KOMPAS.com – Surah Al Ikhlas adalah salah satu surah yang paling sering dibaca oleh umat Islam.
Surah yang hanya terdiri dari empat ayat ini kerap dibaca dalam salat, zikir harian, hingga berbagai amalan sunnah.
Meski sangat pendek, kedudukan Surah Al Ikhlas ternyata begitu istimewa. Rasulullah SAW bahkan menyebut bahwa surah ini setara dengan sepertiga Al-Qur'an.
Pernyataan tersebut sering menimbulkan pertanyaan. Bagaimana mungkin empat ayat yang singkat dapat memiliki nilai setara dengan sepertiga Al-Qur'an yang terdiri dari 114 surah dan lebih dari 6.000 ayat?
Pertanyaan inilah yang sejak dahulu dijelaskan oleh para ulama tafsir dan ahli hadis. Mereka menerangkan bahwa keutamaan Surah Al Ikhlas bukan terletak pada jumlah ayatnya, melainkan pada kandungan makna yang sangat agung tentang tauhid atau keesaan Allah SWT.
Lalu, mengapa Surah Al Ikhlas disebut setara sepertiga Al-Qur'an?
Keutamaan Surah Al Ikhlas disebutkan dalam sejumlah hadis sahih.
Dalam riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
"Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya Surah Al Ikhlas setara dengan sepertiga Al-Qur'an."
Hadis ini termasuk salah satu hadis yang paling populer terkait keutamaan Surah Al Ikhlas. Para sahabat pun pernah merasa heran dengan keistimewaan tersebut karena ukuran surah ini sangat singkat dibandingkan surah-surah lain dalam Al-Qur'an.
Namun Rasulullah SAW menegaskan bahwa kandungan makna Surah Al Ikhlas memiliki kedudukan yang sangat besar dalam ajaran Islam.
Baca juga: Tafsir Surat Sad Ayat 54, Benarkah Rezeki Tak Selalu Berupa Harta?
Surah Al Ikhlas merupakan surah ke-112 dalam Al-Qur'an dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Nama "Al Ikhlas" berasal dari kata yang berarti memurnikan atau mengikhlaskan. Dalam konteks surah ini, maknanya adalah memurnikan keyakinan hanya kepada Allah SWT tanpa menyekutukan-Nya dengan apa pun.
Empat ayat dalam Surah Al Ikhlas berbicara tentang sifat-sifat Allah yang paling mendasar:
Pesan yang terkandung di dalamnya menjadi inti dari ajaran tauhid yang dibawa seluruh nabi dan rasul.
Dalam kitab Tafsir Al-Misbah, Prof. M. Quraish Shihab menjelaskan bahwa Surah Al Ikhlas merupakan deklarasi paling ringkas sekaligus paling sempurna tentang konsep ketuhanan dalam Islam.
Karena itulah banyak ulama menyebut surah ini sebagai ringkasan akidah Islam.
Para ulama memberikan beberapa penjelasan mengenai maksud hadis tersebut.
Dalam buku Ternyata Kita Tak Pantas Masuk Surga karya Ahmad Zacky El-Syafa dijelaskan bahwa Imam Al-Alusi menyebut adanya beberapa penafsiran mengenai hadis tersebut.
Penafsiran pertama berkaitan dengan isi kandungan Al-Qur'an.
Menurut sebagian ulama, pokok pembahasan Al-Qur'an secara umum terbagi menjadi tiga bagian besar:
Surah Al Ikhlas secara khusus membahas aspek tauhid secara sempurna. Karena tauhid merupakan satu dari tiga tema utama Al-Qur'an, maka surah ini dianggap mewakili sepertiga kandungan Al-Qur'an.
Baca juga: Rutin Dibaca Rasulullah, Ini 10 Surat Pendek untuk Shalat
Penafsiran kedua menyatakan bahwa yang dimaksud adalah pahala membacanya.
Artinya, seseorang yang membaca Surah Al Ikhlas akan mendapatkan pahala yang setara dengan pahala membaca sepertiga Al-Qur'an.
Namun hal ini tidak berarti kewajiban membaca Al-Qur'an menjadi gugur hanya dengan membaca Surah Al Ikhlas.
Para ulama menegaskan bahwa kesetaraan tersebut berkaitan dengan nilai pahala, bukan menggantikan fungsi membaca seluruh Al-Qur'an.
Penafsiran ketiga menjelaskan bahwa seluruh ajaran dalam Al-Qur'an pada hakikatnya bertumpu pada pengenalan manusia kepada Allah SWT.
Tauhid menjadi fondasi dari seluruh ibadah, akhlak, hukum, dan petunjuk hidup.
Karena Surah Al Ikhlas membahas inti tauhid secara langsung dan mendalam, maka kedudukannya menjadi sangat istimewa.
Dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa surah ini berisi penetapan sifat-sifat Allah yang sempurna sekaligus penolakan terhadap segala bentuk penyekutuan kepada-Nya.
Keutamaan Surah Al Ikhlas juga tampak dalam kisah seorang sahabat yang sangat gemar membacanya.
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari, seorang imam masjid selalu mengakhiri bacaan salatnya dengan Surah Al Ikhlas. Ketika kebiasaannya dilaporkan kepada Rasulullah SAW, beliau bertanya mengenai alasannya.
Sahabat tersebut menjawab bahwa ia mencintai Surah Al Ikhlas karena kandungannya menjelaskan sifat-sifat Allah Yang Maha Pengasih.
Mendengar hal itu, Rasulullah SAW bersabda:
"Sampaikan kepadanya bahwa Allah mencintainya."
Hadis ini menunjukkan bahwa kecintaan terhadap Surah Al Ikhlas dapat menjadi sebab datangnya cinta Allah SWT kepada seorang hamba.
Baca juga: Surat Yasin Lengkap 83 Ayat: Arab, Latin dan Artinya
Selain disebut setara dengan sepertiga Al-Qur'an, Surah Al Ikhlas juga memiliki sejumlah keutamaan lain yang disebutkan dalam berbagai hadis.
Membaca Surah Al Ikhlas termasuk amalan ringan tetapi berpahala besar.
Karena kandungannya berkaitan langsung dengan tauhid, para ulama menjelaskan bahwa membaca dan memahami surah ini dapat memperkuat keimanan seseorang.
Dalam sejumlah riwayat hadis disebutkan bahwa kecintaan terhadap Surah Al Ikhlas dapat menjadi sebab seseorang memperoleh rahmat Allah dan dimasukkan ke dalam surga.
Rasulullah SAW juga menganjurkan membaca Surah Al Ikhlas bersama Surah Al Falaq dan Surah An Nas pada pagi dan petang.
Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa amalan ini termasuk bagian dari perlindungan diri yang diajarkan Rasulullah SAW.
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dijelaskan bahwa Rasulullah SAW setiap malam membaca Surah Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Nas, kemudian meniupkan ke kedua telapak tangan dan mengusapkannya ke seluruh tubuh sebelum tidur.
Amalan ini menjadi salah satu sunnah yang banyak diamalkan umat Islam hingga saat ini.
Surah Al Ikhlas mengajarkan bahwa ukuran sebuah surah tidak menentukan besarnya nilai yang terkandung di dalamnya.
Hanya dengan empat ayat, surah ini merangkum konsep ketuhanan yang menjadi inti seluruh ajaran Islam.
Ia mengingatkan bahwa Allah Maha Esa, tidak membutuhkan siapa pun, tidak memiliki anak, dan tidak ada makhluk yang mampu menyamai-Nya.
Karena itulah para ulama sepanjang sejarah Islam menempatkan Surah Al Ikhlas sebagai salah satu surah paling agung dalam Al-Qur'an.
Ketika seorang Muslim membaca Surah Al Ikhlas, sejatinya ia sedang memperbarui pengakuan tauhidnya kepada Allah SWT.
Ia bukan sekadar melafalkan empat ayat pendek, melainkan meneguhkan kembali keyakinan yang menjadi dasar seluruh kehidupan seorang mukmin.
Maka tidak mengherankan jika Rasulullah SAW menyebut Surah Al Ikhlas setara dengan sepertiga Al-Qur'an.
Di balik singkatnya ayat-ayat tersebut tersimpan pesan besar yang menjadi jantung ajaran Islam: mengenal, mengesakan, dan mengagungkan Allah SWT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang