Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Niat Puasa Senin Kamis: Bacaan Lengkap, Waktu Niat, dan Keutamaannya

Kompas.com, 2 Februari 2026, 10:00 WIB
Khairina

Editor

Sumber Baznas

KOMPAS.com-Puasa Senin Kamis merupakan amalan sunnah yang dikerjakan dengan berpuasa pada hari Senin dan Kamis sebagaimana kebiasaan yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Amalan ini memiliki keutamaan besar bagi umat Islam karena berkaitan dengan peningkatan keimanan sekaligus pembentukan kedisiplinan spiritual.

Pelaksanaan puasa Senin Kamis juga diyakini memberi dampak positif bagi kesehatan tubuh apabila dilakukan secara konsisten dan seimbang.

Baca juga: Niat Puasa Senin Kamis dan Mengganti Puasa Ramadhan, Bolehkah Digabung Sekaligus?

Dalam ibadah puasa, niat menjadi unsur utama yang menentukan sah atau tidaknya amalan tersebut.

Berbeda dengan puasa wajib Ramadhan, niat puasa senin kamis diperbolehkan dilakukan hingga pagi hari selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.

Dilansir dari laman Baznas, niat puasa senin kamis cukup dihadirkan di dalam hati meski boleh dilafalkan sebagai bentuk penguat komitmen beribadah.

Lafal niat puasa hari Senin dibaca sebagai berikut.

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ ٱلِٕثْنَيْنِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

“Nawaitu shauma yaumal itsnaini sunnatan lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: Saya berniat puasa hari Senin, sunnah karena Allah Ta’ala.

Lafal niat puasa hari Kamis dibaca sebagai berikut.

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ ٱلْخَمِيْسِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

“Nawaitu shauma yaumal khomiisi sunnatan lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: Saya berniat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah Ta’ala.

Waktu pelaksanaan puasa Senin Kamis dimulai sejak terbit fajar hingga terbenam matahari sebagaimana puasa pada umumnya.

Sahur dianjurkan sebelum menjalankan puasa Senin Kamis sebagai bentuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

Hari Dilarang Puasa

Puasa Senin Kamis dapat dilakukan sepanjang tahun kecuali pada hari-hari yang diharamkan berpuasa.

Hari yang dilarang untuk berpuasa meliputi Idul Fitri 1 Syawal, Idul Adha 10 Dzulhijjah, serta hari Tasyrik pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Doa berbuka puasa Senin Kamis dapat dibaca sebagaimana doa berbuka puasa yang diajarkan Rasulullah SAW.

“Dzahabazh zhoma-u wabtallatil uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allah.”

Artinya: Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah. (HR. Abu Daud)

Baca juga: Manfaat Puasa Senin Kamis bagi Kesehatan dan Spiritual, Lengkap dengan Niat dan Dalil

Doa berbuka puasa berikut juga dapat diamalkan saat berbuka puasa Senin Kamis.

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

“Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin.”

Artinya: Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, dan atas rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih.

Puasa Senin Kamis menjadi amalan sunnah yang bernilai pahala besar karena mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW.

Amalan ini juga diyakini menjadi sarana memperoleh ampunan dari Allah SWT.

Kedisiplinan menjalankan puasa Senin Kamis membantu membentuk kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan puasa pada hari Senin dan Kamis dalam sebuah hadis.

تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ

“Berbagai amalan dihadapkan kepada Allah pada hari Senin dan Kamis, maka aku menyukai amalanku dihadapkan dalam keadaan berpuasa.” (HR. Tirmidzi)

Baca juga: Niat Puasa Senin Kamis dan Doa Berbuka: Arab, Latin, Artinya

Keutamaan hari Senin dan Kamis juga dijelaskan dalam hadis riwayat Abu Hurairah RA.

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا

“Pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis, lalu diampuni setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah sedikit pun kecuali dua orang yang sedang berselisih, maka dikatakan tunda keduanya hingga mereka berdamai.” (HR. Muslim no. 2565)

Puasa Senin Kamis menjadi sarana memperbaiki hubungan dengan Allah SWT sekaligus menjaga hubungan antarsesama.

