Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kejujuran Membawa Keselamatan, Kisah Imam Syafi'i Kecil

Kompas.com, 28 Desember 2025, 16:14 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Kejujuran menjadi sifat mulia yang harus dimiliki setiap muslim. Kejujuran adalah sifat utama yang dimiliki Rasulullah SAW hingga Nabi Akhir Zaman itu memiliki julukan Al Amin atau orang yang dapat dipercaya.

Kejujuran akan membawa kebaikan. Hal ini disampaikan dalam hadits Rasulullah SAW berikut:

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا

Artinya: "Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur.

Baca juga: Kisah Abu Darda, Dari Pedagang Berhala Menjadi Guru Umat Islam

Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke Neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta (pembohong).’” (H.R. Bukhari, Muslim, Abu Daud, Ahmad, dan At Tirmidzi).

Kisah Imam Syafi'i saat masih kecil menunjukkan kebenaran dari hadits di atas, dengan sifat kejujuran, Imam Syafi'i dan rombongan memperoleh keselamatan dari peroampokan. Berikut kisah lengkapnya sebagaimana dikutip dari buku Biografi Imam Syafi'i karya Abdul Aziz Asy Syinawi dan Biografi Imam Syafi'i karya Dr. Tariq Suwaidan.

Imam Syafi'i Kecil menuntut Ilmu

Imam Syafi'i lahir di Gaza, Palestina. Ia keturunan suku Quraisy dari garis keturunan Ayah. Sejak kecil Imam Syafi'i hidup bersama ibunya dalam kondisi serba kekurangan. Sang ayah telah meninggal dunia.

Ibu Imam Syafi'i adalah seorang perempuan yang sholehah dan ahli ibadah. Ia berharap anaknya akan menjadi seorang ulama di kemudian hari. Untuk mewujudkan cita-citanya, Ibunda Imam Syafi'i mempersiapkan segala sesuatu untuk mengantarkan anaknya menuntut ilmu di tanah leluhurnya, Mekkah.

Baca juga: Kisah Al Thufail, Penyair Masuk Islam karena Dengar Lantunan Al Quran

Saat usia Imam Syafi'i mencapai 10 tahun, Imam Syafi'i berangkat menuju Mekkah atas restu ibunya. Imam Syafi'i kecil berangkat bersama rombongan yang juga akan menuju ke sana.

Ibunda Imam Syafi'i memberikan bekal berupa uang bernilai 400 dirham yang dijahitkan di dalam bajunya agar aman dari tangan-tangan yang akan merampasnya.

Sebelum berangkat, Ibunda Imam Syafi'i berpesan agar ia senantiasa menjaga kejujuran dimanapun berada. Pesan tersebut benar-benar melekat kuat dalam diri Imam Syafi'i.

Terjadinya Perampokan di Tengah Perjalanan

Rombongan yang membawa Imam Syafi'i berangkat menuju kota Mekkah. Bekal perjalanan sudah dipersiapkan untuk menempuh perjalanan yang cukup jauh dan memakan beberapa waktu.

Sayangnya, di tengah perjalanan, rombongan itu dicegat oleh perampok yang ingin menuguasai harta benda yang dibawa rombongan tersebut. Tanpa daya untuk melawan, semua harta dan perbekalan sudah berpindah tangan.

Setelah semua harta berharga dirampas, salah seorang perampok mendekati Imam Syafi'i kecil dan bertanya, "apa kau membawa uang?"

Imam Syafi'i teringat pesan ibunya untuk selalu berkata jujur. Ia kemudian mengatakan bahwa di balik bajunya ada uang sebesar 400 dirham. Perampok itu hanya tersenyum. Ia tidak percaya dengan apa yang dikatakan anak kecil tersebut.

Baca juga: Kisah Utsman bin Affan: Khalifah Dermawan yang Gugur Syahid

Semua harta segera di kumpulkan dan diserahkan kepada kepala perampok. Kepala perampok itu kemudian bertanya, "apakah kalian sudah mengambil semuanya?"

Para perampok itu menjawab, "sudah. Tidak ada yang kami sisakan, hanya seorang anak kecil yang tersisa dan mengaku membawa uang 400 dirham."

Kepala rampok itu kemudian memerintahkan untuk membawa anak kecil tersebut. Ia kembali bertanya kepada Imam Syafi'i kecil tentang uang yang dibawanya. Setelah diteliti, ternyata benar-benar ada uang 400 dirham di balik bajunya.

Kejujuran Membawa Keselamatan

Kepala perampok heran dengan apa yang dilakukan Imam Syafi'i kecil. Kepala perampok itu bertanya, “Mengapa kamu jujur kepadaku ketika aku tadi bertanya kepadamu, padahal kalau kamu berdusta, hartamu tidak akan hilang?”

Imam Syafi’i kecil pun menjawab, “Saya jujur kepadamu karena saya telah berjanji kepada ibuku untuk tidak berdusta kepada siapa pun.”

Jawaban Imam Syafi'i kecil ini menampar Kepala Perampok. Ia kaget dengan jawaban tersebut. Jawaban Imam Syafi'i kecil itu juga membuat Allah SWT menurunkan hidayah kepada kepala perampok tersebut.

Baca juga: Kisah Nabi Ayub AS, Ujian Panjang dan Doa Penuh Keyakinan

Ia kemudian bertaubat atas segala kejahatan yang telah dilakukan. Semua anak buahnya juga turut bertaubat. Akhirnya, semua harta benda yang telah dirampas itu dikembalikan. Semua rombongan menjadi selamat berkat kejujuran Imam Syafi'i kecil.

Hikmah Kisah

Dari kisah di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa kejujuran akan membawa keselamatan dan keberuntungan. Meskipun saat ini banyak orang jujur yang justru mendapatkan nasib dan kehidupan yang sulit, namun kejujuran itu tetap menjadi nilai yang harus dipertahankan.

Kalau orang yang jujur mendapat kesulitan hidup di dunia, di akhirat pasti akan mendapat balasan berupa kenikmatan yang tanpa batas yaitu surga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenpar Kembangkan 15 Provinsi sebagai Destinasi Wisata Ramah Muslim, Ini Daftarnya
Kemenpar Kembangkan 15 Provinsi sebagai Destinasi Wisata Ramah Muslim, Ini Daftarnya
Aktual
Menhaj: Presiden Prabowo Tak Akan Campuri Pemilihan Ketua PBNU di Muktamar NU 2026
Menhaj: Presiden Prabowo Tak Akan Campuri Pemilihan Ketua PBNU di Muktamar NU 2026
Aktual
Menhaj Kaji Bandara Dhoho Kediri Jadi Embarkasi Haji untuk Kurangi Kepadatan di Juanda
Menhaj Kaji Bandara Dhoho Kediri Jadi Embarkasi Haji untuk Kurangi Kepadatan di Juanda
Aktual
Persiapan Penyelenggaraan Haji 2027 Fokus pada Layanan Kesehatan
Persiapan Penyelenggaraan Haji 2027 Fokus pada Layanan Kesehatan
Aktual
Dugaan Penipuan Berkedok Fatwa Halal MUI Terkait Kripto Dilaporkan ke Polisi, Kerugian Capai Rp 1,8 Miliar
Dugaan Penipuan Berkedok Fatwa Halal MUI Terkait Kripto Dilaporkan ke Polisi, Kerugian Capai Rp 1,8 Miliar
Aktual
Gelombang Panas Melanda UEA, Suhu Diprediksi Tembus 46 Derajat Celsius
Gelombang Panas Melanda UEA, Suhu Diprediksi Tembus 46 Derajat Celsius
Aktual
Tata Cara Shalat Istisqa Lengkap: Niat, Bacaan Arab, Doa Memohon Hujan
Tata Cara Shalat Istisqa Lengkap: Niat, Bacaan Arab, Doa Memohon Hujan
Doa dan Niat
Jangan Lewatkan! 15-16 Juli 2026 Waktu Terbaik Luruskan Arah Kiblat, Begini Caranya
Jangan Lewatkan! 15-16 Juli 2026 Waktu Terbaik Luruskan Arah Kiblat, Begini Caranya
Aktual
Dua Gereja Katolik Terbesar di Dubai Dibuka Penuh, Umat Bisa Beribadah
Dua Gereja Katolik Terbesar di Dubai Dibuka Penuh, Umat Bisa Beribadah
Aktual
Arab Saudi Negara G20 Paling Aman, Warga Merasa Aman Berjalan Sendirian di Malam Hari
Arab Saudi Negara G20 Paling Aman, Warga Merasa Aman Berjalan Sendirian di Malam Hari
Aktual
Banyuwangi Merawat Tradisi: Selamatan Kampung, Warga Bertukar Makanan dan Doa
Banyuwangi Merawat Tradisi: Selamatan Kampung, Warga Bertukar Makanan dan Doa
Aktual
Angka Kematian Jemaah Haji Turun 20 Persen, Kemenhaj Fokus Perketat Layanan Kesehatan pada Haji 2027
Angka Kematian Jemaah Haji Turun 20 Persen, Kemenhaj Fokus Perketat Layanan Kesehatan pada Haji 2027
Aktual
Jamu Herbal Tradisional Belum Tentu Halal, Ini Titik Kritis yang Perlu Dicermati
Jamu Herbal Tradisional Belum Tentu Halal, Ini Titik Kritis yang Perlu Dicermati
Aktual
Perkebunan Mangga di Arab Saudi Gunakan AI untuk Dorong Produktivitas
Perkebunan Mangga di Arab Saudi Gunakan AI untuk Dorong Produktivitas
Aktual
Kementerian Kebudayaan Perkuat Kolaborasi Pemajuan Budaya Islam
Kementerian Kebudayaan Perkuat Kolaborasi Pemajuan Budaya Islam
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar