MAKKAH, KOMPAS- Anis Diyah Puspita tidak menyangka dipilih membadalkan haji Muhammad Firdaus Akhlan Bin Muhammad Zarkasyi Aly (72). Firdaus sempat hilang selama sepekan dan ditemukan dalam kondisi wafat oleh aparat Arab Saudi.
Anis mengungkap, mulanya dirinya mendapatkan Surat Keputusan dari Kasubdit Bimbingan dan Ibadah (Bimbad) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk membadalkan jamaah yang wafat atas nama Muhammad Firdaus Akhlan Bin Muhammad Zarkasyi Aly asal Jakarta, JKG 27.
Awalnya, petugas Bimbad Daker Bandara tersebut tidak langsung menyadari bahwa sosok yang dibadalkannya adalah jemaah yang kisahnya sempat ramai diperbincangkan oleh publik. Perasaannya langsung campur aduk ketika mengingat kembali perjuangan Firdaus menuju Tanah Suci.
"Maka ketika saya menyadari bahwa ternyata nama tersebut adalah Pak Firdaus Akhlan yang dimaksud oleh media, ketika beliau dinyatakan hilang itu, terus terang, saya merasa merinding," ungkap Anis, Sabtu (30/5/2026).
Baca juga: Jemaah Haji JKG-27 Muhammad Firdaus Ditemukan Wafat, Kemenhaj Siapkan Badal Haji
Firdaus, kata Anis, berjuang luar biasa memenuhi rukun Islam kelima. Anis pun merasa mengemban tanggung jawab yang amat besar untuk membadalkan haji hingga memotivasinya khusyuk dalam setiap prosesi rukun haji.
"Maka kemudian saya tergugah, bagaimana saya harus melaksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya, bagaimana saya harus menjalankan sesuai syariatnya, dan bagaimana supaya bukan hanya sah, tapi ibadah yang kami lakukan itu betul-betul bisa diterima oleh Allah dan pahalanya sampai kepada almarhum," ujarnya.
Anis menjelaskan, tahapan badal haji sama seperti ibadah haji pada umumnya, mulai dari niat ihram, wukuf, tawaf ifadah, hingga melontar jumrah.
“Hanya saja kita khususkan niat ini untuk beliau," ujar dia.
Dalam setiap prosesi ibadah, terutama di waktu dan tempat yang mustajab, Anis tidak henti-hentinya memanjatkan doa terbaik untuk almarhum Firdaus maupun untuk kebaikan anak cucunya kelak.
"Saya berusaha penuh bagaimana bisa mendoakan, memberikan doa, membacakan doa-doa terbaik untuk almarhum," tambahnya.
Baca juga: Jemaah Haji JKG-27 Muhammad Firdaus Wafat, Dimakamkan di Makkah
Membadalkan haji untuk Firdaus adalah pengalaman pertama Anis melakukan badal haji untuk orang lain yang belum dia kenal. Sebelumnya Anis hanya pernah membadalkan haji/umrah keluarga dan kerabat dekatnya.
"Jadi kalau untuk orang lain, Alhamdulillah kami baru kali ini, melakukan badal untuk Pak Muhammad Firdaus Akhlan," sebutnya.
Meski baru mengenal kisah almarhum melalui media massa, Anis mengaku melaksanakan setiap rukun badal haji tersebut dengan penuh penghayatan, seolah-olah ia sedang membadalkan ibadah untuk ayah kandungnya sendiri.
Diberitakan sebelumnya, almarhum Muhammad Firdaus dilaporkan hilang pada Jumat, 15 Mei 2026. Berdasarkan rekaman CCTV, ia terakhir kali terlihat keluar dari penginapannya di sektor 9 Misfalah, Makkah, dengan mengenakan kaus putih dan sarung hitam. Kondisi penginapan memang sedang sepi karena jemaah lain bersiap melaksanakan shalat Jumat.
Setelah sepekan pencarian, Firdaus akhirnya ditemukan dalam kondisi wafat oleh tentara Arab Saudi yang sedang berpatroli di sekitar Jabal Kuday pada Jumat (22/5/2026) dini hari. Lokasi penemuannya berjarak sekitar 1,5 hingga 2 kilometer dari hotelnya.
Kondisi jenazah saat ditemukan memperlihatkan bahwa ia diperkirakan telah wafat sekitar empat hingga lima hari sebelumnya. Identitas almarhum berhasil dipastikan melalui gelang haji dan pakaian yang masih melekat, pengecekan data paspor, serta konfirmasi langsung dari sang istri yang didatangkan untuk memastikan identitas jenazah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang