Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Isi Ka'bah yang Jarang Diketahui, Ada Ruang Sederhana Bermakna Sejarah dan Spiritual

Kompas.com, 11 Juni 2026, 16:53 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Ka'bah merupakan bangunan suci yang menjadi kiblat umat Islam di seluruh dunia dan berada di pusat Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi.

Di balik kemegahan dan kesuciannya, banyak umat Islam penasaran dengan kondisi bagian dalam Ka'bah karena tidak semua orang diperbolehkan memasukinya.

Rasa ingin tahu tersebut wajar mengingat jutaan jamaah haji dan umrah hanya dapat melihat Ka'bah dari luar saat beribadah di Tanah Suci.

Baca juga: Rahasia Arah Tawaf Kabah, Ternyata Mirip Gerak Planet di Alam Semesta

Bagian Dalam Ka'bah

Faktanya, bagian dalam Ka'bah tidak dipenuhi emas, perhiasan, atau harta berharga sebagaimana yang kerap dibayangkan sebagian orang, melainkan ruang sederhana yang menyimpan nilai sejarah dan spiritual yang mendalam.

Lantas, seperti apa sebenarnya bagian dalam ka'bah? Berikut ulasan ringkasnya, seperti dilansir dari Antara.

Baca juga: Bagian-Bagian Kabah: Nama, Letak, dan Artinya dalam Islam

1. Ruang terbuka dengan lantai marmer

Bagian dalam Ka'bah berupa ruang terbuka seluas sekitar 180 meter persegi.

Di dalamnya terdapat tiga pilar kayu besar yang menopang atap bangunan dan dibangun pada masa Abdullah bin Zubair.

Lantainya dilapisi marmer putih dengan tepian berwarna hitam.

Sementara bagian bawah dinding dilapisi marmer berwarna mawar setinggi sekitar empat meter.

Di atasnya terbentang kain hijau bertuliskan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang menghiasi dinding hingga mendekati langit-langit.

2. Lentera Kuno dan Tangga Menuju Atap

Langit-langit Ka'bah dihiasi lentera-lentera kuno peninggalan era Kekhalifahan Utsmaniyah.

Lentera tersebut terbuat dari tembaga, perak, dan kaca serta dihiasi kaligrafi Al-Qur'an.

Di dalam ruangan juga terdapat sebuah tangga kecil yang digunakan untuk menuju atap Ka'bah.

Meski demikian, tidak terdapat jendela pada bagian dalam bangunan tersebut.

3. Prasasti Marmer dan Jejak Tempat Nabi Muhammad SAW Shalat

Pada bagian dalam dinding Ka'bah terdapat sejumlah prasasti marmer bertuliskan kaligrafi Arab.

Prasasti tersebut berasal dari masa para penguasa Muslim terdahulu sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi mereka dalam renovasi dan pemeliharaan Ka'bah.

Selain itu, terdapat penanda di lantai yang menunjukkan lokasi Nabi Muhammad SAW pernah melaksanakan shalat dan berdoa ketika memasuki Ka'bah.

Penanda tersebut menjadi salah satu bagian yang paling sakral di dalam ruangan Ka'bah.

4. Hajar Aswad, Batu Hitam yang Menjadi Bagian Ikonik Ka'bah

Salah satu bagian paling terkenal dari Ka'bah adalah Hajar Aswad yang berada di sudut timur bangunan.

Dahulu batu ini berwarna putih dan dipercaya menghitam karena menyerap dosa-dosa orang yang menciumnya.

Dalam pelaksanaan tawaf, jamaah haji dan umrah berusaha mencium atau menyentuh Hajar Aswad sebagai bentuk mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW.

Saat ini, Hajar Aswad terdiri dari tiga bagian utama dan beberapa fragmen kecil yang disatukan menggunakan bingkai perak.

Delapan bagiannya masih berada di Ka'bah, sementara enam bagian lainnya diketahui berada di Istanbul, Turki.

Isi Kabah.Al Jazeera Isi Kabah.

Siapa yang Bisa Masuk ke Dalam Ka'bah?

Tidak semua orang dapat memasuki Ka'bah. Bahkan, jutaan jamaah yang melaksanakan ibadah haji dan umrah setiap tahun tidak memiliki akses untuk masuk ke dalam bangunan suci tersebut.

Hanya beberapa pihak tertentu yang mendapatkan kehormatan memasuki Ka'bah. Berikut di antaranya.

1. Pejabat Tinggi Negara Muslim

Pejabat tinggi dari negara-negara Muslim dapat memperoleh kesempatan memasuki Ka'bah melalui undangan resmi Pemerintah Arab Saudi.

2. Ulama dan Cendekiawan Muslim

Ulama serta cendekiawan Muslim terkemuka juga dapat memperoleh izin memasuki Ka'bah dalam rangka kunjungan atau kegiatan keagamaan tertentu.

3. Tamu Kehormatan Kerajaan Arab Saudi

Tamu istimewa Kerajaan Arab Saudi juga dapat memperoleh akses khusus untuk memasuki Ka'bah.

Dalam beberapa kasus tertentu, non-Muslim juga dapat memperoleh izin khusus dari otoritas setempat.

Ka'bah Menjadi Simbol Persatuan dan Perdamaian

Ka'bah bukan hanya bangunan fisik yang berdiri di tengah Masjidil Haram.

Bangunan suci ini menjadi simbol persatuan umat Islam karena seluruh Muslim di dunia menghadap ke arah yang sama saat melaksanakan shalat.

Keberadaan Ka'bah juga menjadi titik temu umat Islam dari berbagai negara, bahasa, dan budaya dalam pelaksanaan ibadah haji maupun umrah.

1. Mendorong Semangat Keadilan Sosial

Ka'bah dapat menjadi pengingat pentingnya nilai kesetaraan dan kepedulian terhadap kaum dhuafa dalam kehidupan bermasyarakat.

2. Menguatkan Kesadaran Lingkungan

Jutaan jamaah yang datang ke Tanah Suci setiap tahun juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga lingkungan dan keberlanjutan.

3. Memperkuat Solidaritas Kemanusiaan

Ka'bah turut menjadi simbol solidaritas umat Islam dalam menghadapi berbagai persoalan kemanusiaan di tingkat global.

Multazam di Masjidil Haram diyakini sebagai salah satu tempat mustajab untuk berdoa.Pexels/Yasir Gürbüz Multazam di Masjidil Haram diyakini sebagai salah satu tempat mustajab untuk berdoa.

Kesederhanaan Ka'bah Menyimpan Makna Spiritual Mendalam

Ka'bah bukanlah tempat penyimpanan benda-benda suci ataupun harta duniawi.

Kesederhanaan bagian dalamnya justru mencerminkan nilai utama yang terkandung dalam bangunan suci tersebut, yakni kesucian, ketundukan kepada Allah SWT, dan persatuan umat Islam.

Bagi umat Muslim, Ka'bah adalah Baitullah yang menjadi pusat ibadah dan arah kiblat, bukan sekadar bangunan yang menarik untuk dilihat.

Meski tidak semua orang dapat menyaksikan bagian dalamnya secara langsung, memahami sejarah dan makna Ka'bah dapat menumbuhkan rasa hormat, cinta, dan kekaguman terhadap salah satu simbol terpenting dalam Islam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
UMM Siapkan Pabrik Infus untuk Perkuat Kemandirian Kesehatan Nasional
UMM Siapkan Pabrik Infus untuk Perkuat Kemandirian Kesehatan Nasional
Aktual
GP Ansor Rombak Kepengurusan, Libatkan Tokoh Muda NU untuk Perkuat Organisasi
GP Ansor Rombak Kepengurusan, Libatkan Tokoh Muda NU untuk Perkuat Organisasi
Aktual
Kemenag Gelar Peaceful Muharam Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Lebaran Yatim hingga Nikah Massal
Kemenag Gelar Peaceful Muharam Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Lebaran Yatim hingga Nikah Massal
Aktual
Menunggu Jadwal Pulang, Jemaah Haji Aceh Perbanyak Ibadah dan Ziarah di Madinah
Menunggu Jadwal Pulang, Jemaah Haji Aceh Perbanyak Ibadah dan Ziarah di Madinah
Aktual
Kemenhaj Ungkap Tips Hindari Badal Haji Fiktif, Jangan Tergiur Tarif Murah
Kemenhaj Ungkap Tips Hindari Badal Haji Fiktif, Jangan Tergiur Tarif Murah
Aktual
Kemenag Susun KOSMIN, Standar Kosa Isyarat Keislaman untuk Sahabat Tuli
Kemenag Susun KOSMIN, Standar Kosa Isyarat Keislaman untuk Sahabat Tuli
Aktual
9 Adab Membaca Al-Quran yang Baik dan Benar, Tidak Sekadar Melafalkan Ayat
9 Adab Membaca Al-Quran yang Baik dan Benar, Tidak Sekadar Melafalkan Ayat
Aktual
Mbah Chulaeli Menangis, Petugas Haji Siapkan Oleh-oleh untuk Keluarganya
Mbah Chulaeli Menangis, Petugas Haji Siapkan Oleh-oleh untuk Keluarganya
Aktual
Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Menjemput Ketenangan Hidup Melalui Syukur yang Hakiki
Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Menjemput Ketenangan Hidup Melalui Syukur yang Hakiki
Aktual
Isi Ka'bah yang Jarang Diketahui, Ada Ruang Sederhana Bermakna Sejarah dan Spiritual
Isi Ka'bah yang Jarang Diketahui, Ada Ruang Sederhana Bermakna Sejarah dan Spiritual
Aktual
Tangis Haru Nenek Jumaria Ikon Mecca Route, Tuntaskan Haji: Ingin Kembali Lagi ke Tanah Suci
Tangis Haru Nenek Jumaria Ikon Mecca Route, Tuntaskan Haji: Ingin Kembali Lagi ke Tanah Suci
Aktual
Bolehkah Qadha Puasa Ramadhan Saat Tasu'a dan Asyura? Ini Hukumnya
Bolehkah Qadha Puasa Ramadhan Saat Tasu'a dan Asyura? Ini Hukumnya
Aktual
PP Muhammadiyah Tambah 10 Kuota Beasiswa Al-Azhar Kairo Tahun 2026
PP Muhammadiyah Tambah 10 Kuota Beasiswa Al-Azhar Kairo Tahun 2026
Aktual
Hukum Menikah Bulan Muharram, Boleh atau Dilarang? Ini Penjelasan Islam
Hukum Menikah Bulan Muharram, Boleh atau Dilarang? Ini Penjelasan Islam
Aktual
Sambut Muharram, Benarkah Ritual Malam 1 Suro Termasuk Takhayul? Ini Jawaban Ulama
Sambut Muharram, Benarkah Ritual Malam 1 Suro Termasuk Takhayul? Ini Jawaban Ulama
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com