Editor
KOMPAS.com-Fenomena bulan purnama Snow Moon diperkirakan menghiasi langit malam pada 2 Februari 2026 dan menjadi salah satu peristiwa astronomi menarik pada awal tahun.
Pada fase ini, bulan tampak bulat sempurna dan memancarkan cahaya terang sehingga mudah diamati dengan mata telanjang.
Bulan purnama Snow Moon juga menjadi momen ideal untuk menikmati detail permukaan Bulan tanpa bantuan teleskop.
Baca juga: Makna Julukan Bulan Syaban dan Keistimewaannya Menurut Ulama
Dilansir dari laman Unesa.ac.id., istilah Snow Moon berasal dari penamaan tradisional di belahan bumi utara karena fase purnama ini biasanya muncul saat musim dingin mencapai puncaknya dengan tutupan salju tebal.
Meski Indonesia tidak mengalami musim salju, bulan purnama Snow Moon tetap dapat dinikmati karena posisinya cukup tinggi pada malam hari.
Secara astronomi, bulan purnama terjadi ketika bumi berada tepat di antara matahari dan bulan dalam satu garis lurus.
Kondisi tersebut membuat seluruh permukaan bulan yang menghadap bumi memantulkan cahaya matahari secara penuh sehingga tampak terang dan sempurna.
Baca juga: Bukan Sekadar Puasa, Ini 3 Peristiwa Besar di Bulan Ramadhan
Dilansir dari Antara, fenomena bulan purnama juga menjadi salah satu tanda kebesaran Allah SWT sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Fushshilat ayat 37.
Allah SWT mengingatkan bahwa malam, siang, matahari, dan bulan merupakan tanda-tanda kekuasaan-Nya, serta manusia diperintahkan untuk menyembah Allah sebagai Sang Pencipta.
Keindahan bulan purnama menjadi bukti nyata kebesaran dan kekuasaan Allah SWT atas seluruh ciptaan-Nya.
Rasulullah SAW mengajarkan umat Islam untuk membaca doa saat menyaksikan bulan purnama sebagai wujud rasa syukur dan kekaguman.
Dalam Islam, bulan memiliki peran penting sebagai penanda pergantian waktu dalam kalender Hijriah.
Melalui pengamatan bulan, umat Islam dapat menentukan awal bulan Ramadhan dan Syawal sebagai dasar pelaksanaan puasa dan hari raya.
Bulan purnama muncul pada pertengahan bulan Hijriah dan sering kali disebut dalam rangkaian penantian hilal.
Fenomena bulan purnama yang tampak indah menjadi anjuran bagi umat Muslim untuk memperbanyak doa dan pujian kepada Allah SWT.
Ketika melihat bulan purnama, umat Islam dianjurkan memuji nama Allah dan mengungkapkan rasa syukur.
Baca juga: Tarhib Ramadhan: Menyambut Bulan Suci dengan Hati yang Bersih dan Jiwa yang Siap
Salah satu doa yang dianjurkan dibaca saat melihat bulan purnama bersumber dari kitab Maslakul Akhyar karya Sayid Utsman bin Yahya.
اَللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيْمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ. هِلَالُ خَيْرٍ وَرُشْدٍ
Allâhumma ahillahu ‘alainâ bil amni wal îmâni was salâmati wal islâmi. Hilâlu khairin wa rusydin.
Artinya: Ya Allah, terangkanlah bulan ini kepada kami dengan keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman, sebagai bulan yang membawa kebaikan dan petunjuk.
Doa tersebut dianjurkan dibaca sebanyak tiga kali setelah memuji Allah SWT dan bershalawat kepada Rasulullah SAW.
Pembacaan doa ini diharapkan menjadi sarana memperoleh keberkahan saat menyaksikan keindahan bulan purnama.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang