Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bulan Purnama Snow Moon Februari 2026, Ini Doa yang Dianjurkan Saat Melihatnya

Kompas.com, 2 Februari 2026, 10:28 WIB
Khairina

Editor

Sumber Antara, Unesa

KOMPAS.com - Fenomena bulan purnama Snow Moon diperkirakan menghiasi langit malam pada 2 Februari 2026 dan menjadi salah satu peristiwa astronomi menarik pada awal tahun.

Pada fase ini, bulan tampak bulat sempurna dan memancarkan cahaya terang sehingga mudah diamati dengan mata telanjang.

Bulan purnama Snow Moon juga menjadi momen ideal untuk menikmati detail permukaan Bulan tanpa bantuan teleskop.

Baca juga: Makna Julukan Bulan Syaban dan Keistimewaannya Menurut Ulama

Dilansir dari laman Unesa.ac.id., istilah Snow Moon berasal dari penamaan tradisional di belahan bumi utara karena fase purnama ini biasanya muncul saat musim dingin mencapai puncaknya dengan tutupan salju tebal.

Meski Indonesia tidak mengalami musim salju, bulan purnama Snow Moon tetap dapat dinikmati karena posisinya cukup tinggi pada malam hari.

Secara astronomi, bulan purnama terjadi ketika bumi berada tepat di antara matahari dan bulan dalam satu garis lurus.

Kondisi tersebut membuat seluruh permukaan bulan yang menghadap bumi memantulkan cahaya matahari secara penuh sehingga tampak terang dan sempurna.

Baca juga: Bukan Sekadar Puasa, Ini 3 Peristiwa Besar di Bulan Ramadhan

Dilansir dari Antara, fenomena bulan purnama juga menjadi salah satu tanda kebesaran Allah SWT sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Fushshilat ayat 37.

Allah SWT mengingatkan bahwa malam, siang, matahari, dan bulan merupakan tanda-tanda kekuasaan-Nya, serta manusia diperintahkan untuk menyembah Allah sebagai Sang Pencipta.

Keindahan bulan purnama menjadi bukti nyata kebesaran dan kekuasaan Allah SWT atas seluruh ciptaan-Nya.

Doa Saat Melihat Bulan Purnama

Rasulullah SAW mengajarkan umat Islam untuk membaca doa saat menyaksikan bulan purnama sebagai wujud rasa syukur dan kekaguman.

Dalam Islam, bulan memiliki peran penting sebagai penanda pergantian waktu dalam kalender Hijriah.

Melalui pengamatan bulan, umat Islam dapat menentukan awal bulan Ramadhan dan Syawal sebagai dasar pelaksanaan puasa dan hari raya.

Bulan purnama muncul pada pertengahan bulan Hijriah dan sering kali disebut dalam rangkaian penantian hilal.

Fenomena bulan purnama yang tampak indah menjadi anjuran bagi umat Muslim untuk memperbanyak doa dan pujian kepada Allah SWT.

Ketika melihat bulan purnama, umat Islam dianjurkan memuji nama Allah dan mengungkapkan rasa syukur.

Baca juga: Tarhib Ramadhan: Menyambut Bulan Suci dengan Hati yang Bersih dan Jiwa yang Siap

Salah satu doa yang dianjurkan dibaca saat melihat bulan purnama bersumber dari kitab Maslakul Akhyar karya Sayid Utsman bin Yahya.

اَللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيْمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ. هِلَالُ خَيْرٍ وَرُشْدٍ

Allâhumma ahillahu ‘alainâ bil amni wal îmâni was salâmati wal islâmi. Hilâlu khairin wa rusydin.

Artinya: Ya Allah, terangkanlah bulan ini kepada kami dengan keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman, sebagai bulan yang membawa kebaikan dan petunjuk.

Doa tersebut dianjurkan dibaca sebanyak tiga kali setelah memuji Allah SWT dan bershalawat kepada Rasulullah SAW.

Pembacaan doa ini diharapkan menjadi sarana memperoleh keberkahan saat menyaksikan keindahan bulan purnama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jadwal Buka Puasa Kota Solo Hari Ini 20 Maret 2026
Jadwal Buka Puasa Kota Solo Hari Ini 20 Maret 2026
Aktual
Jadwal Buka Puasa Kabupaten Sleman Hari Ini 20 Maret 2026
Jadwal Buka Puasa Kabupaten Sleman Hari Ini 20 Maret 2026
Aktual
Jadwal Buka Puasa Kota Yogyakarta Hari Ini 20 Maret 2026
Jadwal Buka Puasa Kota Yogyakarta Hari Ini 20 Maret 2026
Aktual
Warga Muhammadiyah di Bali Gelar Shalat Id Sejam setelah Nyepi Berakhir
Warga Muhammadiyah di Bali Gelar Shalat Id Sejam setelah Nyepi Berakhir
Aktual
Fenomena Gen Z Memadati Masjid untuk Itikaf di Akhir Ramadhan, Ternyata Ini Alasannya
Fenomena Gen Z Memadati Masjid untuk Itikaf di Akhir Ramadhan, Ternyata Ini Alasannya
Aktual
Khutbah Id di Mataram Soroti Konflik Global: Umat Diminta Lebih Peka dan Peduli Sesama
Khutbah Id di Mataram Soroti Konflik Global: Umat Diminta Lebih Peka dan Peduli Sesama
Aktual
Pesan Idul Fitri Dedi Mulyadi: Lebaran Tak Harus ke Open House, Keluarga Lebih Utama
Pesan Idul Fitri Dedi Mulyadi: Lebaran Tak Harus ke Open House, Keluarga Lebih Utama
Aktual
Jadwal Buka Puasa Kota Makassar Hari Ini 20 Maret 2026
Jadwal Buka Puasa Kota Makassar Hari Ini 20 Maret 2026
Aktual
Puasa Beda, Lebaran Beda: Dosen UMM Soroti Fenomena Ibadah Campuran
Puasa Beda, Lebaran Beda: Dosen UMM Soroti Fenomena Ibadah Campuran
Aktual
Jelang Shalat Idul Fitri, Kapasitas Masjid Nasional Al Akbar Surabaya Diperluas
Jelang Shalat Idul Fitri, Kapasitas Masjid Nasional Al Akbar Surabaya Diperluas
Aktual
Warga Muhammadiyah Palopo Rayakan Idul Fitri Lebih Awal, Ribuan Jemaah Padati Kampus Unismuh
Warga Muhammadiyah Palopo Rayakan Idul Fitri Lebih Awal, Ribuan Jemaah Padati Kampus Unismuh
Aktual
Ratusan Warga Muhammadiyah Shalat Id di Masjid Polres Labuan Bajo, Pilih Sederhana demi Jaga Toleransi
Ratusan Warga Muhammadiyah Shalat Id di Masjid Polres Labuan Bajo, Pilih Sederhana demi Jaga Toleransi
Aktual
PP Muhammadiyah: Perbedaan 1 Syawal 1447 H Jadi Momentum Saling Menghargai Perbedaan
PP Muhammadiyah: Perbedaan 1 Syawal 1447 H Jadi Momentum Saling Menghargai Perbedaan
Aktual
30 Ucapan Sungkem Lebaran Bahasa Jawa kepada Bapak dan Ibu, Penuh Doa yang Menyentuh Hati
30 Ucapan Sungkem Lebaran Bahasa Jawa kepada Bapak dan Ibu, Penuh Doa yang Menyentuh Hati
Aktual
Doa Akhir Ramadhan: Arab, Latin, dan Artinya
Doa Akhir Ramadhan: Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com