KOMPAS.com - Mendekati waktu berbuka puasa bukan sekadar momen menunggu azan Magrib. Dalam ajaran Islam, detik-detik terakhir sebelum berbuka justru menjadi salah satu waktu paling istimewa untuk memperbanyak doa dan zikir.
Para ulama menyebut fase ini sebagai “jam emas” ibadah karena keadaan seorang hamba sedang berada di puncak pengendalian diri dan keikhlasan.
Rasulullah SAW menegaskan bahwa doa orang yang berpuasa memiliki keutamaan khusus. Dalam hadis riwayat Ibnu Majah disebutkan:
إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ دَعْوَةً لَا تُرَدُّ
Inna lish-shaa’imi ‘inda fithrihi da‘watan laa turaddu.
Artinya: “Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa, ketika berbuka terdapat doa yang tidak tertolak.”
Hadis ini menjadi dasar kuat mengapa umat Islam dianjurkan mengisi waktu jelang berbuka dengan zikir dan doa, bukan sekadar aktivitas menunggu makanan.
Baca juga: Niat Puasa Ramadhan: Doa Sahur Rasulullah yang Jarang Diketahui
Dalam buku Fadhail Ramadhan karya Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dijelaskan bahwa orang yang berpuasa berada dalam kondisi spiritual yang unik.
Lapar dan haus yang ditahan sejak pagi melatih kesabaran, keikhlasan, serta ketundukan kepada Allah. Pada saat itulah hati menjadi lebih lembut dan mudah menerima hidayah.
Selain itu, Al-Qur’an menegaskan pentingnya mengingat Allah dalam setiap keadaan:
Fadzkuruu nii adzkurkum wasykuruu lii walaa takfuruun.
Artinya: “Ingatlah Aku, niscaya Aku ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar.” (QS Al-Baqarah: 152)
Ayat ini menjadi landasan bahwa memperbanyak zikir, termasuk menjelang berbuka puasa, merupakan jalan untuk meraih pertolongan dan keberkahan Allah.
Para ulama sepakat bahwa zikir menjelang berbuka membawa banyak manfaat spiritual. Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi disebutkan bahwa waktu-waktu mustajab doa, termasuk saat berbuka puasa, sebaiknya dimanfaatkan untuk memohon ampunan, kebaikan dunia, dan keselamatan akhirat.
Secara umum, zikir jelang berbuka memiliki beberapa keutamaan utama. Pertama, memperkuat ketakwaan karena hati terus terhubung dengan Allah.
Kedua, menenangkan jiwa setelah seharian menahan diri. Ketiga, menjadi sarana penghapus dosa kecil melalui istighfar.
Keempat, membuka peluang terkabulnya doa, baik yang berkaitan dengan kebutuhan pribadi maupun umat.
Baca juga: Puasa Berapa Hari Lagi 2026? Simak Adab Buka Puasa Rasulullah
Berikut beberapa bacaan zikir dan doa yang dianjurkan untuk diamalkan sebelum azan Magrib berkumandang.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ، أَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ
Asyhadu an laa ilaaha illallaah, astaghfirullaah, as’aluka ridhaaka wal jannata wa a‘uudzu bika min sakhathika wan naar.
Artinya: “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Aku memohon ampun kepada Allah. Aku memohon rida dan surga-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari murka dan neraka-Mu.”
Bacaan ini menggabungkan tauhid, taubat, dan permohonan keselamatan, sehingga sangat dianjurkan dibaca menjelang berbuka.
اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ
Allahumma ‘aafinii fii badanii, Allahumma ‘aafinii fii sam‘ii, Allahumma ‘aafinii fii basharii, laa ilaaha illa anta.
Artinya: “Ya Allah, berilah kesehatan pada tubuhku, pendengaranku, dan penglihatanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau.”
Doa ini mengajarkan pentingnya menjaga nikmat kesehatan sebagai modal utama dalam beribadah.
Ketika waktu berbuka tiba, Rasulullah SAW mengajarkan doa berikut:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَىٰ رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘alaa rizqika afthartu.
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”
Doa ini menegaskan bahwa ibadah puasa dan rezeki berbuka semata-mata berasal dari Allah.
Baca juga: Ini Tips Jaga Mental agar Puasa Tak Terasa Berat
Dalam buku Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali dijelaskan bahwa kualitas ibadah bukan hanya ditentukan oleh jumlah bacaan, tetapi oleh kekhusyukan hati.
Karena itu, menjelang berbuka sebaiknya diisi dengan suasana tenang, mengurangi aktivitas yang melalaikan, dan fokus pada doa serta zikir.
Beberapa langkah sederhana dapat dilakukan. Sisihkan lima hingga sepuluh menit sebelum Magrib untuk berdiam diri dan berzikir.
Matikan sejenak gangguan digital agar konsentrasi terjaga. Libatkan keluarga agar tercipta suasana ibadah bersama.
Dengan cara ini, momen berbuka tidak hanya menjadi rutinitas fisik, tetapi juga peristiwa spiritual.
Menjelang berbuka puasa adalah kesempatan yang sering terlewatkan. Padahal, Rasulullah SAW telah mengingatkan bahwa doa pada waktu ini memiliki keistimewaan yang luar biasa.
Dengan mengisi detik-detik terakhir puasa dengan zikir, istighfar, dan doa, seorang muslim tidak hanya menutup puasanya dengan ibadah, tetapi juga membuka pintu keberkahan untuk hari-hari berikutnya.
Di tengah kesibukan menyiapkan hidangan, menghidupkan zikir menjelang berbuka menjadi pengingat bahwa hakikat puasa bukan sekadar menahan lapar, melainkan membangun kedekatan dengan Allah SWT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang