Editor
KOMPAS.com-Malam Nisfu Sya'ban dikenal sebagai salah satu malam istimewa dalam kalender Islam karena diyakini penuh keberkahan dan menjadi momentum memperbanyak ibadah serta doa kepada Allah SWT.
Kondisi haid sering menimbulkan keraguan bagi sebagian perempuan terkait amalan yang dapat dilakukan pada malam Nisfu Sya'ban, terutama karena larangan melaksanakan sholat dan menyentuh mushaf Alquran.
Sejumlah ulama menjelaskan bahwa keterbatasan tersebut tidak menutup peluang perempuan yang sedang haid untuk tetap meraih pahala melalui amalan lain yang dianjurkan dalam ajaran Islam.
Berikut beberapa amalan malam Nisfu Sya'ban yang dapat dilakukan wanita haid, dilansir dari laman Baznas.
Baca juga: Kenapa Nisfu Syaban Istimewa? Ulama Sebut Hari Raya Malaikat
Doa tetap menjadi ibadah utama pada malam Nisfu Sya'ban karena tidak terikat pada kondisi fisik dan dapat dipanjatkan kapan saja.
Permohonan ampunan, rahmat, serta kebaikan hidup bagi diri sendiri, keluarga, dan umat Islam dapat disampaikan dengan penuh ketundukan kepada Allah SWT.
Dzikir merupakan amalan ringan namun bernilai besar karena dapat dilakukan dengan lisan maupun dalam hati tanpa syarat tertentu.
Ucapan tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir termasuk bentuk dzikir yang dianjurkan dan disebutkan dalam Alquran sebagai ciri orang beriman.
Allah SWT berfirman bahwa orang beriman senantiasa mengingat-Nya dalam berbagai keadaan sebagaimana tertuang dalam QS An-Nisa ayat 103.
Baca juga: Mengapa Nisfu Syaban Baca Yasin 3 Kali? Ini Penjelasannya
Sebagian ulama membolehkan perempuan haid membaca Alquran tanpa menyentuh mushaf, baik secara lisan maupun dalam hati.
Mendengarkan lantunan ayat suci Alquran juga termasuk amalan yang dianjurkan pada malam Nisfu Sya'ban karena mendatangkan ketenangan dan keberkahan.
Shalawat menjadi bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW yang dapat diamalkan dalam kondisi apa pun.
Amalan shalawat diyakini mendatangkan pahala besar dan menjadi salah satu ibadah yang dianjurkan pada malam-malam istimewa.
Sedekah, membantu sesama, dan menjaga hubungan baik dengan keluarga termasuk perbuatan mulia yang bernilai ibadah.
Setiap kebaikan yang dilakukan dengan niat ikhlas tetap dicatat sebagai pahala meski tidak disertai ibadah ritual tertentu.
Baca juga: Darah Nifas: Pengertian, Batas Waktu, dan Perbedaannya dengan Haid dalam Hukum Islam
Malam Nisfu Sya'ban dapat dimanfaatkan sebagai waktu introspeksi dan evaluasi diri atas perjalanan hidup dan ibadah.
Tekad memperbaiki diri dan memohon petunjuk Allah SWT menjadi bagian dari proses spiritual yang bernilai ibadah.
Meski tidak dapat melaksanakan salat dan menyentuh mushaf Alquran, perempuan yang sedang haid tetap memiliki banyak jalan meraih pahala pada malam Nisfu Sya'ban.
Doa, dzikir, shalawat, membaca atau mendengarkan Alquran, serta amal kebaikan menjadi amalan yang dianjurkan dan bernilai ibadah.
Keikhlasan niat dan kesungguhan mendekatkan diri kepada Allah SWT menjadi kunci utama diterimanya setiap amal kebaikan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang