Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Amalan Utama di Bulan Ramadhan Beserta Dalilnya

Kompas.com, 22 Januari 2026, 11:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bulan Ramadhan dikenal sebagai bulan penuh keberkahan, ampunan, dan limpahan pahala.

Dalam kalender Islam, Ramadhan menempati posisi istimewa karena menjadi waktu diturunkannya Al-Qur’an sekaligus momentum pembinaan spiritual umat Islam.

Karena itu, para ulama menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan intensifikasi ibadah dan penguatan hubungan dengan Allah SWT.

Dalam buku Fiqh as-Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa Ramadhan merupakan madrasah ruhani yang membentuk kesabaran, keikhlasan, dan ketakwaan seorang muslim melalui rangkaian ibadah yang terstruktur. Berikut beberapa ibadah utama yang dianjurkan untuk diamalkan selama bulan Ramadhan.

Puasa Ramadhan sebagai Pilar Utama Ibadah

Puasa menjadi ibadah pokok di bulan Ramadhan. Kewajiban ini ditetapkan sejak tahun kedua Hijriah sebagaimana tertuang dalam Surah Al-Baqarah ayat 183.

Puasa tidak hanya bermakna menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menjaga lisan, pandangan, serta perilaku dari perbuatan tercela.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa puasa memiliki tiga tingkatan. Pertama, puasa orang awam yang menahan lapar dan haus.

Kedua, puasa khusus yang menjaga seluruh anggota tubuh dari maksiat. Ketiga, puasa khususul khusus yang memurnikan hati dari segala selain Allah.

Konsep ini menunjukkan bahwa puasa Ramadhan memiliki dimensi lahiriah dan batiniah yang saling melengkapi.

Baca juga: Hitung Mundur Puasa Ramadhan 2026: Tinggal 28 Hari Lagi, Ini Prediksi Awal Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Shalat Tarawih sebagai Ibadah Malam Ramadhan

Shalat Tarawih menjadi ciri khas ibadah malam di bulan Ramadhan. Ibadah ini dilaksanakan setelah shalat Isya dan dianjurkan secara berjamaah di masjid.

Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang melaksanakan shalat malam di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

Dalam kitab Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab karya Imam Nawawi disebutkan bahwa Tarawih merupakan bentuk qiyamul lail yang dikhususkan pada Ramadhan.

Selain bernilai ibadah, Tarawih juga memperkuat ikatan sosial umat melalui kebersamaan dalam masjid.

Membaca dan Tadarrus Al-Qur’an

Ramadhan sering disebut sebagai bulan Al-Qur’an. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 ditegaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada bulan ini sebagai petunjuk bagi manusia.

Tradisi Rasulullah SAW setiap Ramadhan adalah memperbanyak tadarrus Al-Qur’an bersama Malaikat Jibril.

Dalam buku Ensiklopedia Islam terbitan Ichtiar Baru Van Hoeve dijelaskan bahwa para sahabat dan ulama salaf menjadikan Ramadhan sebagai waktu khusus untuk mengkhatamkan Al-Qur’an.

Membaca Al-Qur’an tidak hanya bernilai pahala, tetapi juga menjadi sarana penyucian jiwa dan pembentukan akhlak.

Baca juga: Ramadhan Berapa Hari Lagi? Cek Hitung Mundur Ramadhan 2026 dan Persiapannya

Sedekah dan Kepedulian Sosial

Ramadhan juga identik dengan peningkatan solidaritas sosial. Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang paling dermawan dan kedermawanannya semakin meningkat pada bulan Ramadhan.

Sedekah di bulan ini memiliki nilai strategis karena membantu meringankan beban kaum dhuafa serta memperkuat ukhuwah Islamiyah.

Dalam buku Zakat dan Infak dalam Perspektif Islam karya Yusuf Al-Qaradawi disebutkan bahwa Ramadhan merupakan momentum ideal untuk menghidupkan budaya berbagi.

Sedekah tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga menumbuhkan empati sosial dan keadilan ekonomi.

I’tikaf di Sepuluh Malam Terakhir

I’tikaf merupakan ibadah yang dilakukan dengan menetap di masjid untuk fokus beribadah, berzikir, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Rasulullah SAW secara konsisten melaksanakan i’tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadhan untuk mencari Lailatul Qadar.

Dalam kitab Subulus Salam karya Imam Ash-Shan’ani dijelaskan bahwa i’tikaf merupakan bentuk khalwat syar’i yang bertujuan membersihkan hati dari kesibukan duniawi.

Ibadah ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara aktivitas sosial dan kontemplasi spiritual.

Baca juga: Puasa Qadha Ramadhan: Niat, Waktu Pelaksanaan, dan Bolehkah Digabung dengan Puasa Sunnah?

Memperbanyak Doa dan Dzikir

Ramadhan juga menjadi waktu yang mustajab untuk berdoa. Allah SWT memberikan jaminan pengabulan doa dalam Surah Al-Baqarah ayat 186.

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak istighfar, tasbih, tahmid, dan doa, terutama pada waktu sahur dan menjelang berbuka.

Menurut Quraish Shihab dalam buku Membumikan Al-Qur’an, dzikir dan doa berfungsi sebagai sarana membangun kesadaran spiritual yang berkelanjutan, sehingga Ramadhan tidak hanya berdampak sesaat, tetapi membentuk karakter muslim sepanjang tahun.

Bulan Ramadhan merupakan kesempatan emas untuk memperbaiki kualitas ibadah dan memperkuat ketakwaan.

Puasa, shalat Tarawih, membaca Al-Qur’an, sedekah, i’tikaf, serta memperbanyak doa adalah rangkaian amalan yang saling melengkapi dalam membentuk pribadi muslim yang lebih baik.

Dengan mengoptimalkan ibadah di bulan suci ini, umat Islam diharapkan tidak hanya meraih pahala, tetapi juga membawa nilai-nilai Ramadhan ke dalam kehidupan sehari-hari setelah bulan suci berlalu.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Tanpa Disadari, 10 Tanda-Tanda Kiamat Kecil Ini Sudah Terjadi
Tanpa Disadari, 10 Tanda-Tanda Kiamat Kecil Ini Sudah Terjadi
Doa dan Niat
Kenapa Nisfu Syaban Istimewa? Ulama Sebut Hari Raya Malaikat
Kenapa Nisfu Syaban Istimewa? Ulama Sebut Hari Raya Malaikat
Doa dan Niat
11 Waktu Mustajab Untuk Berdoa: Saat Doa yang Dilangitkan Mudah Dikabulkan
11 Waktu Mustajab Untuk Berdoa: Saat Doa yang Dilangitkan Mudah Dikabulkan
Doa dan Niat
Bukan Cuma Sya’ban, Ini Waktu-waktu Amal Dilaporkan ke Allah
Bukan Cuma Sya’ban, Ini Waktu-waktu Amal Dilaporkan ke Allah
Doa dan Niat
Setan Dibelenggu Saat Ramadhan, Kok Dosa Masih Banyak?
Setan Dibelenggu Saat Ramadhan, Kok Dosa Masih Banyak?
Aktual
Puasa Qadha Ramadhan: Panduan Niat Ganti Puasa dan Dasar Hukumnya Menurut Ulama
Puasa Qadha Ramadhan: Panduan Niat Ganti Puasa dan Dasar Hukumnya Menurut Ulama
Doa dan Niat
Amalan Utama di Bulan Ramadhan Beserta Dalilnya
Amalan Utama di Bulan Ramadhan Beserta Dalilnya
Doa dan Niat
Puasa 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Perkiraan Awal Ramadhan Menurut Hisab dan Rukyat
Puasa 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Perkiraan Awal Ramadhan Menurut Hisab dan Rukyat
Aktual
Niat Puasa Ramadhan: Wajib Setiap Malam atau Cukup Sekali? Ini Penjelasan Ulama
Niat Puasa Ramadhan: Wajib Setiap Malam atau Cukup Sekali? Ini Penjelasan Ulama
Doa dan Niat
Puasa Syaban dan Rajab: Bacaan Niat, Keutamaannya, serta Bolehkah Digabung dengan Qadha Ramadhan?
Puasa Syaban dan Rajab: Bacaan Niat, Keutamaannya, serta Bolehkah Digabung dengan Qadha Ramadhan?
Doa dan Niat
Berapa Kali Rasulullah Puasa Ramadhan? Ini Jawaban Sejarah Islam
Berapa Kali Rasulullah Puasa Ramadhan? Ini Jawaban Sejarah Islam
Aktual
Muhaimin Dorong Sarjana NU Perkuat Transformasi Pesantren
Muhaimin Dorong Sarjana NU Perkuat Transformasi Pesantren
Aktual
Amalan Hari Jumat untuk Muslimah, Raih Berkah dan Pahala Besar
Amalan Hari Jumat untuk Muslimah, Raih Berkah dan Pahala Besar
Aktual
Puasa Qadha Ramadhan: Niat, Waktu Pelaksanaan, dan Bolehkah Digabung dengan Puasa Sunnah?
Puasa Qadha Ramadhan: Niat, Waktu Pelaksanaan, dan Bolehkah Digabung dengan Puasa Sunnah?
Doa dan Niat
Jemaah Haji Dilarang Jalan Kaki dari Muzdalifah ke Mina
Jemaah Haji Dilarang Jalan Kaki dari Muzdalifah ke Mina
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com