Penulis
KOMPAS.com - Sholat adalah kewajiban utama bagi setiap muslim. Dalam kondisi apapun, sholat tidak boleh ditinggalkan. Banyak umat Islam yang sudah menjalankan sholat, namun sholatnya hanya sekedar rutinitas, hanya menggugurkan kewajiban dan tidak berkualitas.
Sholat yang tidak disertai dengan kesadaran dan kualitas yang baik seringkali hanya terasa kosong dan tidak memberikan efek spiritual bagi jiwa dan kehidupan. Padahal sholat adalah jaminan bagi manusia untuk selamat di akhirat.
Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa barangsiapa yang sholatnya baik, maka seluruh amalnya dianggap baik. Sebaliknya, bila sholatnya buruk maka seluruh amalannya akan dinilai buruk. Hal ini terjadi karena sholat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar.
Agar sholat bisa memberikan perubahan dalam kehidupan secara keseluruhan dan membawa selamat di akhirat, ada 6 langkah yang bisa dilakukan untuk menuju sholat yang berkualitas, bukan sekedar rutinitas.
Baca juga: Doa Setelah Sholat Tahajud Lengkap Arab, Latin, dan Artinya Sesuai Sunnah Rasulullah
Wudhu adalah pintu masuk untuk sholat. Tanpa wudhu, sholat tidak sah dilaksanakan. Selain sebagai syarat sah sholat, wudhu juga menjadi fondasi kekhusyukan. Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menjelaskan bahwa membersihkan anggota wudhu harus diiringi dengan kesadaran membersihkan dosa dan kelalaian hati.
Wudhu yang dilakukan dengan tenang, sempurna, dan penuh kesadaran akan menyiapkan jiwa untuk menghadap Allah. Jangan meremehkan wudhu yang terburu-buru, karena ia akan berpengaruh langsung pada kualitas sholat.
Sholat yang baik adalah sholat yang sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Dalam hadits riwayat Bukhari, Rasulullah SAW menegur seseorang yang sholatnya tergesa-gesa dan bersabda:
“Sholatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku sholat.”
Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ menegaskan pentingnya thuma’ninah (tenang) dalam setiap gerakan sholat. Gerakan yang tergesa-gesa dapat menghilangkan kekhusyukan dan bahkan mengurangi kesempurnaan sholat.
Perbaikan bacaan sholat juga sangat penting. Bacaan adalah ruh dari gerakan. Ketika gerakan dan bacaan benar, maka sholat akan menjadi lebih sempurna dan berkualitas.
Baca juga: Peristiwa Isra Miraj Lengkap: Tahun Kesedihan hingga Perintah Sholat
Sholat di awal waktu menjadi salah satu amalan yang dicintai Allah SWT. Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam As-Sholah wa Hukmu Tarikiha menjelaskan bahwa sholat di awal waktu mencerminkan kesungguhan hati dalam memenuhi panggilan Allah, bukan sekadar menggugurkan kewajiban.
Membiasakan sholat di awal waktu akan melatih disiplin, ketenangan jiwa, dan rasa dekat dengan Allah SWT.
Sholat berjamaah di masjid bagi laki-laki menjadi perintah yang ditekankan oleh Rasulullah SAW. Bahkan dalam riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW hendak mendatangi rumah orang-orang yang tidak berjamaah di masjid dan akan membakar rumahnya. Ini merupakan peringatan keras bahwa sholat berjamaah bagi laki-laki sangat ditekankan.
Sholat berjamaah di masjid juha memiliki keutamaan pahala yang lebih besar. Rasulullah SAW bersabda:
“Sholat berjamaah lebih utama dua puluh tujuh derajat dibanding sholat sendirian.”
(HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam Fathul Bari', Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa berjamaah di masjid juga berfungsi menjaga konsistensi sholat dan melindungi seseorang dari kemalasan dan godaan setan.
Lingkungan masjid yang kondusif juga akan membantu hati menjadi lebih khusyuk dalam sholat, sekaligus memperkuat ikatan ukhuwah sesama muslim.
Baca juga: Panduan Lengkap Sholat Sunnah Rawatib: Niat, Tata Cara, dan Jumlah Rakaatnya
Salah satu penyebab sholat terasa hambar adalah tidak memahami makna bacaan sholat. Padahal, setiap bacaan adalah dialog langsung dengan Allah SWT.
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa bacaan Al-Fatihah adalah inti komunikasi antara hamba dan Rabb-nya. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits qudsi:
“Aku membagi sholat antara Aku dan hamba-Ku menjadi dua bagian…”
(HR. Muslim)
Dengan memahami arti bacaan seperti takbir, surat Al Fatihah, surat atau ayat dalam Al Quran, bacaan rukuk, sujud, dan tasyahud, sholat akan berubah dari rutinitas menjadi perjumpaan spiritual yang mendalam.
Kualitas sholat bukan semata datang dari ikhtiar manusia. Sejatinya semua itu merupakan taufik dari Allah SWT. Oleh karena itu, doa menjadi kunci utama agar sholat bisa berkualitas. Rasulullah SAW sendiri sering berdoa:
“Ya Allah, tolonglah aku untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya.” (HR. Abu Dawud).
Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Jami’ Al-Ulum wal Hikam menjelaskan bahwa meminta pertolongan Allah adalah bentuk kerendahan hati seorang hamba agar ibadahnya diterima dan diperbaiki.
Baca juga: Niat Sholat Wajib 5 Waktu Sendiri dan Berjamaah: Arab, Latin, dan Arti
Meningkatkan kualitas sholat adalah perjalanan seumur hidup. Ia dimulai dari wudhu, disempurnakan dengan gerakan dan bacaan, dijaga dengan istiqamah, dan dihidupkan dengan pemahaman serta doa.
Sebagaimana dikatakan oleh Imam Hasan Al-Bashri:
“Sholat yang khusyuk adalah sholat yang menundukkan hati sebelum menundukkan anggota tubuh.”
Semoga enam langkah ini menjadi wasilah bagi kita untuk menghadirkan sholat yang lebih khusyuk, tenang, dan dicintai Allah.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang