Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa agar Lancar Berbicara dan Tidak Gugup

Kompas.com, 7 November 2025, 21:09 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Bicara lancar dan tidak gugup menjadi salah satu kemampuan yang patut dimiliki seseorang, apalagi di dunia kerja. Kemampuan ini akan menunjang dalam berkomunikasi.

Agar seseorang bisa berbicara lancar dan tidak gugup, ada doa yang bisa diamalkan, yaitu doa Nabi Musa yang terdapat dalam Al Quran surat Thaha ayat 25-29. Untuk lebih jelasnya, simak penuturan di bawah ini.

Baca juga: Doa Nabi Musa dalam Alquran: 3 Doa Lengkap dengan Bacaan dan Artinya

Keutamaan Membaca Doa Sebelum Berbicara

Keutamaan membaca doa ini adalah diberikan kelancaran dalam berbicara dan tidak gugup seperti halnya Nabi Musa AS. Nabi Musa memiliki kekakuan lidah sehingga tidak jelas dalam berbicara. Maka ketika berhadapan dengan Firaun, Nabi Musa memohon agar Allah melenyapkan hal tersebut sehingga Firaun dapat memahami apa yang disampaikan Nabi Musa AS.

Dalam sejarahnya, Nabi Musa AS tidak meminta disembuhkan kekakuan lidahnya secara permanen. Nabi Musa AS hanya meminta ketika dibutuhkan saja, padahal Nabi Musa sebenarnya bisa meminta disembuhkan secara total. Namun menurut para ulama, para Nabi tidaklah meminta kecuali hanya sebatas yang diperlukannya.

Baca juga: Bacaan Doa agar Cepat Diterima Kerja Lengkap dengan Terjemahannya

Kisah Nabi Musa Mengalami kelu Lidah

Nabi Musa mengalami kelu lidah sehingga harus berdoa seperti yang tertuang dalam surat Thaha ayat 25-28. Kondisi Nabi Musa ini bukan bawaan sejak lahir, melainkan ada sebabnya.

Dalam kitab Qashashul Anbiya' karya Ibnu Katsir, dijelaskan bahwa ketika Nabi Musa masih bayi, ia hidup di lingkungan istana Firaun. Suatu hari Nabi Musa yang masih bayi menarik jenggot Firaun.

Apa yang dilakukan Nabi Musa ini membuat Firaun curiga bahwa ia lah yang akan menghancurkan kekuasaannya seperti yang diramalkan oleh para penasehatnya. Kecurigaan Firaun ini kemudian ditepis oleh istrinya, Asiyah.

Firaun tetap tidak percaya, maka kemudian ia menguji Nabi Musa dengan menaruh buah dan bara api. Nabi Musa diminta untuk memilih. Nabi Musa pada awalnya akan memilih buah, namun oleh malaikat tangan Nabi Musa dialihkan ke bara agar tidak timbul curiga.

Bara tersebut kemudian dimasukkan ke dalam mulut Nabi Musa dengan tangannya sendiri. Hal inilah yang membuat lidahnya kelu dan tidak bisa berbicara secara lancar.

Baca juga: Doa untuk Ibu Hamil Agar Diberi Kelancaran Saat Melahirkan

Bacaan Doa Kelancaran Berbicara Lengkap

Bacaan Arab:

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Bacaan Latin:

Rabbis rahlii shadrii, wa yassirlii amrii, wahlul 'uqdatam mil lisaani yafqahu qaulii.

Artinya:

Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.

Baca juga: Doa dan Cara Mengobati Anggota Tubuh yang Sakit Berdasar Hadits Nabi Muhammad SAW

Cara Mengamalkan Doa Nabi Musa AS

Cara mengamalkan doa ini adalah dibaca ketika membutuhkan situasi yang memerlukan kelancaran berbicara dan tidak gugup.

Sebagaimana adab-adab berdoa, bila memungkinkan, sebaiknya doa ini dibaca dalam keaadaan suci dan menghadap kiblat.

Doa ini juga bisa diamalkan dengan cara membaca doa ini secara berulang-ulang ketika akan menghadapi situasi yang membutuhkan kelancaran bicara dan tidak gugup. Dengan mengulang-ulang doa ini, tentunya akan menimbulkan kekuatan dan keyakinan dalam diri sehingga maksud dari doa ini tercapai.

Demikianlah penjelasan mengenai doa agar lancar berbicara dan tidak gugup. Semoga bermanfaat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kuliner Langka Lemang Hitam Laris Manis Saat Lebaran, Diburu untuk Pengobat Rindu
Kuliner Langka Lemang Hitam Laris Manis Saat Lebaran, Diburu untuk Pengobat Rindu
Aktual
Juru Damai Konflik Poso KH Adnan Arsal Wafat, Tinggalkan Jejak Perdamaian
Juru Damai Konflik Poso KH Adnan Arsal Wafat, Tinggalkan Jejak Perdamaian
Aktual
Haji 2026 Hampir Siap 100 Persen, Pemerintah Tekankan Manasik Jadi Kunci Ibadah Lancar
Haji 2026 Hampir Siap 100 Persen, Pemerintah Tekankan Manasik Jadi Kunci Ibadah Lancar
Aktual
Bus Jemaah Umrah Terbakar di Dekat Madinah, 24 Penumpang Selamat
Bus Jemaah Umrah Terbakar di Dekat Madinah, 24 Penumpang Selamat
Aktual
25 Ucapan Sungkem Lebaran Ketupat dengan Bahasa Jawa untuk Bapak dan Ibu yang Menyentuh Hati
25 Ucapan Sungkem Lebaran Ketupat dengan Bahasa Jawa untuk Bapak dan Ibu yang Menyentuh Hati
Aktual
Pantun Ucapan Lebaran Ketupat  dalam Bahasa Jawa: Kupat Kecemplung Santen, Menawi Lepat Nyuwun Ngapunten
Pantun Ucapan Lebaran Ketupat dalam Bahasa Jawa: Kupat Kecemplung Santen, Menawi Lepat Nyuwun Ngapunten
Aktual
30 Ucapan Lebaran Ketupat dalam Bahasa Jawa Halus yang Berisi Permintaan Maaf dan Doa
30 Ucapan Lebaran Ketupat dalam Bahasa Jawa Halus yang Berisi Permintaan Maaf dan Doa
Aktual
Lebaran Ketupat 28 Maret 2026 Picu Lonjakan Mobilitas, Kemenhub Siapkan Strategi Pengendalian
Lebaran Ketupat 28 Maret 2026 Picu Lonjakan Mobilitas, Kemenhub Siapkan Strategi Pengendalian
Aktual
Hukum Menunda Haji bagi yang Mampu, Ini Penjelasan Fatwa MUI Terkait Pelaksanaan Rukun Islam Kelima
Hukum Menunda Haji bagi yang Mampu, Ini Penjelasan Fatwa MUI Terkait Pelaksanaan Rukun Islam Kelima
Aktual
Ingin Berangkat Haji Tapi Masih Punya Utang, Mana yang Harus Didahulukan? Ini Penjelasan Ulama
Ingin Berangkat Haji Tapi Masih Punya Utang, Mana yang Harus Didahulukan? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
7 Syarat Wajib Haji yang Harus Dipenuhi Jemaah, Lengkap dengan Penjelasan dan Persiapannya
7 Syarat Wajib Haji yang Harus Dipenuhi Jemaah, Lengkap dengan Penjelasan dan Persiapannya
Aktual
Khutbah Jumat Bahasa Sunda: Ngajauhan Panyakit Hate dina Kahirupan Sapopoe
Khutbah Jumat Bahasa Sunda: Ngajauhan Panyakit Hate dina Kahirupan Sapopoe
Aktual
Shalat Tahajud: Amalan Mustajab di Sepertiga Malam, Lengkap Niat, Hadis, dan Doa
Shalat Tahajud: Amalan Mustajab di Sepertiga Malam, Lengkap Niat, Hadis, dan Doa
Doa dan Niat
Menunda Pulang Demi Sesama, Kisah Dua Generasi Pramuka di Karya Bakti Lebaran
Menunda Pulang Demi Sesama, Kisah Dua Generasi Pramuka di Karya Bakti Lebaran
Aktual
Mahakarya Goa Kreo 2026: Saat Legenda Sunan Kalijaga Hidup Kembali di Gunungpati
Mahakarya Goa Kreo 2026: Saat Legenda Sunan Kalijaga Hidup Kembali di Gunungpati
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com