KOMPAS.com - Malam Nisfu Syaban menjadi salah satu momentum spiritual yang dinanti umat Islam.
Malam pertengahan bulan Syaban ini diyakini sebagai waktu turunnya rahmat Allah SWT, terbukanya pintu ampunan, serta dikabulkannya doa-doa hamba yang bersungguh-sungguh bermunajat.
Dalam tradisi keislaman Nusantara, Malam Nisfu Syaban kerap diisi dengan rangkaian ibadah seperti membaca Al-Qur’an, memperbanyak istighfar, shalawat, serta memanjatkan doa khusus yang diwariskan para ulama.
Praktik ini tidak lepas dari landasan hadis dan pendapat para imam mazhab yang menempatkan Nisfu Syaban sebagai waktu istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Baca juga: Niat Puasa Nisfu Syaban: Bacaan, Dalil, Jadwal, dan Keutamaannya
Secara historis, keutamaan Malam Nisfu Syaban dijelaskan dalam berbagai riwayat. Dalam hadis yang diriwayatkan Ibnu Majah disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Allah melihat kepada seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban, lalu mengampuni semua hamba-Nya kecuali orang yang menyekutukan Allah dan orang yang bermusuhan.” (HR. Ibnu Majah)
Hadis ini menunjukkan bahwa Malam Nisfu Syaban merupakan momentum pengampunan massal bagi hamba-hamba Allah yang membersihkan hati dari syirik dan kebencian.
Selain itu, Imam Syafi’i dalam kitab Al-Umm menjelaskan bahwa terdapat beberapa malam yang dianjurkan untuk memperbanyak doa, salah satunya adalah malam pertengahan bulan Syaban.
Hal ini menjadi dasar kuat bagi umat Islam untuk menghidupkan malam tersebut dengan munajat.
Baca juga: Doa Awal Bulan Sya’ban, Lengkap dengan Keutamaan dan Amalan Sunnah Menyambut Ramadhan
Dalam buku Tanya Jawab Islam terbitan PISS KTB Tim Dakwah Pesantren dijelaskan bahwa Malam Nisfu Syaban termasuk waktu yang memiliki keistimewaan spiritual karena berkaitan dengan pengaturan takdir tahunan, pengampunan dosa, dan limpahan rahmat Allah SWT.
Pandangan ini diperkuat oleh firman Allah SWT:
“Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki, dan di sisi-Nya terdapat Lauhul Mahfuzh.” (QS. Ar-Ra’d: 39)
Ayat ini menjadi landasan teologis bahwa Allah memiliki kekuasaan mutlak dalam menetapkan dan mengubah ketentuan-Nya, termasuk melalui doa hamba yang dipanjatkan dengan penuh keikhlasan.
Baca juga: Kapan Malam Nisfu Syaban 1447 H? Ini Jadwal Resmi dari LF PBNU
Dalam tradisi keilmuan Islam Nusantara, doa Malam Nisfu Syaban yang banyak diamalkan merujuk pada kitab Maslakul Akhyar karya Mufti Betawi, Syekh Sayyid Utsman bin Yahya.
Doa ini juga direkomendasikan oleh Majelis Ulama Indonesia sebagai bagian dari amalan keagamaan masyarakat.
اللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَّوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الْخَائِفِيْنَ...
(Doa dapat dibaca lengkap sesuai teks yang biasa diamalkan di masjid dan majelis taklim)
Allāhumma yā dzal manni wa lā yumannu ‘alaika yā dzal jalāli wal ikrām, yā dzat thauli wal in‘ām, lā ilāha illā anta zhahral lājīna wa jāral mustajīrīna wa ma’manal khā’ifīn...
Artinya “Ya Allah, wahai Dzat Yang Maha Memberi dan tidak diberi, wahai pemilik keagungan dan kemuliaan, wahai pemilik karunia dan kenikmatan. Tidak ada Tuhan selain Engkau, tempat berlindung orang-orang yang meminta perlindungan, pelindung orang-orang yang terancam, serta pemberi rasa aman bagi orang-orang yang takut…”
Doa ini berisi permohonan agar Allah menghapus catatan keburukan, melapangkan rezeki, memberikan taufik, serta menetapkan hamba dalam golongan orang-orang yang beruntung dunia dan akhirat.
Dalam praktik masyarakat Muslim Indonesia, doa Malam Nisfu Syaban biasanya dirangkaikan dengan pembacaan Surat Yasin sebanyak tiga kali. Tradisi ini dijelaskan dalam buku Amalan-Amalan Bulan Syaban karya KH Ahmad Sya’rani.
Pembacaan Yasin dilakukan dengan niat yang berbeda:
Setelah itu, doa Nisfu Syaban dibaca secara berjamaah atau sendiri-sendiri sesuai kemampuan.
Baca juga: Keistimewaan Bulan Syaban: Bulannya Rasulullah, Alquran, dan Diangkatnya Amal
Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa malam-malam istimewa dalam Islam berfungsi sebagai sarana penyucian hati dan pembaruan spiritual.
Malam Nisfu Syaban menjadi momentum muhasabah, memperbaiki hubungan dengan Allah, serta membersihkan hati dari dendam dan kebencian.
Nilai terpenting dari doa Nisfu Syaban bukan semata bacaan lafaz, melainkan kesungguhan hati dalam bertaubat dan memperbaiki kualitas keimanan.
Doa Malam Nisfu Syaban merupakan amalan yang sarat nilai spiritual dan tradisi keilmuan Islam.
Dengan memahami dasar dalil, rujukan ulama, serta tata cara pengamalannya, umat Islam dapat menghidupkan malam istimewa ini dengan lebih bermakna.
Momentum Nisfu Syaban menjadi ruang refleksi diri sekaligus persiapan rohani menyambut bulan Ramadan, agar setiap Muslim memasuki bulan suci dengan hati yang bersih dan jiwa yang lebih siap.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang