Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Puasa Muharram 2026 Berapa Hari? Ini Jadwal Lengkap, Niat, dan Keutamaannya

Kompas.com, 12 Juni 2026, 09:28 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Setelah memasuki Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan saleh sebagai bentuk syukur sekaligus ikhtiar memperbaiki diri di awal tahun. Salah satu ibadah yang memiliki keutamaan besar pada bulan Muharram adalah puasa sunnah.

Tak sedikit umat Muslim yang mulai mencari informasi mengenai jadwal puasa Muharram 2026.

Pertanyaan seperti "Puasa Muharram berapa hari?", "Kapan puasa Tasua dan Asyura?", hingga "Bagaimana bacaan niatnya?" menjadi pencarian yang banyak dilakukan menjelang datangnya bulan Muharram.

Bulan Muharram sendiri bukan bulan biasa dalam kalender Islam. Ia termasuk salah satu dari empat bulan suci yang dimuliakan Allah SWT.

Karena itu, berbagai amalan kebaikan yang dilakukan pada bulan ini memiliki nilai tersendiri, termasuk ibadah puasa sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Muharram, Bulan Istimewa dalam Kalender Islam

Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT menyebut adanya empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan, yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 36:

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan dalam ketetapan Allah ketika Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram."

Keistimewaan Muharram juga ditegaskan dalam berbagai hadis Nabi SAW. Bahkan Rasulullah menyebut Muharram sebagai "Syahrullah" atau bulan Allah, sebuah penyebutan yang menunjukkan kemuliaan dan kedudukannya yang istimewa dibanding bulan lainnya.

Dalam buku Ternyata Shalat dan Puasa Sunah Dapat Mempercepat Kesuksesan karya Ceceng Salamudin, M.Ag., dijelaskan bahwa puasa Muharram merupakan puasa sunnah yang sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan yang besar setelah puasa Ramadan.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

"Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram. Sedangkan salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam." (HR Muslim)

Hadis ini menjadi dasar utama mengapa banyak ulama menganjurkan umat Islam memperbanyak puasa pada bulan Muharram.

Baca juga: Hukum Menikah Bulan Muharram, Boleh atau Dilarang? Ini Penjelasan Islam

Puasa Muharram 2026 Berapa Hari?

Pada dasarnya, puasa sunnah di bulan Muharram tidak dibatasi hanya dua hari. Seorang Muslim diperbolehkan berpuasa lebih banyak sepanjang bulan Muharram sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing.

Namun, terdapat dua hari yang secara khusus dianjurkan dan memiliki keutamaan yang paling masyhur, yaitu:

1. Puasa Tasua (9 Muharram)

Puasa Tasua dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram.

Para ulama menjelaskan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan puasa ini sebagai bentuk pembeda dari tradisi kaum Yahudi yang pada saat itu hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.

2. Puasa Asyura (10 Muharram)

Puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram.

Inilah puasa sunnah yang paling terkenal di bulan Muharram karena memiliki keutamaan luar biasa.

Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

"Puasa Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa-dosa setahun yang telah lalu."

Karena itu, mayoritas umat Islam melaksanakan puasa Tasua dan Asyura secara berurutan selama dua hari.

Sebagian ulama bahkan menganjurkan menambah puasa pada tanggal 11 Muharram agar lebih sempurna dalam menyelisihi tradisi kaum Yahudi sebagaimana dijelaskan dalam berbagai kitab fikih klasik.

Jadwal Puasa Muharram 2026

Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama Republik Indonesia, awal Muharram 1448 H diperkirakan jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026.

Berikut jadwal puasa Muharram 2026:

  • 1 Muharram 1448 H: Selasa, 16 Juni 2026
  • 9 Muharram 1448 H (Puasa Tasua): Rabu, 24 Juni 2026
  • 10 Muharram 1448 H (Puasa Asyura): Kamis, 25 Juni 2026
  • 11 Muharram 1448 H (opsional menurut sebagian ulama): Jumat, 26 Juni 2026

Jadwal tersebut mengacu pada kalender resmi yang digunakan pemerintah dan dapat menjadi pedoman bagi umat Islam dalam mempersiapkan ibadah puasa Muharram tahun ini.

Baca juga: Bolehkah Qadha Puasa Ramadhan Saat Tasua dan Asyura? Ini Hukumnya

Mengapa Puasa Asyura Sangat Dianjurkan?

Dalam buku Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa puasa Asyura memiliki sejarah panjang dalam tradisi Islam.

Ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi berpuasa pada tanggal 10 Muharram sebagai bentuk syukur atas keselamatan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Firaun.

Melihat hal tersebut, Rasulullah SAW bersabda bahwa umat Islam lebih berhak mengikuti Nabi Musa AS. Karena itu beliau berpuasa pada hari Asyura dan menganjurkannya kepada para sahabat.

Setelah puasa Ramadan diwajibkan, puasa Asyura berubah status menjadi sunnah, tetapi keutamaannya tetap sangat besar hingga sekarang.

Bacaan Niat Puasa Muharram

Sebelum melaksanakan puasa, umat Islam dianjurkan membaca niat sebagai bentuk kesungguhan hati dalam beribadah.

Niat Puasa Muharram

نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shaumal Muharrami lillāhi ta‘ālā.

Artinya: "Aku berniat puasa Muharram karena Allah Ta'ala."

Niat Puasa Tasua

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَّاسُوعَاءِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an adā'i sunnatit Tāsū'ā lillāhi ta‘ālā.

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Tasua esok hari karena Allah Ta'ala."

Niat Puasa Asyura

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma 'Āsyūrā'a sunnatan lillāhi ta‘ālā.

Artinya: "Aku berniat puasa Asyura sunnah karena Allah Ta'ala."

Baca juga: 12 Amalan di Bulan Muharram, dari Puasa Asyura hingga Sedekah Anak Yatim

Hikmah Puasa Muharram bagi Kehidupan Seorang Muslim

Selain menjadi sarana meraih pahala, puasa Muharram mengandung banyak hikmah yang relevan dengan kehidupan modern.

Dalam buku Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi dijelaskan bahwa ibadah puasa mampu melatih kesabaran, keikhlasan, serta pengendalian diri dari berbagai hal yang dapat menjauhkan manusia dari kebaikan.

Awal tahun Hijriah juga sering dimaknai sebagai momentum hijrah. Bukan hanya berpindah tempat sebagaimana hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, tetapi juga berpindah dari kebiasaan buruk menuju kehidupan yang lebih baik.

Karena itu, banyak ulama memandang puasa Muharram sebagai salah satu amalan terbaik untuk mengawali tahun baru Islam dengan semangat pembaruan diri dan peningkatan kualitas ibadah.

Mengawali Tahun Hijriah dengan Amalan Terbaik

Datangnya Muharram 1448 Hijriah menjadi kesempatan berharga bagi umat Islam untuk memperbanyak amal saleh.

Di antara amalan yang paling dianjurkan adalah puasa Tasua pada 9 Muharram dan puasa Asyura pada 10 Muharram yang tahun ini diperkirakan jatuh pada 24 dan 25 Juni 2026.

Selain menjalankan sunnah Rasulullah SAW, puasa tersebut menjadi sarana memperkuat ketakwaan, memperbanyak muhasabah, serta memohon ampunan kepada Allah SWT atas berbagai kekurangan di masa lalu.

Dengan demikian, awal tahun Hijriah tidak hanya menjadi pergantian angka dalam kalender, tetapi juga momentum memperbaiki diri menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih bermakna.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
7 Amalan Menyambut Tahun Baru Islam 1448 H, Dari Muhasabah hingga Puasa Muharram
7 Amalan Menyambut Tahun Baru Islam 1448 H, Dari Muhasabah hingga Puasa Muharram
Aktual
7 Tradisi Tahun Baru Islam di Indonesia, dari Pawai Obor hingga Tabuik
7 Tradisi Tahun Baru Islam di Indonesia, dari Pawai Obor hingga Tabuik
Aktual
Puasa Muharram 2026 Berapa Hari? Ini Jadwal Lengkap, Niat, dan Keutamaannya
Puasa Muharram 2026 Berapa Hari? Ini Jadwal Lengkap, Niat, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Jadikan Muharram Momentum Hijrah Spiritual
Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Jadikan Muharram Momentum Hijrah Spiritual
Aktual
Tahun Baru Islam 2026 Tanggal Berapa? Cek Tanggal dan Jadwal Liburnya
Tahun Baru Islam 2026 Tanggal Berapa? Cek Tanggal dan Jadwal Liburnya
Aktual
Kemenhaj Bagikan 4 Tips Terhindar dari Badal Haji Fiktif
Kemenhaj Bagikan 4 Tips Terhindar dari Badal Haji Fiktif
Aktual
Arab Saudi Buka Wisata Safari Satwa Liar, 10.000 Hewan Dilepas ke Alam
Arab Saudi Buka Wisata Safari Satwa Liar, 10.000 Hewan Dilepas ke Alam
Aktual
Kemenag Gelar Nikah Massal Sambut 1 Muharam 1448 H, Peserta Dapat Modal Usaha
Kemenag Gelar Nikah Massal Sambut 1 Muharam 1448 H, Peserta Dapat Modal Usaha
Aktual
Arab Saudi dan Indonesia Perkuat Kerja Sama Pariwisata, Jamaah Haji-Umrah Bakal Diajak Jelajahi Destinasi Selain Makkah-Madinah
Arab Saudi dan Indonesia Perkuat Kerja Sama Pariwisata, Jamaah Haji-Umrah Bakal Diajak Jelajahi Destinasi Selain Makkah-Madinah
Aktual
Doa Memohon Keselamatan dan Perlindungan agar Tetap Istiqamah di Jalan Kebenaran
Doa Memohon Keselamatan dan Perlindungan agar Tetap Istiqamah di Jalan Kebenaran
Doa dan Niat
Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Manfaat Melakukan Introspeksi Diri di Akhir Tahun
Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Manfaat Melakukan Introspeksi Diri di Akhir Tahun
Aktual
Doa untuk Keselamatan Negeri dari Kezaliman dan Ketidakadilan
Doa untuk Keselamatan Negeri dari Kezaliman dan Ketidakadilan
Aktual
Ziarah ke Taif, Menelusuri Jejak Dakwah Rasulullah di Masjid Abdullah bin Abbas
Ziarah ke Taif, Menelusuri Jejak Dakwah Rasulullah di Masjid Abdullah bin Abbas
Aktual
Khutbah Jumat 12 Juni 2026:  Memaknai Pergantian Tahun dan Hakikat Masa
Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Memaknai Pergantian Tahun dan Hakikat Masa
Aktual
Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Peristiwa Hijrah yang Titik Awal Kejayaan Islam
Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Peristiwa Hijrah yang Titik Awal Kejayaan Islam
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com