Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Surat Al 'Adiyat: Bacaan, Arti, Asbabun Nuzul, dan Tafsir

Kompas.com, 11 November 2025, 08:19 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Surat Al 'Adiyat adalah surat ke-100 dalam Al Quran. Surat ini termasuk surat Makkiyah atau surat yang turun di Mekkah dan terdiri dari 11 ayat. Surat Al 'Adiyat turun setelah surat Al 'Ashr dan sebelum surat Al Kautsar.

Surat Al 'Adiyat artinya kuda perang yang berlari kencang. Nama surat ini diambil dari ayat pertama surat ini. Untuk lebih memahami surat Al 'Adiyat, berikut ini pembahasan lengkapnya.

Baca juga: Surat Al Humazah: Bacaan, Azbabun Nuzul, Dan Tafsirnya

Bacaan Surat Al 'Adiyat

Berikut ini bacaan surat Al 'Adiyat lengkap dengan teks Latin dan Artinya.

Arab:

وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحًا. فَالْمُورِيَاتِ قَدْحًا

فَالْمُغِيرَاتِ صُبْحًا. فَأَثَرْنَ بِهِ نَقْعًا

فَوَسَطْنَ بِهِ جَمْعًا. إِنَّ الْإِنْسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ

وَإِنَّهُ عَلَى ذَلِكَ لَشَهِيدٌ. وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ

أَفَلَا يَعْلَمُ إِذَا بُعْثِرَ مَا فِي الْقُبُورِ. وَحُصِّلَ مَا فِي الصُّدُورِ

إِنَّ رَبَّهُمْ بِهِمْ يَوْمَئِذٍ لَخَبِيرٌ

Latin:

Wal ‘aadiyaati dhabhaa. Falmuuriyaati qadhaa.

Falmughiiraati shubhaa. Fa atsarna bihii naq’aa.

Fawasathna bihii jam’aa. Innal insaana lirabbihii lakanuud.

Wa innahuu ‘alaa dzaalika lasyahiid. Wa innahuu lihubbil khoiri lasyadiid.

Afalaa ya’lamu idzaa bu’tsira maafil qubuur. Wahushshila maa fish shuduur.

Inna rabbahum bihim yaumaidzil lakhabiir.


Baca juga: Surat Al Qariah: Bacaan, Arti, Asbabun Nuzul, dan Tafsir

Artinya:

Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah,

Dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya),

Dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi,

Maka ia menerbangkan debu,

Dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh.

Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya,

Dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya,

Dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta.

Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur,

Dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada,

Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha Mengetahui keadaan mereka.

Baca juga: Surat Al Lahab Lengkap dengan terjemahan, Asbabun Nuzul, dan Tafsirnya

Asbabun Nuzul Surat Al 'Adiyat

Berdasarkan kitab Asbabun Nuzul karya Imam Syuthi, asbabun nuzul surat Al 'Adiyat adalah ketika Nabi Muhammad SAW mengirimkan pasukan perang, namun selama sebulan tidak ada kabarnya.

Ibnu Abbas berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengirim pasukan berkuda. Selama satu bulan tak ada kabar. Lantas turunlah Surat 'Al Adiyat.

Sementara dalam riwayat lain disebutkan Nabi Muhammad SAW mengirimkan pasukan kepada Bani Kinanah di bawah pimpinan Al Mundzir bin Amr Al Anshari.

Tafsir Surat Al 'Adiyat

Tafsir ini didasarkan pada tafsir karya Abdurrahman bin Nashir As Sa'di yang berjudul Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan.

Tafsir Ayat ke-1

Allah bersumpah dengan kuda, karena pada kuda terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah yang amat jelas dan nikmat-Nya yang nyata padanya yang diketahui oleh manusia. Allah bersumpah dengan kuda pada kondisi dimana tidak ada hewan lain yang menyertainya seraya berfirman, 'Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah' yaitu kuda yang berlari kencang dan kuat serta terengah-engah.

Baca juga: Surat An Nashr: Bacaan, Arti, Azbabun Nuzul, dan Kandungan Maknanya

Tafsir Ayat ke-2

'Dan kuda yang memercikkan api' dengan kuku kakinya ketika menginjak batu 'dengan hentakan (kuku kakinya)' sehingga memercikkan api karena kokoh dan kuatnya kaki ketika lari.

Tafsir Ayat ke-3

'Dan kuda yang menyerang' musuh 'di waktu pagi'. Ini adalah hal umum, karena serangan tiba-tiba biasanya dilakukan pada waktu pagi. Nabi Muhammad SAW juga biasa melakukan serangan terhadap musuh di waktu pagi.

Tafsir Ayat ke-4 dan 5

'Maka ia menerbangkan' dengan lari dan serbuannya 'debu' , yitu tanah. 'Dan menyerbu' dengan menungganginya 'ke tengah-tengah kumpulan musuh' dengan penunggangnya. Kuda-kuda lari menyerbu musuh yang mereka serbu.

Tafsir Ayat ke-6

Dan yang disumpahkan adalah firman Allah 'Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Rabbnya' yaitu amat mencegah kebaikan yang wajib ditunaikan untuk Allah atasnya.

Tabiat dan fitrah manusia tidak merelakan dirinya menunaikan kewajiban-kewajibannya secara sempurna dan penuh. Bahkan tabiat manusia adalah pemalas dan mencegah kewajiban-kewajiban harta dan badan yang harus ditunaikan, kecuali orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan keluar dari sifat tersebut menuju sifat rela dengan menunaikan kewajiban-kewajiban.

Baca juga: Surat Al Kautsar: Bacaan, Asbabun Nuzul, dan Tafsirnya

Tafsir Ayat ke-7

'Dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya' yaitu sesungguhnya manusia menyaksikan keengganannya menunaikan kewajiban dan keingkaran yang ia ketahui pada dirinya. Manusia tidak membantah dan tidak mengingkarinya karena itu adalah sesuatu yang jelas.

Kemungkinan kata ganti dalam ayat ini merujuk pada Allah, artinya sesungguhnya manusia benar-benar ingkar terhadap Rabb-nya dan Allah menyaksikan hal itu. Dalam ayat ini terdapat ancaman dan peringatan keras bagi orang yang ingkar terhadap Rabb-nya, karena Allah Maha Menyaksikannya.

Tafsir Ayat ke-8

'Dan sesungguhnya dia' yaitu manusia, 'sangat bakhil karena cintanya kepada harta' yaitu amat mencintai harta, dan kecintaannya itulah yang menyebabkannya tidak menunaikan kewajiban-kewajiban. Ia lebih mengedepankan hawa nafsu daripada keridhaan Rabb-nya. Semua itu karena ia membatasi pandangannya pada dunia sementara akhirat ia lalaikan.

Tafsir Ayat ke-9 dan 10

'Karena itu Allah berfirman memberi anjuran bagi manusia agar takut akan hari yang diancamkan tersebut, 'Maka apabila dia tidak mengetahui' yaitu apakah manusia yang terpedaya itu tidak mengetahui, 'apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur' yaitu Allah akan mengeluarkan manusia dari kubur untuk dikumpulkan dan dibangkitkan, 'dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada' artinya apa yang ada di dalam dada akan menjadi nampak nyata berupa simpanan-simpanan kebaikan dan keburukan, sehingga rahasia menjadi nampak terang dan yang batin menjadi nyata, serta nampak di hadapan para manusia sebagai akibat perbuatan-perbuatan mereka.

Baca juga: Surat Al Maun: Karakteristik Para Pendusta Agama

Tafsir Ayat ke-11

'Sesungguhnya Rabb mereka pada hari itu Maha mengetahui keadaan mereka' yaitu mengetahui amalan-amalan mereka, lahir maupun batin, samar atau nyata, dan Allah akan membalas mereka atasnya.

Allah menyebutkan berita mereka secara khusus padahal Allah Maha Mengetahui mengenai mereka di setiap saat, karena yang dimaksudkan pembalasan atas perbuatan-perbuatan itu bersumber dari ilmu dan pengetahuan Allah.

Demikianlah pembahasan mengenai surat Al 'Adiyat. Semoga bermanfaat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kue Lebaran 2026 Apa Saja? Ini Daftar Suguhan Wajib dan Ide Unik yang Lagi Tren
Kue Lebaran 2026 Apa Saja? Ini Daftar Suguhan Wajib dan Ide Unik yang Lagi Tren
Aktual
30 Prompt Gemini AI untuk Membuat Kartu Ucapan Selamat Ramadhan 1447 H/2026
30 Prompt Gemini AI untuk Membuat Kartu Ucapan Selamat Ramadhan 1447 H/2026
Aktual
Jadwal Penukaran Uang Baru Lebaran 2026 Lengkap dengan Link, Cara Daftar, dan Jumlah Maksimal Pecahannya
Jadwal Penukaran Uang Baru Lebaran 2026 Lengkap dengan Link, Cara Daftar, dan Jumlah Maksimal Pecahannya
Aktual
BI Buka Penukaran Uang Baru Lebaran 2026 Mulai 13 Februari, Cek Jadwal dan Cara Pesan di PINTAR
BI Buka Penukaran Uang Baru Lebaran 2026 Mulai 13 Februari, Cek Jadwal dan Cara Pesan di PINTAR
Aktual
Razia Ramadhan di Dubai, Pengemis Kedapatan Punya 3 Mobil Mewah
Razia Ramadhan di Dubai, Pengemis Kedapatan Punya 3 Mobil Mewah
Aktual
50 Ucapan Selamat Ramadhan 1447 H/2026 Penuh Doa dan Harapan untuk Dibagikan di Media Sosial
50 Ucapan Selamat Ramadhan 1447 H/2026 Penuh Doa dan Harapan untuk Dibagikan di Media Sosial
Aktual
MUI Minta Langkah di Board of Peace Tidak Menyimpang dari Prinsip
MUI Minta Langkah di Board of Peace Tidak Menyimpang dari Prinsip
Aktual
Ucapan Marhaban Ya Ramadhan: Tulisan Arab, Latin, Arti, Hukum dan Contoh Penggunaanya
Ucapan Marhaban Ya Ramadhan: Tulisan Arab, Latin, Arti, Hukum dan Contoh Penggunaanya
Aktual
Mudik Gratis Klaten 2026 Dibuka, Warga Jabodetabek Bisa Pulang Kampung Tanpa Biaya
Mudik Gratis Klaten 2026 Dibuka, Warga Jabodetabek Bisa Pulang Kampung Tanpa Biaya
Aktual
Rapat Perdana BoP, MUI Ingatkan BoP Harus Jamin Kemerdekaan Palestina
Rapat Perdana BoP, MUI Ingatkan BoP Harus Jamin Kemerdekaan Palestina
Aktual
Penyakit Ain dalam Islam: Pengertian, Dalil, Ciri-Ciri, hingga Cara Mencegah dan Mengobatinya
Penyakit Ain dalam Islam: Pengertian, Dalil, Ciri-Ciri, hingga Cara Mencegah dan Mengobatinya
Aktual
Tak Sekadar Toleransi, Maluku Cetak Duta Perdamaian dari Ruang Kelas
Tak Sekadar Toleransi, Maluku Cetak Duta Perdamaian dari Ruang Kelas
Aktual
Surat Yasin: Jumlah Ayat, Riwayat, Keutamaan, dan Tradisi Yasinan
Surat Yasin: Jumlah Ayat, Riwayat, Keutamaan, dan Tradisi Yasinan
Aktual
MUI: Rencana Gedung Umat untuk Perkuat Pengelolaan Zakat dan Wakaf
MUI: Rencana Gedung Umat untuk Perkuat Pengelolaan Zakat dan Wakaf
Aktual
Pesantren di Abad Kedua NU: Berani Berubah atau Tetap di Pinggiran Kekuasaan?
Pesantren di Abad Kedua NU: Berani Berubah atau Tetap di Pinggiran Kekuasaan?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com