Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Puasa Pertama 2026: Niat Mandi Wajib agar Puasa Sah

Kompas.com, 2 Februari 2026, 13:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menjelang datangnya bulan Ramadhan, umat Islam tidak hanya menyiapkan jadwal sahur dan berbuka.

Ada satu persiapan penting yang kerap luput dari perhatian, yakni menjaga kesucian diri sebelum memulai ibadah puasa.

Di sinilah mandi, khususnya mandi wajib, memiliki peran penting sebagai pintu awal menuju ibadah yang sah dan bermakna.

Dalam Islam, kesucian bukan semata persoalan fisik, tetapi juga spiritual. Mandi sebelum puasa menjadi simbol kesiapan lahir dan batin untuk memasuki bulan suci yang penuh keberkahan.

Pertanyaannya, bagaimana niat mandi yang benar? Apa hukumnya dalam konteks puasa Ramadhan? Dan bagaimana pandangan ulama tentang praktik ini?

Puasa Ramadhan dan Prinsip Kesucian dalam Islam

Puasa Ramadhan diwajibkan bagi umat Islam sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an:

Yā ayyuhallażīna āmanū kutiba ‘alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba ‘alallażīna min qablikum la‘allakum tattaqūn.

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menunjukkan bahwa puasa bukan hanya aktivitas menahan diri dari makan dan minum, tetapi proses pembentukan ketakwaan.

Menurut M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah, ketakwaan lahir dari kesadaran spiritual yang dimulai dari kebersihan lahiriah dan batiniah.

Karena itu, mandi sebagai bentuk thaharah atau bersuci menjadi bagian penting dalam mempersiapkan ibadah puasa.

Baca juga: Awal Puasa 2026, Ini Hikmah Puasa Ramadhan Menurut Alquran

Apakah Mandi Menjadi Syarat Sah Puasa?

Secara fikih, mandi bukan syarat sah puasa. Seseorang yang berpuasa dalam keadaan junub tetap sah puasanya, selama ia berniat puasa sebelum fajar dan tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Namun, orang yang berada dalam keadaan hadas besar tetap diwajibkan mandi agar dapat melaksanakan shalat Subuh dan ibadah lainnya.

Dalam kitab Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah memasuki waktu Subuh dalam keadaan junub, lalu mandi dan tetap melanjutkan puasa.

Hal ini menunjukkan bahwa puasa tidak batal karena junub, tetapi mandi tetap menjadi kewajiban untuk menjaga kesucian ibadah.

Karena itu, mandi sebelum puasa Ramadhan lebih dipahami sebagai bentuk kesempurnaan ibadah, bukan sekadar kewajiban teknis.

Makna Niat dalam Mandi Wajib

Niat merupakan fondasi utama dalam setiap ibadah. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

Artinya: “Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam konteks mandi wajib, niat membedakan antara mandi biasa dengan mandi yang bernilai ibadah.

Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab menjelaskan bahwa niat mandi wajib dilakukan di dalam hati bersamaan dengan aliran air pertama yang membasahi tubuh.

Lafadz niat yang lazim digunakan adalah:

Nawaitu ghusla liraf‘il hadatsil akbari fardhan lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar, fardhu karena Allah Ta’ala.”

Niat ini tidak harus diucapkan dengan lisan, tetapi cukup dihadirkan dalam hati dengan kesadaran penuh bahwa mandi dilakukan untuk mengangkat hadas besar demi menjalankan ibadah.

Baca juga: Puasa Kurang Berapa Hari? Hitung Mundur Ramadhan 2026, Tinggal Berapa Minggu Lagi

Tata Cara Mandi Wajib Menjelang Puasa Ramadhan

Agar mandi sah dan sesuai tuntunan sunnah, terdapat urutan yang dianjurkan. Dalam Bulughul Maram karya Ibnu Hajar Al-Asqalani dijelaskan bahwa Rasulullah SAW memulai mandi dengan langkah-langkah teratur.

Secara ringkas, tata caranya meliputi:

  • Memulai dengan niat di dalam hati saat air pertama menyentuh tubuh.
  • Membasuh kedua tangan dan membersihkan area najis.
  • Berwudhu seperti wudhu untuk shalat.Menyiram kepala dan menyela rambut agar air merata hingga kulit kepala.
  • Menyiram seluruh tubuh dari sisi kanan lalu kiri hingga tidak ada bagian yang terlewat.

Urutan ini bukan sekadar teknis, tetapi mengajarkan kedisiplinan dan kesungguhan dalam menjaga kesucian diri.

Waktu Terbaik Mandi untuk Puasa Ramadhan

Waktu mandi wajib paling ideal adalah sebelum terbit fajar, agar seseorang dapat memulai puasa dalam keadaan suci dan langsung melaksanakan shalat Subuh.

Namun, jika mandi dilakukan setelah Subuh, puasanya tetap sah selama niat puasa telah dilakukan pada malam hari.

Untuk mandi sunnah, seperti mandi menyambut malam Ramadhan, mandi sebelum tarawih, atau mandi malam ganjil di sepuluh hari terakhir, waktunya lebih fleksibel dan bersifat anjuran spiritual.

Baca juga: Sidang Isbat Puasa 2026 Digelar 17 Februari, Ini Jadwal dan Rangkaian Penentuan Awal Ramadhan 1447 H

Dimensi Spiritual Mandi Menjelang Puasa

Mandi bukan hanya membersihkan tubuh, tetapi juga simbol pembersihan jiwa. Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menjelaskan bahwa air dalam ibadah thaharah melambangkan penyucian hati dari sifat sombong, iri, dan lalai.

Dalam konteks Ramadhan, mandi sebelum puasa dapat dimaknai sebagai komitmen untuk memulai bulan suci dengan lembaran baru.

Ia menjadi momen refleksi diri, menata niat, dan mempersiapkan hati agar lebih peka terhadap nilai ibadah.

Niat Mandi sebagai Gerbang Ibadah Ramadhan

Niat mandi puasa Ramadhan bukan sekadar formalitas fikih. Ia adalah gerbang awal menuju ibadah yang sah, bersih, dan bermakna.

Dengan memahami tata cara mandi, niat yang benar, serta makna spiritual di baliknya, umat Islam dapat menyambut Ramadhan dengan kesiapan lahir dan batin.

Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi tentang membangun kesadaran diri. Dari niat mandi hingga niat puasa, semua menjadi rangkaian ibadah yang saling terhubung.

Di sanalah letak keindahan Islam, yaitu mengajarkan kebersihan fisik, ketenangan jiwa, dan kedekatan dengan Allah dalam satu kesatuan ibadah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenag Bersih-bersih Masjid Serentak di Seluruh Indonesia 10 Agustus
Kemenag Bersih-bersih Masjid Serentak di Seluruh Indonesia 10 Agustus
Aktual
5 Makna Ikhlas dalam Al-Qur'an Sebagai Panduan Meningkatkan Kualitas Ibadah dan Kehidupan Seorang Muslim
5 Makna Ikhlas dalam Al-Qur'an Sebagai Panduan Meningkatkan Kualitas Ibadah dan Kehidupan Seorang Muslim
Aktual
8 Nama Surga dalam Islam Menurut Al-Qur'an dan Hadis, Simak Penjelasannya
8 Nama Surga dalam Islam Menurut Al-Qur'an dan Hadis, Simak Penjelasannya
Aktual
Lahaula Wala Quwwata Illa Billah Artinya Apa? Ini Makna, Keutamaan, dan Bacaan Hauqalah
Lahaula Wala Quwwata Illa Billah Artinya Apa? Ini Makna, Keutamaan, dan Bacaan Hauqalah
Doa dan Niat
Inna Ma'al Usri Yusra Artinya Apa? Makna Surat Al-Insyirah Ayat 6
Inna Ma'al Usri Yusra Artinya Apa? Makna Surat Al-Insyirah Ayat 6
Doa dan Niat
Doa Sapu Jagat: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Waktu Terbaik Mengamalkannya
Doa Sapu Jagat: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Waktu Terbaik Mengamalkannya
Doa dan Niat
Baznas dan Warga Binaan Lapas Bangun Rumah Penggembala Kambing dalam 12 Hari
Baznas dan Warga Binaan Lapas Bangun Rumah Penggembala Kambing dalam 12 Hari
Aktual
Doa Rebo Wekasan 2026 Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya
Doa Rebo Wekasan 2026 Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
UI Bangun Zona Halal di Kampus, Seluruh Tenan Kantin Vokasi Kini Bersertifikat Halal
UI Bangun Zona Halal di Kampus, Seluruh Tenan Kantin Vokasi Kini Bersertifikat Halal
Aktual
Perdebatan Panjang soal Hukum Khitan Perempuan, dari Fikih hingga Isu HAM
Perdebatan Panjang soal Hukum Khitan Perempuan, dari Fikih hingga Isu HAM
Aktual
Enam Faktor Ini Bisa Merusak Nilai Ibadah dalam Bekerja
Enam Faktor Ini Bisa Merusak Nilai Ibadah dalam Bekerja
Aktual
Manfaat Medis Khitan Laki-laki dan Kedudukan Hukumnya dalam Islam
Manfaat Medis Khitan Laki-laki dan Kedudukan Hukumnya dalam Islam
Aktual
Menag Dukung Rumah Ibadah 6 Agama di UI, Kampus Disiapkan Jadi Etalase Kerukunan Indonesia
Menag Dukung Rumah Ibadah 6 Agama di UI, Kampus Disiapkan Jadi Etalase Kerukunan Indonesia
Aktual
PP Muhammadiyah Jajaki Kerja Sama dengan Qatar, Buka Peluang untuk Lulusan Kampus Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah
PP Muhammadiyah Jajaki Kerja Sama dengan Qatar, Buka Peluang untuk Lulusan Kampus Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah
Aktual
Cara Mengunduh 90 Buku PAI dan Bahasa Arab Gratis untuk Siswa Madrasah
Cara Mengunduh 90 Buku PAI dan Bahasa Arab Gratis untuk Siswa Madrasah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar