Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengapa Nisfu Syaban Baca Yasin 3 Kali? Ini Penjelasannya

Kompas.com, 20 Januari 2026, 06:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Malam Nisfu Syaban dikenal sebagai salah satu malam yang memiliki nilai spiritual tinggi dalam tradisi Islam.

Malam yang jatuh pada pertengahan bulan Syaban ini kerap dimanfaatkan umat Muslim untuk memperbanyak ibadah, mulai dari doa, istighfar, hingga membaca Alquran.

Salah satu amalan yang paling populer adalah membaca Surah Yasin sebanyak tiga kali dengan niat yang berbeda.

Tradisi ini telah mengakar kuat di berbagai wilayah Muslim, khususnya di Asia Tenggara. Meski tidak disebutkan secara eksplisit dalam hadis sahih sebagai amalan wajib, praktik tersebut tetap dipertahankan karena dinilai memiliki dasar keutamaan Al-Qur’an dan nilai pendidikan spiritual yang mendalam.

Baca juga: Akhir Bulan Rajab Tinggal Hitungan Hari, Ini Jadwal Awal Syaban 1447 H dan Keutamaannya

Kedudukan Malam Nisfu Syaban dalam Islam

Dalam literatur klasik Islam, malam Nisfu Syaban dipahami sebagai momentum pengampunan dan pencatatan takdir tahunan.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menjelaskan bahwa malam pertengahan Syaban termasuk waktu istimewa yang dianjurkan untuk dihidupkan dengan ibadah karena menjadi salah satu malam turunnya rahmat Allah kepada hamba-Nya.

Sejumlah riwayat juga menyebutkan bahwa pada malam ini Allah membuka pintu ampunan bagi makhluk-Nya, kecuali bagi orang-orang yang masih menyimpan permusuhan, kesombongan, dan kemusyrikan.

Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak taubat dan amal saleh sebagai bentuk persiapan spiritual menjelang Ramadhan.

Baca juga: Keutamaan Membaca Surat Yasin

Mengapa Surah Yasin Dipilih?

Surah Yasin memiliki kedudukan khusus dalam Al-Qur’an. Dalam banyak kitab hadis, surah ini disebut sebagai “jantung Al-Qur’an” karena kandungan akidah, tauhid, risalah, dan kehidupan akhirat yang terangkum secara padat di dalamnya.

Dalam kitab Fadhail Al-Qur’an karya Imam At-Tirmidzi disebutkan bahwa membaca Surah Yasin memiliki keutamaan pahala yang besar.

Selain itu, ulama tafsir seperti Wahbah Az-Zuhaily dalam Tafsir Al-Munir menjelaskan bahwa Surah Yasin memuat pesan tentang kehidupan, kematian, kebangkitan, serta tanggung jawab manusia di hadapan Allah, sehingga sangat relevan dibaca pada malam refleksi spiritual seperti Nisfu Syaban.

Karena itulah, para ulama tradisional memilih Surah Yasin sebagai bacaan utama dalam amalan malam pertengahan Syaban.

Makna Membaca Yasin Tiga Kali

Pembacaan Surah Yasin sebanyak tiga kali bukanlah ketetapan syariat yang bersifat wajib, melainkan bentuk ijtihad ulama dalam mengarahkan umat agar berdoa dengan tujuan yang terstruktur dan penuh kesadaran.

Dalam kitab Nihayatuz Zain karya Syekh Nawawi Al-Bantani dijelaskan bahwa membaca Surah Yasin pada malam Nisfu Syaban sering disertai dengan tiga niat utama.

Bacaan pertama diniatkan untuk memohon panjang umur dalam ketaatan kepada Allah. Bacaan kedua ditujukan agar diberikan rezeki yang halal, berkah, dan bermanfaat. Bacaan ketiga diniatkan untuk memohon keteguhan iman serta husnul khatimah.

Pembagian niat ini mengajarkan keseimbangan antara kebutuhan dunia dan akhirat. Seorang Muslim tidak hanya memohon kelapangan hidup, tetapi juga meminta kekuatan spiritual agar tetap berada di jalan yang lurus.

Baca juga: Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Ini Kalender dan Amalan Utamanya

Landasan Al-Qur’an tentang Pencatatan Amal

Al-Qur’an menegaskan bahwa setiap perbuatan manusia dicatat secara rinci oleh Allah. Dalam Surah Yasin ayat 12 disebutkan bahwa seluruh amal dan jejak perbuatan manusia dihimpun dalam catatan yang nyata.

Para mufasir, termasuk Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim, menafsirkan ayat ini sebagai penegasan bahwa tidak ada satu pun amal yang luput dari perhitungan Allah, baik yang tampak maupun tersembunyi.

Membaca Al-Qur’an pada malam Nisfu Syaban, termasuk Surah Yasin, dipahami sebagai bagian dari upaya memperbanyak catatan kebaikan sekaligus mengharap pengampunan atas kesalahan masa lalu.

Yasin sebagai Wasilah Doa

Dalam tradisi keilmuan Islam, membaca Al-Qur’an dengan niat yang baik dipandang sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah.

Dalam kitab Sunan Darimi disebutkan bahwa Surah Yasin dibaca untuk maksud yang diniatkan dengan ikhlas.

Para ulama menjelaskan bahwa maksud hadis ini bukan jaminan mutlak terkabulnya permintaan, melainkan penegasan bahwa Al-Qur’an memiliki nilai spiritual yang dapat menjadi perantara doa.

Karena itu, membaca Yasin pada malam penuh keberkahan seperti Nisfu Syaban dimaknai sebagai ikhtiar batin untuk membuka pintu rahmat dan pertolongan Allah.

Baca juga: Akhir Bulan Rajab Tinggal Hitungan Hari, Ini Jadwal Awal Syaban 1447 H dan Keutamaannya

Antara Tradisi dan Substansi Ibadah

Ulama kontemporer menekankan bahwa esensi dari amalan Nisfu Syaban bukan terletak pada jumlah bacaan, melainkan pada kualitas ibadah.

Ibadah sunnah yang bersifat tradisi lokal tetap dibolehkan selama tidak bertentangan dengan prinsip syariat dan tidak diyakini sebagai kewajiban agama.

Dengan demikian, membaca Yasin tiga kali dapat dipahami sebagai bentuk tradisi ibadah kolektif yang bertujuan menghidupkan malam penuh rahmat.

Yang lebih penting adalah kehadiran hati, keikhlasan niat, serta perubahan perilaku setelah ibadah dilakukan.

Momentum Persiapan Menuju Ramadhan

Malam Nisfu Syaban juga sering disebut sebagai pintu masuk menuju Ramadhan. Banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk menjadikannya sebagai waktu muhasabah, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan memperkuat komitmen ibadah.

Membaca Surah Yasin pada malam ini bukan sekadar ritual, tetapi bagian dari proses membangun kesiapan spiritual agar memasuki bulan suci dengan hati yang lebih bersih dan iman yang lebih kokoh.

Tradisi membaca Surah Yasin tiga kali pada malam Nisfu Syaban lahir dari pemahaman tentang keutamaan Al-Qur’an, kemuliaan malam pertengahan Syaban, serta kebutuhan manusia untuk berdoa secara terarah.

Meski tidak bersifat wajib, amalan ini tetap bernilai ibadah selama dilakukan dengan niat yang tulus dan sesuai tuntunan Islam.

Pada akhirnya yang paling utama bukanlah berapa kali Surah Yasin dibaca, melainkan sejauh mana ibadah tersebut mampu menghadirkan kesadaran, memperbaiki akhlak, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Malam Nisfu Syaban pun menjadi momentum penting untuk menata ulang arah hidup, memperbanyak amal, dan memohon ampunan sebelum memasuki bulan penuh keberkahan, Ramadhan.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
PBNU Tetapkan Awal Syaban 1447 H Selasa 20 Januari 2026, Hilal Terlihat di Sukabumi
PBNU Tetapkan Awal Syaban 1447 H Selasa 20 Januari 2026, Hilal Terlihat di Sukabumi
Aktual
Amalan Malam Nisfu Syaban: Mengetuk Pintu Ampunan di Bulan yang Sering Terlupakan
Amalan Malam Nisfu Syaban: Mengetuk Pintu Ampunan di Bulan yang Sering Terlupakan
Doa dan Niat
5 Peristiwa Agung di Bulan Syaban, Peralihan Kiblat hingga Penentuan Ajal Manusia
5 Peristiwa Agung di Bulan Syaban, Peralihan Kiblat hingga Penentuan Ajal Manusia
Aktual
Doa Masuk Bulan Syaban, Menyiapkan Hati Menyambut Ramadhan
Doa Masuk Bulan Syaban, Menyiapkan Hati Menyambut Ramadhan
Doa dan Niat
Malam Nisfu Sya’ban dalam Tinjauan Ulama: Dalil dan Amalan yang Dianjurkan
Malam Nisfu Sya’ban dalam Tinjauan Ulama: Dalil dan Amalan yang Dianjurkan
Doa dan Niat
Skor Pencegahan Korupsi di Kemenag Disebut Lampaui Target Nasional
Skor Pencegahan Korupsi di Kemenag Disebut Lampaui Target Nasional
Aktual
Amalan Bulan Sya’ban: Keutamaan, Dalil, dan Praktik Ibadah Menjelang Ramadhan
Amalan Bulan Sya’ban: Keutamaan, Dalil, dan Praktik Ibadah Menjelang Ramadhan
Doa dan Niat
Dzikir Bulan Sya’ban: 4 Bacaan yang Dianjurkan MUI dan Keutamaannya
Dzikir Bulan Sya’ban: 4 Bacaan yang Dianjurkan MUI dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Mengapa Nisfu Syaban Baca Yasin 3 Kali? Ini Penjelasannya
Mengapa Nisfu Syaban Baca Yasin 3 Kali? Ini Penjelasannya
Doa dan Niat
Doa Awal Bulan Sya’ban, Lengkap dengan Keutamaan dan Amalan Sunnah Menyambut Ramadhan
Doa Awal Bulan Sya’ban, Lengkap dengan Keutamaan dan Amalan Sunnah Menyambut Ramadhan
Doa dan Niat
Bahtsul Masail Kiai Muda NU Minta PBNU Pecat Kader Korupsi
Bahtsul Masail Kiai Muda NU Minta PBNU Pecat Kader Korupsi
Aktual
Gibran ke Pesantren Cipasung Besok, Bawa Misi Santri Melek AI dan Robotik
Gibran ke Pesantren Cipasung Besok, Bawa Misi Santri Melek AI dan Robotik
Aktual
Sibuk Dunia tapi Rugi Akhirat? Ini Cara Agar Aktivitas Bernilai Ibadah
Sibuk Dunia tapi Rugi Akhirat? Ini Cara Agar Aktivitas Bernilai Ibadah
Doa dan Niat
Wamenhaj Tekankan Pentingnya Alur Komando bagi Petugas Haji
Wamenhaj Tekankan Pentingnya Alur Komando bagi Petugas Haji
Aktual
5 Persiapan Menyambut Datangnya Ramadhan 2026 Agar Ibadah Lebih Optimal
5 Persiapan Menyambut Datangnya Ramadhan 2026 Agar Ibadah Lebih Optimal
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com