Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Khutbah Jumat: Merawat Air Sebagai Sumber Kehidupan

Kompas.com, 2 Oktober 2025, 20:01 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

Sumber MUIDigital

Oleh: Dr. Agus Hermanto, M.H.I

(Pengurus Komisi Penelitian MUI Lampung)

Khutbah Pertama

الحمد لله الذي أرسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره على الدين كله ولو كره المشركون.
أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Saya wasiatkan kepada diri saya pribadi dan jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena hanya dengan ketakwaanlah kita meraih kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat.

Allah SWT berfirman dalam QS. al-A’raf ayat 10:

وَلَقَدْ مَكَّنَّاكُمْ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَجَعَلۡنَا لَكُمۡ فِيهَا مَعَـٰيِشَۖ قَلِيلٗا مَّا تَشۡكُرُونَ

“Dan sungguh, Kami telah menempatkan kamu di bumi dan Kami jadikan bagimu berbagai sumber kehidupan di dalamnya, tetapi sedikit sekali kamu bersyukur.”

Baca juga: 5 Rukun Khutbah Jumat, Tidak Sah bila Tidak Terpenuhi

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Salah satu nikmat terbesar yang Allah karuniakan kepada manusia adalah **air**. Dengan air, bumi menjadi hidup, tumbuh-tumbuhan subur, hewan berkembang, dan manusia bisa melanjutkan kehidupannya. Tanpa air, mustahil ada kehidupan.

Namun sayangnya, banyak manusia tidak mensyukuri nikmat ini. Air sering disia-siakan, dicemari, bahkan dimonopoli hanya untuk keuntungan sesaat. Padahal Allah menurunkan air hujan bukan hanya untuk sebagian orang, tetapi untuk seluruh makhluk hidup di muka bumi.

Allah SWT menegaskan dalam QS. an-Nur ayat 43:

أَلَمۡ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يُزۡجِي سَحَابٗا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيۡنَهُۥ ثُمَّ يَجۡعَلُهُۥ رُكَامٗا فَتَرَى ٱلۡوَدۡقَ يَخۡرُجُ مِنۡ خِلَـٰلِهِۦۖ

“Tidakkah engkau melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan dan menumpuknya, lalu engkau melihat hujan keluar dari celah-celahnya...”

Ayat ini mengingatkan kita bahwa hujan adalah rahmat Allah, bukan sekadar fenomena alam biasa. Karena itu, menjaga air berarti menjaga rahmat Allah di bumi.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Mari kita syukuri nikmat air ini dengan cara:

1. Menggunakan air secara bijak, tidak mubazir meskipun untuk wudhu.

2. Menjaga lingkungan agar air tetap bersih, tidak tercemar limbah.

3. Melestarikan sumber air seperti sungai, danau, hutan, dan mata air.

4. Mendistribusikan air secara adil, tidak memonopoli untuk kepentingan pribadi.

Barang siapa menjaga nikmat Allah, maka nikmat itu akan ditambah. Sebaliknya, jika kufur nikmat, maka azab Allah sangat pedih.

نفعني الله وإياكم بالقرآن العظيم، وبهدي سيد المرسلين، واستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

Khutbah Kedua

الحمد لله حمدًا كثيرًا طيبًا مباركًا فيه كما يحب ربنا ويرضى.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah sekali-kali kita mati kecuali dalam keadaan Muslim.

Allah SWT berfirman dalam QS. ar-Rum ayat 48:

ٱللَّهُ ٱلَّذِي يُرۡسِلُ ٱلرِّيَـٰحَ فَتُثِيرُ سَحَابٗا فَيَبۡسُطُهُ فِي ٱلسَّمَآءِ كَيۡفَ يَشَآءُ وَيَجۡعَلُهُۥ كِسَفٗا فَتَرَى ٱلۡوَدۡقَ يَخۡرُجُ مِنۡ خِلَـٰلِهِۦۖ

“Allah-lah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan, kemudian Allah membentangkannya di langit menurut kehendak-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu engkau melihat hujan keluar dari celah-celahnya.”

Baca juga: Khutbah Jumat: Keutamaan Istighfar dalam Kehidupan Muslim

Jamaah Jumat yang berbahagia,

Air adalah rahmat dan sekaligus amanah. Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang kufur nikmat dengan merusak dan menyia-nyiakan air. Mari kita rawat air sebagai sumber kehidupan agar rahmat Allah terus tercurah untuk kita semua.

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات.
اللهم اجعلنا من عبادك الشاكرين، وارزقنا حسن استعمال نعمك، ووفقنا لمراضيك، وأدم علينا نعمك ظاهرة وباطنة يا رب العالمين.

عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون. فاذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Fatayat NU Blitar Soroti Kekerasan Seksual Mahasiswa, Kampus Diminta Ambil Langkah Tegas
Fatayat NU Blitar Soroti Kekerasan Seksual Mahasiswa, Kampus Diminta Ambil Langkah Tegas
Aktual
Bukan Cuma Ngaji, Pesantren Kini Jadi Pemasok Utama Program Makan Gratis 2026
Bukan Cuma Ngaji, Pesantren Kini Jadi Pemasok Utama Program Makan Gratis 2026
Aktual
Bolehkah Berkurban Tanpa Melihat Hewannya Disembelih? Jangan Sampai Keliru!
Bolehkah Berkurban Tanpa Melihat Hewannya Disembelih? Jangan Sampai Keliru!
Aktual
Saat Rasulullah Geleng Kepala Lihat Nu’aiman Sembelih Unta Milik Tamu
Saat Rasulullah Geleng Kepala Lihat Nu’aiman Sembelih Unta Milik Tamu
Aktual
Resmi! Saudi Rilis Panduan Haji 2026, Fokus Keselamatan Jemaah dan Cuaca Ekstrem
Resmi! Saudi Rilis Panduan Haji 2026, Fokus Keselamatan Jemaah dan Cuaca Ekstrem
Aktual
Krapyak, Rahim Intelektual NU: Dari Gus Dur hingga Gus Yahya
Krapyak, Rahim Intelektual NU: Dari Gus Dur hingga Gus Yahya
Aktual
Menhaj Pimpin Kedatangan Amirul Hajj Gelombang Kedua di Jeddah, Fokus Pastikan Kesiapan Armuzna 2026
Menhaj Pimpin Kedatangan Amirul Hajj Gelombang Kedua di Jeddah, Fokus Pastikan Kesiapan Armuzna 2026
Aktual
Saudi Luncurkan 'Haji Tanpa Bagasi' 2026, Koper Sampai Hotel dalam 24 Jam
Saudi Luncurkan "Haji Tanpa Bagasi" 2026, Koper Sampai Hotel dalam 24 Jam
Aktual
Update Haji 2026: 100.268 Jemaah RI Sudah Bayar Dam, Mayoritas via Adahi
Update Haji 2026: 100.268 Jemaah RI Sudah Bayar Dam, Mayoritas via Adahi
Aktual
Pemkab Natuna Kawal Ketat Distribusi Sapi Kurban Presiden ke Pulau Terluar
Pemkab Natuna Kawal Ketat Distribusi Sapi Kurban Presiden ke Pulau Terluar
Aktual
Jemaah Haji Diimbau Jangan Sia-siakan Waktu Saat Wukuf di Arafah
Jemaah Haji Diimbau Jangan Sia-siakan Waktu Saat Wukuf di Arafah
Aktual
Musyrif Diny Jelaskan 3 Skema Mabit di Muzdalifah bagi Jamaah Haji
Musyrif Diny Jelaskan 3 Skema Mabit di Muzdalifah bagi Jamaah Haji
Aktual
Makanan Siap Santap Bercita Rasa Nusantara Disiapkan untuk Jamaah Haji saat Fase Armuzna
Makanan Siap Santap Bercita Rasa Nusantara Disiapkan untuk Jamaah Haji saat Fase Armuzna
Aktual
Fase Armuzna Jadi Tantangan Utama Haji 2026, Gus Irfan Minta Petugas Pertahankan Layanan Prima
Fase Armuzna Jadi Tantangan Utama Haji 2026, Gus Irfan Minta Petugas Pertahankan Layanan Prima
Aktual
Produk Pesantren Didorong Go Global, dari Batik hingga Sarung
Produk Pesantren Didorong Go Global, dari Batik hingga Sarung
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com