Niat puasa senin kamis yang dilakukan dengan ikhlas menjadi kunci utama agar amalan tersebut bernilai ibadah dan membawa keberkahan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jadwal Buka Puasa Kota Solo Hari Ini 20 Maret 2026
Jadwal Buka Puasa Kota Solo Hari Ini 20 Maret 2026
Aktual
Jadwal Buka Puasa Kabupaten Sleman Hari Ini 20 Maret 2026
Jadwal Buka Puasa Kabupaten Sleman Hari Ini 20 Maret 2026
Aktual
Jadwal Buka Puasa Kota Yogyakarta Hari Ini 20 Maret 2026
Jadwal Buka Puasa Kota Yogyakarta Hari Ini 20 Maret 2026
Aktual
Warga Muhammadiyah di Bali Gelar Shalat Id Sejam setelah Nyepi Berakhir
Warga Muhammadiyah di Bali Gelar Shalat Id Sejam setelah Nyepi Berakhir
Aktual
Fenomena Gen Z Memadati Masjid untuk Itikaf di Akhir Ramadhan, Ternyata Ini Alasannya
Fenomena Gen Z Memadati Masjid untuk Itikaf di Akhir Ramadhan, Ternyata Ini Alasannya
Aktual
Khutbah Id di Mataram Soroti Konflik Global: Umat Diminta Lebih Peka dan Peduli Sesama
Khutbah Id di Mataram Soroti Konflik Global: Umat Diminta Lebih Peka dan Peduli Sesama
Aktual
Pesan Idul Fitri Dedi Mulyadi: Lebaran Tak Harus ke Open House, Keluarga Lebih Utama
Pesan Idul Fitri Dedi Mulyadi: Lebaran Tak Harus ke Open House, Keluarga Lebih Utama
Aktual
Jadwal Buka Puasa Kota Makassar Hari Ini 20 Maret 2026
Jadwal Buka Puasa Kota Makassar Hari Ini 20 Maret 2026
Aktual
Puasa Beda, Lebaran Beda: Dosen UMM Soroti Fenomena Ibadah Campuran
Puasa Beda, Lebaran Beda: Dosen UMM Soroti Fenomena Ibadah Campuran
Aktual
Jelang Shalat Idul Fitri, Kapasitas Masjid Nasional Al Akbar Surabaya Diperluas
Jelang Shalat Idul Fitri, Kapasitas Masjid Nasional Al Akbar Surabaya Diperluas
Aktual
Warga Muhammadiyah Palopo Rayakan Idul Fitri Lebih Awal, Ribuan Jemaah Padati Kampus Unismuh
Warga Muhammadiyah Palopo Rayakan Idul Fitri Lebih Awal, Ribuan Jemaah Padati Kampus Unismuh
Aktual
Ratusan Warga Muhammadiyah Shalat Id di Masjid Polres Labuan Bajo, Pilih Sederhana demi Jaga Toleransi
Ratusan Warga Muhammadiyah Shalat Id di Masjid Polres Labuan Bajo, Pilih Sederhana demi Jaga Toleransi
Aktual
PP Muhammadiyah: Perbedaan 1 Syawal 1447 H Jadi Momentum Saling Menghargai Perbedaan
PP Muhammadiyah: Perbedaan 1 Syawal 1447 H Jadi Momentum Saling Menghargai Perbedaan
Aktual
30 Ucapan Sungkem Lebaran Bahasa Jawa kepada Bapak dan Ibu, Penuh Doa yang Menyentuh Hati
30 Ucapan Sungkem Lebaran Bahasa Jawa kepada Bapak dan Ibu, Penuh Doa yang Menyentuh Hati
Aktual
Doa Akhir Ramadhan: Arab, Latin, dan Artinya
Doa Akhir Ramadhan: Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com