Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pelepasan Perdana Jemaah Haji Indonesia, Menhaj Doakan Haji Mabrur

Kompas.com, 2 Juni 2026, 06:30 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Fase kepulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi resmi dimulai. Setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci, ribuan jemaah secara bertahap mulai kembali ke Indonesia dengan membawa harapan menjadi haji yang mabrur.

Momen penting tersebut ditandai dengan pelepasan kepulangan perdana jemaah haji Indonesia oleh Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, Minggu (31/5/2026) malam.

Dilansir dari laman Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Menhaj hadir langsung menyapa para jemaah yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) SUB-01 sebelum keberangkatan menuju Tanah Air.

Suasana haru dan penuh syukur tampak mewarnai pelepasan tersebut setelah para jemaah menjalani perjalanan spiritual selama lebih dari satu bulan di Tanah Suci.

Menhaj Sapa Langsung Jemaah Sebelum Pulang

Dalam kesempatan itu, Mochamad Irfan Yusuf tidak hanya melepas secara simbolis keberangkatan jemaah, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para calon penumpang.

Ia mendatangi ruang tunggu keberangkatan, menyapa satu per satu jemaah, berdialog mengenai pengalaman selama berhaji, serta menyalami mereka yang bersiap menaiki pesawat menuju Indonesia.

Kehadiran Menhaj di tengah jemaah mendapat sambutan hangat. Tidak sedikit jemaah yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbincang dan mengabadikan momen melalui foto bersama.

Bagi sebagian jemaah, perjalanan pulang menjadi saat yang emosional. Setelah meninggalkan keluarga selama lebih dari 40 hari dan menjalani berbagai tahapan ibadah, mereka kini bersiap kembali ke tanah air dengan membawa pengalaman spiritual yang sulit dilupakan.

Baca juga: Usai Haji 2026, Arab Saudi Bongkar Tenda Mina dan Mulai Persiapan Besar untuk Musim Haji Berikutnya

Doa untuk Keselamatan dan Haji Mabrur

Dalam sambutannya, Menhaj menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan ibadah haji hingga memasuki fase pemulangan.

Ia mendoakan agar seluruh jemaah diberikan keselamatan selama perjalanan dan tiba di Indonesia dalam keadaan sehat.

"Setelah perjalanan 40 hari dengan berbagai dinamikanya, Alhamdulillah malam ini bapak dan ibu sekalian sudah bersiap kembali ke Tanah Air. Kami dari Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyampaikan doa dan harapan agar bapak dan ibu sekalian selamat dalam perjalanan hingga tiba di Indonesia," ujar Irfan Yusuf.

Selain mendoakan keselamatan perjalanan, Menhaj juga berharap seluruh jemaah memperoleh predikat haji mabrur.

Dalam Islam, haji mabrur merupakan tujuan utama pelaksanaan ibadah haji. Rasulullah SAW bahkan menyebut bahwa tidak ada balasan bagi haji mabrur selain surga.

Dalam buku Buku Pintar dan Praktis Haji dan Umrah Lengkap Sesuai Sunnah karya Ratih Puspitawati dijelaskan bahwa haji mabrur adalah ibadah haji yang diterima Allah SWT karena dilakukan dengan niat yang ikhlas, sesuai syariat, dan menghasilkan perubahan positif dalam kehidupan pelakunya.

Karena itulah, kepulangan jemaah dari Tanah Suci bukanlah akhir dari perjalanan spiritual, melainkan awal untuk menerapkan nilai-nilai ibadah haji dalam kehidupan sehari-hari.

Menyampaikan Permohonan Maaf atas Kekurangan Layanan

Pada kesempatan yang sama, Menhaj juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jemaah apabila selama penyelenggaraan ibadah haji masih terdapat berbagai kekurangan dalam pelayanan.

Menurutnya, pemerintah dan seluruh petugas haji telah berupaya memberikan layanan terbaik, namun tetap menyadari masih adanya sejumlah kendala di lapangan.

"Atas nama keluarga besar Kementerian Haji dan Umrah, kami memohon maaf apabila dalam proses layanan masih terdapat kendala dan kekurangan. Kami telah berusaha memberikan yang terbaik," kata Irfan.

Ia mencontohkan sejumlah hal yang mungkin dirasakan sebagian jemaah, seperti keterlambatan layanan, kondisi tempat istirahat yang belum ideal, hingga kepadatan di beberapa lokasi selama puncak ibadah haji.

Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari sejumlah jemaah yang mengapresiasi keterbukaan pemerintah dalam mengevaluasi penyelenggaraan haji.

Baca juga: Kopernya Tidak Cukup, Jemaah Haji Ini Nekat Kalungkan Boneka Unta demi Cucu

Simbol Perpisahan dengan Jemaah

Sebagai bentuk penghormatan dan ucapan selamat jalan kepada para jemaah, Menhaj secara simbolis mengalungkan syal kepada perwakilan jemaah yang akan kembali ke Indonesia.

Momen tersebut menjadi salah satu bagian yang paling berkesan dalam acara pelepasan.

Beberapa jemaah tampak terharu ketika menerima syal dan berjabat tangan langsung dengan Menteri Haji dan Umrah.

Tidak sedikit pula yang memanjatkan doa agar penyelenggaraan haji Indonesia pada tahun-tahun mendatang semakin baik dan mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada seluruh tamu Allah.

Fase Pemulangan Menjadi Tahap Penting Penyelenggaraan Haji

Pemulangan jemaah merupakan salah satu tahapan krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Selain memastikan seluruh jemaah dapat kembali dengan aman, pemerintah juga harus mengatur jadwal penerbangan, distribusi bagasi, layanan kesehatan, hingga proses kedatangan di berbagai embarkasi di Indonesia.

Dalam buku Manajemen Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah karya M. Ali Hasan dijelaskan bahwa fase pemulangan menjadi bagian penting dari keseluruhan sistem pelayanan haji karena melibatkan koordinasi lintas negara, maskapai penerbangan, otoritas bandara, serta petugas haji.

Oleh karena itu, kelancaran pemulangan sering menjadi salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan haji secara keseluruhan.

Baca juga: Pemulangan Jemaah Haji Indonesia Dimulai 1 Juni 2026, 17 Kloter Siap Kembali ke Tanah Air

Jemaah Membawa Pulang Pengalaman Spiritual dari Tanah Suci

Bagi para jemaah, kepulangan ke Indonesia bukan sekadar perjalanan fisik dari Arab Saudi menuju kampung halaman.

Lebih dari itu, mereka membawa pulang pengalaman spiritual yang diperoleh selama menjalankan ibadah di Makkah, Madinah, Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Dalam buku Rahasia Haji dan Umrah karya Imam Al-Ghazali dijelaskan bahwa haji merupakan perjalanan penyucian jiwa yang bertujuan mendekatkan manusia kepada Allah SWT serta memperkuat hubungan dengan sesama.

Nilai-nilai tersebut diharapkan tetap hidup setelah jemaah kembali ke tengah masyarakat.

Oleh karena itu, banyak ulama menegaskan bahwa keberhasilan ibadah haji tidak hanya terlihat selama berada di Tanah Suci, tetapi juga dari perubahan sikap, akhlak, dan kepedulian sosial setelah pulang ke rumah.

Awal Perjalanan Baru Setelah Haji

Pelepasan kloter pertama jemaah haji Indonesia dari Jeddah menjadi penanda dimulainya fase pemulangan yang akan berlangsung secara bertahap dalam beberapa pekan ke depan.

Kementerian Haji dan Umrah RI memastikan seluruh proses kepulangan akan terus dikawal agar berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga seluruh jemaah kembali ke daerah masing-masing.

Di balik kepulangan tersebut, tersimpan harapan besar agar setiap jemaah tidak hanya membawa oleh-oleh dari Tanah Suci, tetapi juga membawa pulang semangat ibadah, ketulusan, kesabaran, dan nilai-nilai kebaikan yang diperoleh selama menjalankan rukun Islam kelima.

Sebab bagi setiap Muslim, perjalanan haji sejatinya tidak berakhir saat meninggalkan Makkah. Justru ketika kembali ke tanah air, dimulailah perjalanan baru untuk menjaga kemabruran haji dalam kehidupan sehari-hari.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar