KOMPAS.com - Musim haji 2026 segera berakhir. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci, jamaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia, mulai kembali ke kampung halaman secara bertahap.
Di tengah masyarakat Muslim Indonesia, kepulangan jamaah haji selalu disambut dengan penuh suka cita.
Keluarga, kerabat, tetangga, hingga sahabat berdatangan untuk bersilaturahmi sekaligus mengucapkan selamat atas ibadah yang telah ditunaikan.
Menariknya, ada satu tradisi yang hampir selalu menyertai momen tersebut, yakni meminta doa kepada orang yang baru pulang dari Tanah Suci.
Tidak sedikit masyarakat yang meyakini bahwa doa seorang haji memiliki keistimewaan tersendiri, bahkan ada anggapan bahwa doa mereka mustajab hingga 40 hari setelah kepulangannya.
Lantas, bagaimana sebenarnya pandangan Islam mengenai hal ini? Apakah meminta doa kepada orang yang baru pulang haji memang dianjurkan? Dan sampai kapan anjuran tersebut berlaku?
Dalam ajaran Islam, ibadah haji merupakan salah satu bentuk ibadah yang memiliki kedudukan sangat tinggi.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa haji yang mabrur memiliki balasan surga dan dapat menghapus dosa-dosa yang telah lalu.
Karena itulah, seseorang yang baru menyelesaikan ibadah haji dipandang sedang berada dalam kondisi spiritual yang sangat baik.
Ia baru saja menyelesaikan perjalanan panjang penuh pengorbanan, doa, dzikir, dan ibadah di tempat-tempat yang dimuliakan Allah SWT.
Keutamaan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa umat Islam dianjurkan meminta doa kepada mereka.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad disebutkan:
"Apabila engkau bertemu dengan orang yang telah berhaji, maka ucapkanlah salam kepadanya, berjabat tanganlah dengannya, dan mintalah agar ia memohonkan ampunan untukmu sebelum ia masuk ke rumahnya, karena sesungguhnya ia telah diampuni dosanya."
Hadis ini menjadi dasar bagi banyak ulama dalam menjelaskan anjuran meminta doa kepada orang yang baru kembali dari ibadah haji.
Baca juga: Sebanyak 5.329 Jemaah Haji Khusus Indonesia Sudah Pulang ke Tanah Air
Mayoritas ulama menjelaskan bahwa meminta doa kepada orang yang baru pulang haji hukumnya sunah atau dianjurkan, bukan wajib.
Begitu pula bagi jamaah haji, mereka dianjurkan untuk mendoakan orang lain, baik diminta maupun tidak diminta.
Keterangan ini dijelaskan oleh ulama mazhab Syafi'i, Syekh Sulaiman Al-Bujairami, dalam kitab Hasyiyah Al-Bujairami 'ala Al-Khatib.
Beliau menerangkan bahwa seorang haji disunahkan memohonkan ampunan bagi kaum Muslimin, sementara orang lain dianjurkan meminta doa darinya.
Tradisi saling mendoakan ini pada dasarnya mencerminkan semangat ukhuwah Islamiyah dan saling membantu dalam kebaikan.
Di berbagai daerah di Indonesia berkembang keyakinan bahwa doa orang yang baru pulang haji memiliki peluang lebih besar untuk dikabulkan Allah SWT. Pandangan tersebut bukan tanpa dasar.
Dalam sejumlah riwayat dan penjelasan ulama disebutkan bahwa seorang haji memperoleh kemuliaan khusus setelah menyelesaikan ibadahnya.
Bahkan Rasulullah SAW dalam beberapa hadis menyebut jamaah haji sebagai tamu Allah (wafdullah).
Dalam buku Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa jamaah haji termasuk golongan yang memperoleh perhatian dan rahmat Allah karena memenuhi panggilan-Nya ke Baitullah.
Sementara itu, Imam Al-Ghazali dalam kitab monumental Ihya Ulumiddin menjelaskan bahwa perjalanan haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan ruhani yang membawa seseorang kepada penyucian diri, taubat, dan kedekatan dengan Allah SWT.
Kondisi spiritual inilah yang membuat doa seorang haji memiliki keutamaan tersendiri.
Namun demikian, para ulama menegaskan bahwa yang menentukan terkabul atau tidaknya doa tetaplah Allah SWT.
Tidak ada jaminan mutlak bahwa seluruh doa seorang haji pasti dikabulkan, tetapi terdapat harapan dan keutamaan yang lebih besar dibandingkan keadaan biasa.
Baca juga: Jemaah Haji Pulang Diikuti Malaikat, Mitos atau Fakta? Ini Penjelasannya
Inilah bagian yang paling sering menjadi pertanyaan masyarakat. Ternyata para ulama memiliki beberapa pandangan berbeda mengenai batas waktu dianjurkannya meminta doa kepada orang yang baru pulang haji.
Pendapat pertama berangkat dari makna lahiriah hadis yang menyebutkan agar meminta doa kepada jamaah haji sebelum ia memasuki rumahnya.
Menurut sebagian ulama, anjuran tersebut berlaku pada waktu kedatangan pertama kali dari perjalanan haji.
Pandangan ini antara lain dikutip oleh Imam Al-Munawi ketika menjelaskan hadis tentang meminta doa kepada jamaah haji.
Pendapat kedua menyatakan bahwa keutamaan meminta doa kepada orang yang baru pulang haji berlangsung hingga empat puluh hari setelah kedatangannya.
Keterangan ini disebutkan oleh Syekh Sulaiman Al-Bujairami dalam kitab Hasyiyah Al-Bujairami.
Pendapat ini pula yang kemudian sangat populer di tengah masyarakat Muslim Indonesia.
Banyak tradisi syukuran haji, silaturahmi, hingga kunjungan kerabat yang dilakukan dalam rentang waktu tersebut karena dianggap masih termasuk masa keutamaan seorang haji setelah kembali dari Tanah Suci.
Pendapat lain yang lebih panjang disebutkan dalam kitab Ihya Ulumiddin dan dikutip sejumlah ulama setelahnya.
Dalam pandangan ini, keutamaan tersebut berlangsung hingga sisa bulan Dzulhijjah, bulan Muharram, bulan Safar, dan dua puluh hari pertama bulan Rabiul Awal.
Artinya, masa keutamaannya bisa berlangsung lebih lama dibandingkan empat puluh hari.
Di antara berbagai pendapat tersebut, banyak ulama Syafi'iyah kemudian memilih pandangan bahwa meminta doa kepada orang yang baru pulang haji dianjurkan hingga empat puluh hari sejak kepulangannya.
Pandangan ini dijelaskan oleh Syekh Abdurrahman Ba'alawi Al-Masyhur dalam kitab Bughyah Al-Mustarsyidin.
Beliau menyebut bahwa pendapat yang dipilih para ulama salaf adalah meminta doa kepada jamaah haji hingga empat puluh hari setelah kedatangannya.
Meski demikian, beliau tetap menegaskan bahwa waktu yang paling utama adalah saat pertama kali jamaah tersebut tiba dari perjalanan hajinya, bahkan sebelum memasuki rumah.
Baca juga: Skema Pemulangan Haji 2026 Dipercepat, Waktu Tunggu Jemaah Kini Hanya 30-45 Menit di Bandara
Di balik anjuran tersebut, terdapat sejumlah hikmah yang dapat dipetik.
Pertama, menghidupkan tradisi silaturahmi dan persaudaraan di tengah masyarakat.
Kedua, menumbuhkan rasa hormat kepada orang yang telah menunaikan rukun Islam kelima.
Ketiga, mengingatkan masyarakat tentang pentingnya ibadah haji dan kerinduan kepada Baitullah.
Keempat, menjadi momentum saling mendoakan dan memperkuat ikatan spiritual sesama Muslim.
Dalam buku Rahasia Haji dan Umrah karya Muhammad Syafii Antonio dijelaskan bahwa ibadah haji tidak hanya berdampak pada individu yang menjalaninya, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang memperkuat solidaritas umat Islam.
Karena itulah, tradisi menyambut jamaah haji dan meminta doa darinya dapat dipahami sebagai bagian dari upaya menjaga nilai-nilai kebersamaan tersebut.
Apakah Meminta Doa kepada Jamaah Haji Wajib?
Jawabannya tidak. Meminta doa kepada orang yang baru pulang haji hanyalah anjuran atau sunah menurut mayoritas ulama.
Tidak ada kewajiban syariat yang mengharuskan seseorang mendatangi jamaah haji untuk meminta doa.
Begitu pula tidak ada larangan jika seseorang tidak melakukannya. Yang terpenting adalah meyakini bahwa seluruh doa pada hakikatnya dikabulkan oleh Allah SWT, sedangkan orang yang berhaji hanyalah perantara doa yang diharapkan memperoleh keberkahan karena kemuliaan ibadah yang telah dilaksanakannya.
Meminta doa kepada orang yang baru pulang haji merupakan amalan yang dianjurkan dalam Islam berdasarkan hadis Nabi SAW dan penjelasan para ulama.
Mengenai batas waktunya, terdapat beberapa pandangan. Sebagian ulama membatasinya sebelum jamaah memasuki rumahnya.
Sebagian lagi berpendapat hingga 40 hari sejak kepulangan. Ada pula yang memperluasnya sampai 20 Rabiul Awal.
Meski demikian, pendapat yang banyak dipilih ulama dan paling populer di kalangan masyarakat adalah bahwa anjuran meminta doa kepada orang yang baru pulang haji berlaku hingga empat puluh hari sejak kedatangannya.
Namun, waktu yang paling utama tetaplah ketika jamaah tersebut baru tiba dari perjalanan hajinya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang