Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tata Cara Mengirim Al Fatihah untuk Orang yang Meninggal Dunia Lengkap dengan Doanya

Kompas.com, 26 Januari 2026, 09:29 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Dalam tradisi umat Islam, membaca Surat Al Fatihah lalu menghadiahkannya kepada orang yang telah meninggal dunia merupakan amalan yang sangat familiar, terutama di Indonesia oleh Kaum Nahdhiyin.

Amalan ini biasa dilakukan setelah shalat, saat ziarah kubur, dalam tahlilan, maupun doa keluarga. Meski tampak sederhana, praktik ini menyimpan makna spiritual yang dalam dan memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam.

Dasar Bolehnya Mengirimkan Al Fatihah

Mengenai menghadiahkan bacaan surat Al Fatihah kepada orang yang sudah meninggal, ada perselisihan di kalangan para ulama.

Ada yang berpendapat pahalanya tidak sampai kepada orang yang sudah meninggal, tetapi ada pula yang menyatakan pahalanya sampai.

Salah satu pendapat yang memperbolehkan mengirimkan doa dan dzikir untuk orang yang sudah meninggal, termasuk bacaan surat Al Fatihah adalah Ibnu Qudamah dalam kitabnya Syarh Al Kabir.

وأي قربة فعلها وجعل ثوابها للميت المسلم نفعه ذلك

Artinya: “Ibadah apapun yang dikerjakan dan pahalanya dihadiahkan untuk mayit yang muslim, maka dia bisa mendapatkan manfaatnya.”

Dalam pandangan 4 Mazhab, tidak ada yang melarang mutlak mengirimkan Al Fatihah kepada orang yang meninggal. Mazhab Hanafi dengan tegas memperbolehkan, sementara mazhab Maliki, Syafi'i dan Hanbali terbelah menjadi dua, sebagian memperbolehkan dan sebagian melarang.

Baca juga: Bacaan Tahlil Lengkap dengan Doa: Arab, Latin, dan Artinya

Bacaan Surat Al Fatihah

Arab:

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ، مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ، اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ، صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ

Latin:

Bismillaahir raḫmaanir-raḫiim, Alḫamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin,

Ar rahmaanir rahiim, maaliki yaumid diin, iyyaaka na‘budu wa iyyaaka nasta‘iin,

Ihdinash shiraathal mustaqiim, shiraatal ladziina an‘amta ‘alaihim ghairil maghdhuubi ‘alaihim wa ladh dhaalliin. Aamiin.

Artinya:

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah. Hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan.

Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Kauanugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Semoga Kaukabulkan permohonan kami.

Baca juga: Ziarah Kubur Jelang Ramadan, Sunnah atau Sekadar Tradisi?

Tata Cara Menghadiahkan Surat Al Fatihah

Sebelum menghadiahkan surat Al Fatihah, didahului dengan mengkhususkan orang-orang yang akan dikirimi bacaan surat Al Fatihah.

Berikut urut-urutannya.

1. Surat Al Fatihah dihadiahkan kepada Nabi Muhammad SAW dan Keluarganya

إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى سَيِّدِنَا مُحمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاٰلِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَأَوْلَادِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ ، لَهُمُ الفَاتِحَة

Ila hadhratin nabiyyil musthafaa sayyidinaa Muḫammadin shallallahu ‘alaihi wa sallama wa aalihi wa azwaajihi wa aulaadihi wa dzurriyyaatihi lahumul faatihah.

Kepada yang terhormat Nabi Muhammad, segenap keluarga, istri-istrinya, anak-anaknya, dan keturunannya. Bagi Mereka (pahala membaca) surat Al Fatihah.

2. Surat Al Fatihah Dihadiahkan kepada Para Sahabat dan Orang-orang Sholeh

ثُمَّ إِلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَاءِ الْعَامِلِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ، لَهُمُ الفَاتِحَة

Tsumma ilaa hadhrati ikhwaanihi minal anbiyaa’i wal mursaliin wal auliyaa’i wasy syuhadaa’i wash shaalihiin wash shahaabati wat taabi‘iin wal ‘ulamaa’il ‘aamiliin wa jamii‘il malaaikatil muqarrabiin, lahumul faatihah.

Lalu kepada segenap saudara beliau dari kalangan pada nabi, rasul, wali, syuhada, orang-orang saleh, sahabat, tabi‘in, ulama al-amilin (yang mengamalkan ilmunya), semua malaikat Muqarrabin. Bagi Mereka (pahala membaca) surat Al Fatihah.

3. Surat Al Fatihah Dihadiahkan untuk Ahli Kubur dan Para Leluhur

ثُمَّ إِلَى جَمِيْعِ أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ خُصُوْصًا إِلَى اٰبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخِنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا، لَهُمُ الفَاتِحَة

Tsumma ilaa jamii‘i ahlil qubuuri minal muslimiina wal muslimaati wal mu’miniina wal mu’minaati khushushan ilaa abaa’inaa wa ummahaatinaa wa ajdaadinaa wa jaddaatina wa masyaakhinaa wa liman aḫsana ilainaa, lahumul faatihah.

Kemudian kepada semua ahli kubur Muslimin, Muslimat, Mukminin, Mukminat, khususnya bapak kami, ibu kami, kakek kami, nenek kami, guru kami, dan mereka yang telah berbuat baik kepada kami, Bagi Mereka (pahala membaca) surat Al Fatihah.

Baca juga: Bacaan Dzikir dan Tahlil Singkat: Arab, Latin, dan Artinya

4. Menghadiahkan Surat Al Fatihah Ahli Kubur untuk yang Disebut Namanya.

Terakhir adalah menghadiahi orang yang diziarahi dengan bacaan surat Al Fatihah.

a. Untuk ahli kubur laki-laki

خُصُوصًا إِلٰى رُوحِ (......) لَهُ الْفَاتِحَة

Khususon ilaa ruhii (sebutkan Namanya) lahu Al Faatihah.

b. Khusus untuk ruh (sebutkan Namanya) untuknya (pahala membaca) surat Al Fatihah.

Untuk ahli kubur perempuan

خُصُوصًا إِلٰى رُوحِ (......) لَهَا الْفَاتِحَة

Khususon ilaa ruhii (sebutkan Namanya) laha Al Faatihah.

Khusus untuk ruh (sebutkan Namanya) untuknya (pahala membaca) surat Al Fatihah

c. Untuk ahli kubur lebih dari satu

خُصُوصًا إِلٰى اَرْوَاحِ (......) لهُمُ الفَاتِحَة

Khususon ilaa arwahi (sebutkan nama-namanya) Lahumul Faatihah.

Khusus untuk ruh-ruh (sebutkan nama-namanya) Bagi mereka (pahala membaca) surat Al Fatihah.

Doa Setelah Mengirim Al Fatihah

Setelah selesai mengirimkan Al Fatihah, dilanjutkan dengan membaca doa berikut.

Arab:

اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا قِرَاءَتَنَا سُورَةَ الْفَاتِحَةِ

وَأَهْدِ ثَوَابَهَا إِلَى رُوحِ عَبْدِكَ (فُلَانٍ/فُلَانَةٍ)

وَاغْفِرْ لَهُ وَلَهَا، وَارْحَمْهُ وَارْحَمْهَا

وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ

وَوَسِّعْ قَبْرَهُ، وَنَوِّرْ لَهُ فِيهِ

وَاجْعَلِ الْجَنَّةَ مَثْوَاهُ

وَاجْمَعْنَا بِهِ فِي دَارِ كَرَامَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Baca juga: Keutamaan Surat Al-Fatihah: Induk Al-Qur’an yang Tiada Tanding

Latin:

Allāhumma taqabbal minnā qirā’atanā sūratal-Fātiḥah,

Wa ahdi tsawābahā ilā rūḥi ‘abdika (fulān/fulānah),

Waghfir lahu wa lahā, warḥamhu warḥamhā,

Wa ‘āfihi wa‘fu ‘anhu,

Wa wassi‘ qabrahu wa nawwir lahu fīhi,

Waj‘alil-jannata matswāhu,

Wajma‘nā bihī fī dāri karāmatika yā arḥamar-rāḥimīn.

Artinya:

Ya Allah, terimalah dari kami bacaan Surat Al-Fatihah ini.

Sampaikanlah pahalanya kepada ruh hamba-Mu (nama).

Ampunilah dosa-dosanya, rahmatilah ia, sejahterakan dan maafkan kesalahannya.

Lapangkan dan terangkan kuburnya, jadikan surga sebagai tempat tinggalnya.

Dan kelak kumpulkanlah kami bersamanya di tempat kemuliaan-Mu,

wahai Dzat Yang Maha Penyayang.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com