang jemaah berbelanja selama berada di Madinah. Namun, jemaah diminta memperhitungkan kapasitas bagasi agar barang yang dibeli tidak menimbulkan kendala saat perpindahan menuju Makkah.

Bagi jemaah yang ingin membeli barang dalam jumlah banyak, disarankan menggunakan layanan pengiriman kargo.

"Kami harapkan kalau jamaah mau belanja di Madinah, silakan saja, tapi langsung kirim lewat kargo. Jangan dibawa ke Makkah," kata Ikbal.

“Jangan sampai sudah belanja banyak, ternyata barangnya tidak bisa ikut karena memang aturan yang diurus panitia hanya koper resmi,” lanjutnya.

Jemaah haji kirim oleh-oleh lebih awal dengan memanfaatkan jasa kargo, Selasa (28/4/2026).KOMPAS.com/ PYTHAG KURNIATI Jemaah haji kirim oleh-oleh lebih awal dengan memanfaatkan jasa kargo, Selasa (28/4/2026).

Sejumlah Barang Jemaah Dilaporkan Tertinggal

Ikbal mengakui kebiasaan membawa banyak barang belanjaan masih sering terjadi di kalangan jemaah Indonesia, termasuk dari Embarkasi Makassar.

Meski sebagian jemaah sudah mulai menggunakan layanan kargo, masih ada yang tetap membawa barang tambahan ke dalam bus menuju Makkah.

Akibatnya, sejumlah barang milik jemaah dilaporkan tidak dapat dimuat dalam kendaraan pengangkut.

“Kami tidak melarang belanja, tapi mohon langsung kirim lewat kargo. Karena kami sudah dapat laporan, barang di luar ketentuan tidak akan terangkut ke Makkah,” jelas Ikbal.

Ia berharap seluruh jemaah haji Embarkasi Makassar lebih disiplin dan mematuhi aturan bagasi demi menjaga kelancaran perjalanan ibadah haji.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul "Jangan Sampai Over Bagasi, Jamaah Haji Embarkasi Makassar Diimbau Bijak Belanja di Madinah".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Apakah Berdoa Harus Menggunakan Bahasa Arab? Ini Penjelasan MUI
Apakah Berdoa Harus Menggunakan Bahasa Arab? Ini Penjelasan MUI
Doa dan Niat
Niat dan Doa Shalat Hajat Lengkap, Amalan Sunnah untuk Memohon Kemudahan kepada Allah
Niat dan Doa Shalat Hajat Lengkap, Amalan Sunnah untuk Memohon Kemudahan kepada Allah
Doa dan Niat
Puasa Muharram Harus Berurutan atau Tidak? Simak Penjelasan Ulama
Puasa Muharram Harus Berurutan atau Tidak? Simak Penjelasan Ulama
Aktual
Puasa Muharram 2026 Kapan? Ini Jadwal Lengkap Versi Pemerintah, NU dan Muhammadiyah
Puasa Muharram 2026 Kapan? Ini Jadwal Lengkap Versi Pemerintah, NU dan Muhammadiyah
Aktual
Panas Ekstrem, Saudi Peringatkan Bahaya Tinggalkan Power Bank hingga Parfum di Mobil
Panas Ekstrem, Saudi Peringatkan Bahaya Tinggalkan Power Bank hingga Parfum di Mobil
Aktual
Guru Madrasah Non-ASN Dapat Insentif Rp 1,5 Juta, Cair Akhir Juni
Guru Madrasah Non-ASN Dapat Insentif Rp 1,5 Juta, Cair Akhir Juni
Aktual
6 Bulan Istimewa untuk Menikah Menurut Islam, Ada Muharram dan Syawal
6 Bulan Istimewa untuk Menikah Menurut Islam, Ada Muharram dan Syawal
Aktual
Makna 1 Muharram, Menag Ajak Umat Tinggalkan Mentalitas Kabilah
Makna 1 Muharram, Menag Ajak Umat Tinggalkan Mentalitas Kabilah
Aktual
Gubernur Sulsel Bagi-bagi Uang Tunai ke Jamaah Haji Beruntung saat Penyambutan di Makassar
Gubernur Sulsel Bagi-bagi Uang Tunai ke Jamaah Haji Beruntung saat Penyambutan di Makassar
Aktual
PBNU Tetapkan 1 Muharram 17 Juni 2026, Ini Alasan Berbeda dengan Kalender Kemenag
PBNU Tetapkan 1 Muharram 17 Juni 2026, Ini Alasan Berbeda dengan Kalender Kemenag
Aktual
Kiswah Baru Ka'bah Resmi Dipasang di Momen Tahun Baru Hijriah 1448 H
Kiswah Baru Ka'bah Resmi Dipasang di Momen Tahun Baru Hijriah 1448 H
Aktual
Pemulangan Haji Gelombang II dari Madinah Dimulai, 99.497 Orang Tiba di Indonesia
Pemulangan Haji Gelombang II dari Madinah Dimulai, 99.497 Orang Tiba di Indonesia
Aktual
PBNU: Syiar Islam Perlu Dekat dengan Masyarakat Lewat Kegiatan Positif dan Menggembirakan
PBNU: Syiar Islam Perlu Dekat dengan Masyarakat Lewat Kegiatan Positif dan Menggembirakan
Aktual
Seskab Teddy Ajak Umat Gunakan Momen Tahun Baru Islam 1448 H untuk Muhasabah Diri
Seskab Teddy Ajak Umat Gunakan Momen Tahun Baru Islam 1448 H untuk Muhasabah Diri
Aktual
Jawa Tengah Jadi Provinsi dengan Sertifikasi Tanah Wakaf Tertinggi di Indonesia
Jawa Tengah Jadi Provinsi dengan Sertifikasi Tanah Wakaf Tertinggi di Indonesia
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com