Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Healing Terbaik yang Jarang Disadari, Tapi Paling Dibutuhkan

Kompas.com, 8 Januari 2026, 12:48 WIB
Add on Google
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Healing identik dengan liburan atau pergi ke tempat-tempat wisata. Healing dalam arti liburan menjadi tren hidup saat ini. Tujuan healing untuk memperoleh kesenangan dengan harapan dapat mengembalikan mental menjadi lebih baik.

Liburan sebenarnya hanyalah salah satu metode healing. Makna healing sesungguhnya bukan liburan. Dalam konteks psikologi, healing merujuk pada upaya untuk menyembuhkan gejala psikologis yang meliputi kecemasan, depresi, dan suasana hati yang buruk.

Healing dilakukan dengan tujuan menyembuhkan mental dan membuat diri sendiri merasa nyaman dan tenang.

Baca juga: Doa Pagi Hari agar Rezeki Lancar dan Hati Tenang, Yuk Amalkan!

Berbagai Cara Healing

Ada banyak pilihan dalam melakukan healing, mulai dari yang tanpa biaya hingga membutuhkan biaya besar. Healing hanya akan memberikan dampak ketika dilakukan secara sadar, bukan atas dasar paksaan.

Untuk mengetahui cara-cara healing, berikut beberapa diantaranya:

1. Melakukan aktivitas fisik seperti olah raga. Dengan olah raga, hormon dopamin atau hormon kebahagiaan akan dikeluarkan sehingga mood menjadi lebih baik.

2. Liburan menjadi metode healing yang kerap dilakukan. Metode ini bisa menyembuhkan, tetapi hanya bersifat sementara. Semakin berat masalah, semakin sering membutuhkan liburan.

3. Melakukan hobi yang disukai. Dengan melakukan hobi, seeorang sejenak akan melupakan berbagai masalah yang dihadapi.

4. Meditasi menjadi cara healing yang banyak dipraktekkan kelas menengah ke atas.

5. Konsultasi psikologi juga sebagai upaya untuk menyembuhkan berbagai penyakit mental yang dihadapi.

6. Curhat dan membagikan masalah kepada orang lain untuk meringankan beban yang ada di dalam diri.

Baca juga: Sunnah-sunnah Malam Pertama agar Rumah Tangga Berkah dan Bahagia

Healing Terbaik yang Jarang Disadari

Healing terbaik yang justru jarang dilakukan adalah kembali kepada Sang Pemberi Kehidupan. Manusia diciptakan Allah SWT sehingga Dialah yang paling paham akan manusia. Guna menunjang keberlangsungan hidup yang baik, Allah SWT sudah memberikan panduan dalam kehidupan.

Panduan kehidupan yang diberikan Allah SWT berupa ajaran agama yang dibawa oleh Para Utusannya dan berupa kitab sebagai panduan hidup.

Seperti halnya barang buatan manusia, yang paling memahami tentang barang itu adalah pembuatnya. Contohnya kendaraan bermotor. Ketika membeli kendaraan bermotor, pabrik pembuatnya menyertakan buku panduan tentang motor tersebut.

Ketika ada masalah terhadap motor yang dibeli, bisa dibuka kembali buku panduannya untuk mengetahui apa yang terjadi dan bagaimana membenahi kerusakan tersebut.

Untuk itu, healing terbaik yang bisa dilakukan manusia adalah kembali kepada Allah SWT dan melihat apa yang diperintahkan Allah SWT untuk dapat mengembalikan kondisi mental yang terganggu sehingga kembali menjadi tenang dan nyaman.

Baca juga: Rahasia Menjadi Manusia Beruntung: Dunia Didapat, Akhirat Selamat

Metode Healing Terbaik yang Bisa Dilakukan

Allah SWT sudah memberikan panduan tentang bagaimana menyembuhkan berbagai gangguan mental yang dihadapi, seperti kecemasan, ketakutan, dan rasa gelisah. Berikut beberapa metode yang bisa dilakukan.

1. Berdzikir kepada Allah SWT

Dzikir artinya mengingat Allah SWT. Metode ini dijanjikan akan membawa ketenangan bagi hati. Hal ini dijelaskan dalam Al Quran.

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

Artinya: "(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." (Q.S. Ar Ra'du: 28).

Bentuk dzikir ada berbagai macam, seperti shalat, membaca bacaan-bacaan dzikir yang sudah diajarkan, membaca Al Quran, dan melakukan ibadah-ibadah lainnya.

Baca juga: Ihsan: Jalan Menuju Kesempurnaan Iman

2. Menjadi Manusia Bertakwa

Orang yang paling tinggi derajatnya di sisi Allah SWT adalah orang yang bertakwa. Takwa artinya menjalankan perintah-perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.

Orang yang bertakwa akan menjadi kekasih Allah SWT dan dijanjikan tidak ada kekhawatiran dan kesedihan dalam hidupnya.

أَلَآ إِنَّ أَوْلِيَآءَ ٱللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Artinya: "Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (Q.S. Yunus: 62).

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa yang dimaksud wali-wali Allah SWT adalah orang yang beriman dan bertakwa.

3. Sabar dan Syukur

Sabar dan syukur adalah dua metode healing yang sangat efektif. Tapi metode ini berat bagi orang yang tidak menyadarinya. Sabar dan syukur hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang beriman.

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Artinya: “Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (H.R. Muslim).

Bersyukur akan menambah nikmat dan kebahagiaan. Sedangkan bersabar akan mendatangkan pertolongan dan kekuatan untuk menghadapi masalah.

Baca juga: Meraih Kebahagiaan Tertinggi dengan Berbagi, Cara Indah Menikmati Hidup

4. Bersandar kepada Allah SWT

Allah SWT adalah tempat bergantung semua makhluk. Tidak ada satupun makhluk yang tidak membutuhkan Allah SWT. Maka bersandar kepada Allah SWT akan menjadikan setiap masalah menjadi ringan dan memberikan ketenangan.

Bergantung dan berharap kepada manusia seringkali membuat kecewa. Sedangkan bergantung dan berharap kepada Allah SWT akan berakhir bahagia. Oleh karena itu, Allah SWT memerintahkan untuk mengadukan semua masalah kepada Allah SWT.

Dalam sebuar riwayat disebutkan: "Barang siapa tertimpa kesusahan kemudian mengadu kepada manusia, maka kesusahannya tidak akan teratasi. Dan barang siapa tertimpa kesusahan kemudian mengadu kepada Allah, maka Allah akan memberi jalan keluar dari kesusahan, cepat atau lambat" (H.R. At Tirmidzi).

Healing Terbaik Tapi Sering Diabaikan

Metode healing dengan kembali kepada Allah SWT adalah metode healing terbaik yang justru sering diabaikan manusia. Padahal Allah SWT yang paling paham dengan makhluk-Nya. Allah juga Dzat yang Maha Kuasa yang mampu memberikan apapun yang diharapkan manusia.

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Q.S. Al Baqarah: 186).

Baca juga: Catat! 8 Pintu Rezeki dalam Al Quran yang Bisa Mengubah Kehidupan

Mengapa manusia sering mengabaikan healing terbaik ini, karena iman belum merasuk ke dalam hatinya. Agama dianggap sesuatu yang klise. Mereka terlalu mengandalkan logika dalam mengatasi setiap masalah hidup.

Kalaupun mendapatkan ketenangan dan kenyamanan dengan metode healing yang ditetapkan manusia, itu hanya bersifat sementara. Sedangkan cara healing yang sudah ditetapkan Allah SWT akan memberikan garansi keselamatan, ketenangan, dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Kesimpulan

Healing terbaik adalah kembali kepada Allah SWT dengan menjalankan ajaran agama yang lurus. Metode healing ini efektif untuk memberikan ketenangan dan kebahagiaan tapi justru sering diabaikan.

Pengabaian ini terjadi karena iman belum masuk ke dalam hati. Banyak yang terlalu mengandalkan logika, padahal logika manusia terbatas dan sering salah.

Allah adalah tempat bergantung segala makhluk dan sangat dibutuhkan manusia. Allah SWT mampu memberikan solusi dari setiap permasalahan yang terjadi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Aturan Oleh-oleh Haji 2026, Bea Cukai: Bebas Bea Masuk tapi Ada Syaratnya
Aturan Oleh-oleh Haji 2026, Bea Cukai: Bebas Bea Masuk tapi Ada Syaratnya
Aktual
Lomba Sastra Anak Bahasa Arab 2026 Digelar di Italia, Total Hadiah Rp 5 Miliar
Lomba Sastra Anak Bahasa Arab 2026 Digelar di Italia, Total Hadiah Rp 5 Miliar
Aktual
Jemaah Haji 2026 Wajib Tahu Sederet Aturan Bea Cukai, dari Uang Tunai hingga Oleh-oleh
Jemaah Haji 2026 Wajib Tahu Sederet Aturan Bea Cukai, dari Uang Tunai hingga Oleh-oleh
Aktual
Aturan Bea Cukai untuk Jemaah Haji 2026: IMEI HP Baru dari Luar Negeri Wajib Didaftarkan
Aturan Bea Cukai untuk Jemaah Haji 2026: IMEI HP Baru dari Luar Negeri Wajib Didaftarkan
Aktual
Perlukah Wudhu Setelah Mandi Junub? Ini Penjelasan dan Hukumnya
Perlukah Wudhu Setelah Mandi Junub? Ini Penjelasan dan Hukumnya
Aktual
Jadwal Keberangkatan Haji 2026 Embarkasi Banjarmasin, 19 Kloter Berangkat Bertahap Mulai 23 April
Jadwal Keberangkatan Haji 2026 Embarkasi Banjarmasin, 19 Kloter Berangkat Bertahap Mulai 23 April
Aktual
Khutbah Jumat 17 April 2026: Mengawali Segala Sesuatu dengan Bismillah
Khutbah Jumat 17 April 2026: Mengawali Segala Sesuatu dengan Bismillah
Aktual
Kisah Pasutri Penjual Gudeg di Sleman, Menabung Sejak 2009 hingga Bisa Berangkat Haji 2026
Kisah Pasutri Penjual Gudeg di Sleman, Menabung Sejak 2009 hingga Bisa Berangkat Haji 2026
Aktual
Tak Semua UMKM Bisa Masuk, Ini Syarat Jualan di Haji dan Umrah Store
Tak Semua UMKM Bisa Masuk, Ini Syarat Jualan di Haji dan Umrah Store
Aktual
Kemenhaj: Lewat Haji & Umrah Store, Pemerintah Dorong UMKM Naik Kelas
Kemenhaj: Lewat Haji & Umrah Store, Pemerintah Dorong UMKM Naik Kelas
Aktual
MUI Kritik Wacana 'War Ticket' Haji, Cholil Nafis: Fokus Saja Persiapan Keberangkatan
MUI Kritik Wacana "War Ticket" Haji, Cholil Nafis: Fokus Saja Persiapan Keberangkatan
Aktual
Kisah Dalimin, Calon Jemaah Haji Tertua Asal Klaten yang Keberangkatan Sempat Tertunda karena Sakit
Kisah Dalimin, Calon Jemaah Haji Tertua Asal Klaten yang Keberangkatan Sempat Tertunda karena Sakit
Aktual
600 UMKM Masuk Haji Umrah Store, RI Mulai Rebut Pasar Oleh-oleh Haji
600 UMKM Masuk Haji Umrah Store, RI Mulai Rebut Pasar Oleh-oleh Haji
Aktual
Dzikir & Doa Saat Terjadi Musibah: Arab, Latin, Arti, dan Maknanya
Dzikir & Doa Saat Terjadi Musibah: Arab, Latin, Arti, dan Maknanya
Doa dan Niat
Digitalisasi Haji Terkendala Jemaah Lansia, Dirjen: Perlu Pendampingan Keluarga
Digitalisasi Haji Terkendala Jemaah Lansia, Dirjen: Perlu Pendampingan Keluarga
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com