Editor
KOMPAS.com-Malam Nishfu Sya’ban merupakan salah satu momentum spiritual yang kerap diisi umat Islam dengan doa, ibadah, dan muhasabah diri menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.
Dalam khutbah Jumat berikut, Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan MUI Mojokerto KH Nur Rohmad mengajak jamaah untuk memahami keutamaan Nishfu Sya’ban, memperbanyak amal kebaikan, serta meluruskan pemahaman akidah terkait doa dan takdir.
Baca juga: Khutbah Jumat Sya’ban: Amalan Puasa Sunnah dan Qadha Menjelang Ramadan 1447 H
Khutbah ini disampaikan sebagai pengingat agar umat Islam memanfaatkan waktu-waktu istimewa dengan ibadah yang tulus dan penuh kesadaran kepada Allah SWT.
Khutbah I
الحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ
أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱرۡكَعُواْ وَٱسۡجُدُواْۤ وَٱعۡبُدُواْ رَبَّكُمۡ وَٱفۡعَلُواْ ٱلۡخَيۡرَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Mengawali khutbah pada siang hari yang penuh keberkahan ini, khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi, untuk senantiasa berusaha meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, satu-satunya Tuhan yang wajib dan berhak disembah, Pencipta segala sesuatu, yang menakdirkan terjadinya segala sesuatu, Maha Kuasa atas segala sesuatu, tidak membutuhkan kepada segala sesuatu, dan berbeda dengan segala sesuatu, yang tidak membutuhkan tempat dan arah serta Maha Suci dari bentuk dan ukuran.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Tidak lama lagi kita akan menyongsong satu malam yang penuh keutamaan, kemuliaan, dan keberkahan, yaitu malam pertengahan bulan Sya’ban atau yang biasa disebut malam Nishfu Sya’ban.
Pada tahun 1447 H ini, malam Nishfu Sya’ban jatuh pada Senin malam Selasa, bertepatan dengan malam tanggal 2 menuju tanggal 3 Februari 2026.
Baca juga: Sholat Nisfu Syaban: Waktu Pelaksanaan dan Bacaan Niatnya
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Allah SWT berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱرۡكَعُواْ وَٱسۡجُدُواْۤ وَٱعۡبُدُواْ رَبَّكُمۡ وَٱفۡعَلُواْ ٱلۡخَيۡرَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ
Maknanya: “Wahai orang-orang yang beriman, rukuklah, sujudlah, sembahlah Tuhanmu, dan berbuatlah kebaikan agar kalian beruntung” (QS al-Hajj: 77).
Dalam ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan orang-orang beriman untuk melakukan amal yang paling utama setelah iman, yaitu shalat, serta memperbanyak ibadah dan kebaikan sebagai jalan menuju keberuntungan akhirat.
Ayat ini juga menjadi dalil umum anjuran berbuat kebaikan kapan pun dan di mana pun, termasuk pada malam Nishfu Sya’ban.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُوْمُوْا لَيْلَهَا وَصُوْمُوْا نَهَارَهَا
(رَوَاهُ ابْنُ مَاجَه وَالْبَيْهَقِيُّ)
Maknanya: “Apabila tiba malam Nishfu Sya’ban, maka hidupkanlah malamnya dan berpuasalah di siang harinya.”
Yakni bangunlah di sebagian besar malam itu dan isilah dengan shalat, baca surat Yasin atau surat-surat lainnya dalam Alquran, dzikir, doa dan kebaikan-kebaikan yang lain.
Doa di pertengahan malam, lebih-lebih di sepertiga malam terakhir, dan lebih-lebih lagi bertepatan dengan malam Nishfu Sya’ban adalah ibadah yang agung dan lebih berpotensi dikabulkan oleh Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِذَا كَانَ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَان نَادَى مُنَادٍ هَلْ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ فَأَغْفِرَ لَهُ، هَلْ مِنْ سَائِلٍ فَأُعْطِيَهُ (رَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ في شُعَبِ الْإِيْمَانِ(
Maknanya: “Apabila tiba malam Nishfu Sya’ban, maka malaikat berseru menyampaikan dari Allah: adakah orang yang memohon ampun maka aku ampuni, adakah orang yang meminta sesuatu maka aku berikan permintaannya” (HR al Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman).
Oleh karena itulah, Imam Syafi’i menegaskan dalam kitab Al-Umm:
وَبَلَغَنَا أَنَّهُ كَانَ يُقَالُ إِنَّ الدُّعَاءَ يُسْتَجَابُ فِي خَمْسِ لَيَالٍ فِي لَيْلَةِ الْجُمُعَةِ وَلَيْلَةِ الْأَضْحَى وَلَيْلَةِ الْفِطْرِ وَأَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبٍ وَلَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ
“Telah sampai berita kepada kami bahwa dulu pernah dikatakan: sesungguhnya doa dikabulkan pada lima malam: malam jum’at, malam hari raya idul adha, malam idul fitri, malam satu Rajab dan malam Nishfu Sya’ban.”
Syekh Ibnu Hajar Al-Haitami dalam al-Fatawa al-Fiqhiyyah al-Kubra mengatakan:
وَالْحَاصِلُ أَنَّ لِهٰذِهِ اللَّيْلَةِ فَضْلًا وَأَنَّهُ يَقَعُ فِيْهَا مَغْفِرَةٌ مَخْصُوْصَةٌ وَاسْتِجَابَةٌ مَخْصُوْصَةٌ وَمِنْ ثَمَّ قَالَ الشَّافِعِيُّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ إِنَّ الدُّعَاءَ يُسْتَجَابُ فِيْهَا
“Kesimpulannya bahwa malam Nishfu Sya’ban memiliki keutamaan, dan terjadi pengampunan dosa secara khusus serta pengabulan doa secara khusus. Dari sini-lah Imam Syafi’i mengatakan bahwa doa dikabulkan di malam Nishfu Sya’ban.”
Baca juga: Malam Nisfu Syaban 2026: Tanggal, Amalan, Keutamaan dan Dalilnya
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita manfaatkan pertengahan Sya’ban ini dengan sebaik-baiknya. Marilah kita memperbanyak shalat dan berbagai ketaatan yang lain di malam harinya (malam 15 Sya’ban) dan berpuasa di hari Nishfu Sya’ban (hari kelima belas Sya’ban). Karena telah diriwayatkan dalam hadis yang sahih:
يَطَّلِعُ اللهُ إِلَى خَلْقِهِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ (رَوَاهُ ابْنُ حِبَّانَ والطَّبَرَانِيُّ وَالْبَيْهَقِيُّ)
Maknanya: “Allah merahmati para hamba-Nya (dengan rahmat khusus yang disertai kemuliaan) di malam Nishfu Sya’ban, maka Ia mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang yang musyrik dan seorang muslim yang ada permusuhan, kedengkian dan kebencian terhadap Muslim lain karena urusan duniawi” (HR Ibnu Hibban, ath Thabarani dan al Baihaqi)
Makna hadis ini bahwa Allah mengkhususkan malam Nishfu Sya’ban dengan sebuah keistimewaan, yaitu Allah merahmati para hamba-Nya yang beriman dengan rahmat yang khusus, yaitu rahmat yang disertai kemuliaan, ketinggian derajat dan pahala.
Allah mengampuni untuk sebagian kaum Muslimin sebagian dosa mereka dan mengampuni untuk sebagian kaum Muslimin semua dosa mereka. Sedangkan orang kafir dan musyrik, maka Allah tidak akan mengampuninya.
Demikian pula musyahin, yakni seorang Muslim yang ada permusuhan, kedengkian dan kebencian terhadap Muslim lain karena urusan dunia. Oleh karenanya, hendaklah masing-masing kita memperbaiki hubungan dengan saudara sesama Muslim.
Dan hendaklah masing-masing dari kita memaafkan, berlapang dada dan mengeluarkan serta membuang iri dan kebencian dari hati kita sebelum malam Nishfu Sya’ban tiba. Dengan itu, semoga Allah merahmati kita dan mengampuni dosa-dosa kita.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita teladani para ulama salaf yang mengagungkan malam Nishfu Sya’ban dan giat beribadah di malam itu. Ibnu Rajab al Hanbali menuturkan dalam kitab Latha’if al Ma’arif:
“Para tabi’in dari kalangan penduduk Syam, seperti Khalid bin Ma’dan, Mak-hul, Luqman bin ‘Amir dan lainnya selalu mengagungkan malam Nishfu Sya’ban dan giat beribadah di malam itu. Dari mereka-lah, umat Islam menyimpulkan keutamaannya dan mengagungkannya. Hal yang sama juga dilakukan oleh para ahli ibadah di kota Bashrah dan lainnya.”
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Terakhir kami ingin menyinggung sedikit satu permasalahan terkait akidah yang wajib kita yakini.
Para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah sepakat menyatakan bahwa takdir dan kehendak Allah tidak berubah karena doanya orang yang berdoa atau sedekah yang dilakukan oleh seseorang, baik pada Nishfu Sya’ban atau di waktu-waktu yang lain.
Kita diperintah untuk berdoa, tiada lain adalah untuk menampakkan penghambaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Seseorang yang doanya sesuai dengan apa yang Allah takdirkan terjadi, maka apa yang diminta hamba akan terwujud.
Dan jika doa seorang hamba tidak sesuai dengan apa yang Allah takdirkan untuknya, maka apa yang diminta hamba pasti tidak terwujud.
Akan tetapi hamba itu telah memperoleh pahala dari ibadah yang telah dikerjakannya, yaitu berdoa.
Inilah makna firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
أُجِيبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَان
Maksudnya, Allah pasti akan memberikan pahala kepada setiap orang yang berdoa dengan tulus ikhlas kepada-Nya.
Baca juga: Doa Malam Nisfu Syaban: Bacaan, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya
Hadirin yang dirahmati Allah,
Demikian khutbah singkat pada siang hari yang penuh keberkahan ini. Semoga bermanfaat dan membawa barakah bagi kita semua. Amin.
.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah II
.اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
.أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ وَإِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡيِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ، فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang