Editor
KOMPAS.com-Hak seorang muslim atas muslim lainnya mencakup lima perkara, termasuk mengiringi jenazah, sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim.
Perintah mengiringi jenazah juga berkaitan dengan pelaksanaan shalat jenazah, sehingga kewajiban itu harus ditunaikan ketika ada muslim meninggal dunia.
Praktik shalat jenazah tetap bisa dilakukan meski jenazah berada jauh, yakni melalui shalat ghaib yang tata caranya sama dengan shalat jenazah.
Panduan ini menjelaskan hukum, syarat sah, serta urutan pelaksanaan shalat jenazah dan shalat ghaib berdasarkan keterangan ulama dan hadis Nabi SAW, dilansir dari laman MUI.
Rasulullah SAW bersabda:
حَقُّ المسلمِ على المسلِمِ خمسٌ: ردُّ السَّلامِ، و عيادةُ المريضِ، واتَّباعُ الجنائزِ، و إجابةُ الدَّعوةِ، و تَشميتُ العاطسِ
Artinya: “Hak seorang Muslim atas Muslim lainnya ada lima: menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan orang yang bersin (dengan ucapan yarhamukallāh).” (HR Bukhari dan Muslim)
Baca juga: Niat dan Doa Sholat Jenazah Perempuan: Teks Arab, Latin, dan Artinya
Pengertian mengiringi jenazah dalam hadis ini juga mencakup perintah menunaikan shalat jenazah.
Kewajiban tersebut harus dilaksanakan oleh sebagian kaum muslimin saat seorang muslim wafat.
Dalam ajaran Islam, kematian bukanlah akhir, melainkan perpindahan menuju kehidupan yang kekal.
Syariat memberi perhatian besar kepada muslim yang meninggal dunia, salah satunya melalui shalat jenazah.
Shalat ghaib dapat dilakukan ketika seseorang hendak menyalatkan jenazah yang berada di wilayah berbeda dan jauh dari tempatnya.
Praktik shalat jenazah dan shalat ghaib sama, hanya berbeda pada keberadaan jenazah di hadapan orang yang menyalatkan.
Shalat ghaib berarti shalat jenazah yang dilakukan tanpa kehadiran jenazah di depan jamaah.
Baca juga: Bacaan Niat Shalat Ghaib: Arab, Latin, dan Arti, dan Tata Caranya
Para ulama sepakat bahwa shalat jenazah berstatus fardhu kifayah.
Kewajiban ini gugur bila sebagian kaum muslimin telah melaksanakannya.
Dosa ditanggung bersama jika tidak ada satu pun yang menunaikannya.
Imam as-Syairazi (w. 476 H) dalam kitab Al-Muhadzdzab menyebutkan:
الصلاة على الميت فرض كفاية لقوله صلى الله عليه وسلم: صلوا خلف من قال لا إله إلا الله وعلى من قال لا إله إلا الله
“Shalat atas mayit hukumnya fardhu kifayah, berdasarkan sabda Nabi SAW: ‘Shalatlah kalian di belakang orang yang mengucapkan lā ilāha illā Allāh, dan (shalatkanlah) atas orang yang mengucapkan lā ilāha illā Allāh.’” (Al-Muhadzdzab fi Fiqh al-Imam asy-Syafi‘i [Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah], juz 1, h. 245)
Shalat ghaib dilaksanakan dengan dasar hadis Nabi SAW tentang wafatnya Raja Najasyi:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ نَعَى النَّجَاشِيَّ لِلنَّاسِ فِي اليَوْمِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ، وَخَرَجَ بِهِمْ إِلَى المُصَلَّى، فَصَفَّ بِهِمْ، وَكَبَّرَ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ
Artinya: “Sesungguhnya Rasulullah SAW mengumumkan kepada manusia tentang wafatnya Raja Najasyi pada hari meninggalnya raja tersebut. Kemudian beliau keluar bersama mereka menuju tempat shalat, lalu beliau menyusun mereka dalam barisan, dan bertakbir empat kali.” (HR Abu Dawud)
Shalat jenazah dan shalat ghaib dapat dilaksanakan secara berjamaah maupun sendiri-sendiri.
Syarat sah shalat jenazah disamakan dengan syarat sah shalat fardhu lainnya.
Imam as-Syairazi dalam Al-Muhadzdzab menjelaskan:
ومن شرط صحة صلاة الجنازة الطهارة وستر العورة لأنها صلاة فشرط فيها الطهارة وستر العورة كسائر الصلوات ومن شرطها القيام واستقبال القبلة لأنها صلاة مفروضة فوجب فيها القيام واستقبال القبلة مع القدرة كسائر الفرائض والسنة أن يقف الإمام فيها عند رأس الرجل وعند عجيزة المرأة
“Di antara syarat sah shalat jenazah adalah suci (dari hadas dan najis) serta menutup aurat, karena ia termasuk shalat, maka disyaratkan padanya suci dan menutup aurat sebagaimana shalat-shalat lainnya. Dan di antara syaratnya juga adalah berdiri serta menghadap kiblat, karena ia merupakan shalat fardhu, maka wajib di dalamnya berdiri dan menghadap kiblat bagi yang mampu, sebagaimana kewajiban dalam shalat-shalat fardhu lainnya. Adapun sunnahnya, imam berdiri pada posisi kepala jenazah laki-laki, dan pada bagian tengah (pinggul) jenazah perempuan.” (Al-Muhadzdzab fi Fiqh al-Imam asy-Syafi‘i [Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah], juz 1, h. 246)
Posisi imam saat shalat jenazah disunnahkan berada di kepala jenazah laki-laki.
Posisi imam saat menyalatkan jenazah perempuan disunnahkan berada di bagian tengah atau pinggul jenazah.
Baca juga: Panduan Shalat Ghaib: Niat, Tata Cara, Rukun, dan Dalil Lengkap
Shalat jenazah dan shalat ghaib dilakukan dengan empat kali takbir, termasuk takbiratul ihram, tanpa rukuk dan sujud.
Pelaksanaan shalat dimulai dengan niat dan diakhiri dengan salam.
Imam as-Syairazi menjelaskan kewajiban niat dalam shalat jenazah:
إذا أراد الصلاة نوى الصلاة على الميت وذلك فرض لأنها صلاة فوجب لها النية كسائر الصلوات
“Apabila seseorang hendak melaksanakan shalat (jenazah), maka ia harus berniat shalat atas mayit tersebut. Niat ini hukumnya wajib, karena ia merupakan shalat, sehingga diwajibkan adanya niat sebagaimana pada shalat-shalat lainnya.” (Al-Muhadzdzab fi Fiqh al-Imam asy-Syafi‘i [Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah], juz 1, h. 247)
Lafaz niat shalat jenazah untuk jenazah laki-laki:
أُصَلِّي عَلَى هٰذَا الـمَيِّتِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
“Aku menunaikan shalat atas mayit laki-laki ini sebagai kewajiban karena Allah Ta‘ala.”
Lafaz niat shalat jenazah untuk jenazah perempuan:
أُصَلِّي عَلَى هٰذِهِ الـمَيِّتَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
“Aku menunaikan shalat atas mayit perempuan ini sebagai kewajiban karena Allah Ta‘ala.”
Niat tersebut sudah sah meski tanpa menyebut nama jenazah.
Takbir pertama adalah takbiratul ihram, sebagaimana keterangan dalam kitab Fathul Qarib:
(ويكبر عليه) أي الميت إذا صُلي عليه (أربع تكبيرات)، منها تكبيرة الإحرام
“Dan bertakbir (dalam shalat Jenazah) atas mayit itu—yakni ketika dishalati—sebanyak empat kali takbir, yang di antaranya adalah takbiratul ihram.” (Fathul Qarib al Mujib [Beirut: Dar Ibnu Hazm], h. 114)
Setelah takbir pertama, bacaan dilanjutkan dengan surat Al-Fatihah:
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ. ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ. ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ. مَٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ. ِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ. ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ. صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ.
Bacaan setelah takbir kedua adalah shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Lafaz shalawat paling singkat:
اللهُمَّ صَلِّ على مُحَمَّدٍ
Lafaz shalawat yang lebih lengkap:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
4. Takbir Ketiga
Bacaan setelah takbir ketiga adalah doa untuk jenazah.
Doa singkat untuk jenazah laki-laki:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاجْعَلِ اْلجَنَّةَ مَثْوَاهُ. اللّهُمَّ ابْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَهْلًا خَيْراً مِنْ أَهْلِهِ. اللَّهُمَّ إِنَّهُ نَزَلَ بِكَ وَأَنْتَ خَيْرُ مَنْزُوْلٍ بِهِ. اَللَّهُمَّ أَكْرِمْ نُزولَهُ ووسِّعْ مَدْخَلَهُ
Doa singkat untuk jenazah perempuan:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا وَاجْعَلِ الْجَنَّةَ مَثْوَاهَا. اللَّهُمَّ أَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهَا. اللَّهُمَّ إِنَّهَا نَزَلَتْ بِكَ وَأَنْتَ خَيْرُ مَنْزُولٍ بِهِ. اللَّهُمَّ أَكْرِمْ نُزُلَهَا وَوَسِّعْ مَدْخَلَهَا.
Kitab Fathul Qarib juga menyebutkan lafaz paling ringkas yang dianggap cukup.
Doa paling ringkas untuk jenazah laki-laki:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ
Doa paling ringkas untuk jenazah perempuan:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا
Doa yang lebih panjang untuk jenazah laki-laki:
اللهُمَّ إِنَّ هذَا عَبْدُكَ وَابنُ عَبْدَيْكَ، خَرَجَ مِنْ رَوْحِ الدُّنْيَا وَسَعَتِهَا، وَمَحْبُوبُهُ وَأَحِبَّاؤُهُ فِيهَا إِلَى ظُلْمَةِ الْقَبْرِ وَمَا هُوَ لاَقِيهِ، كَانَ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ، لاَ شَرِيكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ، وَأنتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنَّا؛ اللهُمَّ إِنَّهُ نَزَلَ بِكَ وَأَنْتَ خَيْرُ مَنْزُولٍ بِهِ، وَأَصْبَحَ فَقِيرًا إِلَى رَحْمَتِكَ، وَأَنْتَ غَنِيٌّ عَنْ عَذَابِهِ، وَقَدْ جِئْنَاكَ رَاغِبِينَ إِلَيكَ شُفَعَاءَ لَهُ؛ اللهُمَّ إِنْ كَانَ مُحْسِنًا فَزِدْ فِي إِحْسَانِهِ، وَإِنْ كَانَ مُسِيئًا فَتَجَاوَزْ عَنْهُ، وَلَقِهِ بِرَحْمَتِكَ رِضَاكَ، وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَهُ، وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، وَجَافِ الأَرْضَ عَنْ جَنْبَيْهِ، وَلَقِهِ بِرَحْمَتِكَ الأَمْنَ مِنْ عَذَابِكَ، حَتَّى تَبْعَثَهُ آمِنًا إِلَى جَنَّتِكَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Doa yang lebih panjang untuk jenazah perempuan:
اللَّهُمَّ إِنَّ هَذِهِ أَمَتُكَ وَابْنَةُ عَبْدَيْكَ، خَرَجَتْ مِنْ رَوْحِ الدُّنْيَا وَسَعَتِهَا، وَمَحْبُوبُهَا وَأَحِبَّاؤُهَا فِيهَا إِلَى ظُلْمَةِ الْقَبْرِ وَمَا هِيَ لَاقِيَتُهُ، كَانَتْ تَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ، وَأَنْتَ أَعْلَمُ بِهَا مِنَّا؛ اللَّهُمَّ إِنَّهَا نَزَلَتْ بِكَ وَأَنْتَ خَيْرُ مَنْزُولٍ بِهِ، وَأَصْبَحَتْ فَقِيرَةً إِلَى رَحْمَتِكَ، وَأَنْتَ غَنِيٌّ عَنْ عَذَابِهَا، وَقَدْ جِئْنَاكَ رَاغِبِينَ إِلَيْكَ شُفَعَاءَ لَهَا؛ اللَّهُمَّ إِنْ كَانَتْ مُحْسِنَةً فَزِدْ فِي إِحْسَانِهَا، وَإِنْ كَانَتْ مُسِيئَةً فَتَجَاوَزْ عَنْهَا، وَلَقِّهَا بِرَحْمَتِكَ رِضَاكَ، وَقِهَا فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَهُ، وَافْسَحْ لَهَا فِي قَبْرِهَا، وَجَافِ الْأَرْضَ عَنْ جَنْبَيْهَا، وَلَقِّهَا بِرَحْمَتِكَ الْأَمْنَ مِنْ عَذَابِكَ، حَتَّى تَبْعَثَهَا آمِنَةً إِلَى جَنَّتِكَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
Baca juga: Niat Shalat Jenazah Laki-laki dan Perempuan: Lengkap Arab, Latin, Artinya
Bacaan setelah takbir keempat adalah doa penutup sebelum salam.
Doa untuk jenazah laki-laki:
اللهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ، وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ
Doa untuk jenazah perempuan:
اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهَا، وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهَا، وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهَا
Shalat jenazah ditutup dengan salam sebagaimana shalat pada umumnya.
Lafaz salam yang dianjurkan dibaca secara lengkap adalah:
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Shalat jenazah dan shalat ghaib dapat dilaksanakan secara berjamaah maupun sendiri-sendiri sesuai ketentuan syariat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang