Editor
KOMPAS.com - Shalat taubat merupakan salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam yang ingin memohon ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan.
Ibadah ini menjadi wujud penyesalan, kesungguhan untuk meninggalkan maksiat, sekaligus ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Agar pelaksanaannya sesuai tuntunan syariat, setiap Muslim perlu memahami niat, tata cara, dan doa yang dianjurkan setelah shalat taubat.
Baca juga: Doa Setelah Shalat Taubat Sesuai Sunnah Rasulullah, Lengkap Niatnya
Dengan melaksanakannya secara benar, shalat taubat diharapkan menjadi sarana untuk meraih ampunan dan rahmat Allah SWT.
Shalat taubat dilaksanakan sebanyak dua rakaat sebagaimana shalat sunnah pada umumnya. Berikut tata cara pelaksanaannya.
Baca juga: Waktu Mustajab Shalat Taubat, Lengkap Niat, Tata Cara, dan Doanya
Sebelum melaksanakan shalat, pastikan telah berwudhu dengan sempurna. Bersuci merupakan syarat sah shalat sehingga seluruh anggota wudhu harus terkena air sesuai ketentuan.
Sebelum takbiratul ihram, niatkan dalam hati untuk melaksanakan shalat sunnah taubat.
Bacaan niatnya sebagai berikut:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat taubati rak'ataini lillaahi ta'aala.
Artinya: "Aku berniat melaksanakan shalat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Niat tersebut menjadi bentuk kesungguhan seorang hamba untuk meninggalkan dosa dan kembali kepada Allah SWT.
Setelah berniat, angkat kedua tangan sejajar telinga atau bahu sambil mengucapkan "Allahu Akbar" sebagai tanda dimulainya shalat.
Pada rakaat pertama, bacalah Surah Al-Fatihah sebagai bacaan wajib dalam setiap rakaat shalat.
Setelah Al-Fatihah, lanjutkan dengan membaca salah satu surah pendek Al-Qur'an, seperti Surah Al-Ikhlas, Al-Kafirun, atau surah lainnya sesuai kemampuan.
Lakukan rukuk dengan tuma'ninah sambil membaca:
"Subhana Rabbiyal 'Azim" sebanyak tiga kali.
Bangkit dari rukuk seraya membaca:
"Sami'Allahu liman hamidah, Rabbana lakal hamd."
Kemudian berdiri tegak sebelum melanjutkan sujud.
Lakukan sujud pertama sambil membaca:
"Subhana Rabbiyal A'la" sebanyak tiga kali.
Setelah sujud pertama, duduk sambil membaca doa:
"Rabbighfir li warhamni wajburni warfa'ni warzuqni."
Doa tersebut berisi permohonan ampunan, rahmat, kecukupan, kemuliaan, dan rezeki dari Allah SWT.
Lakukan sujud kedua dengan membaca tasbih yang sama seperti pada sujud pertama.
Bangkit untuk melaksanakan rakaat kedua. Tata cara dan bacaannya sama seperti rakaat pertama, mulai dari membaca Al-Fatihah hingga sujud kedua.
Pada sujud kedua di rakaat terakhir, dianjurkan memperbanyak doa dan memohon ampun kepada Allah SWT dengan penuh kekhusyukan.
Seorang Muslim dapat merenungkan dosa-dosa yang telah dilakukan dan memohon ampun dengan tulus, meskipun doa tersebut dipanjatkan dalam hati.
Setelah menyelesaikan rakaat kedua, bacalah tahiyat akhir, kemudian akhiri shalat dengan salam ke kanan dan ke kiri.
Usai menunaikan shalat taubat, umat Islam dianjurkan memperbanyak membaca istighfar sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT.
Bacaan istighfar yang dianjurkan adalah:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullaahal 'adziim, alladzii laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaiih.
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan terus-menerus mengatur (makhluk-Nya), dan aku bertobat kepada-Nya."
Selanjutnya, dianjurkan membaca Sayyidul Istighfar berikut:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْت
Allahumma anta rabbii, laa ilaaha illa anta, khalaqtanii, wa anaa 'abduka, wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu, a'uudzu bika min syarri maa shana'tu, abuu-u laka bini'matika 'alayya, wa abuu-u bidzanbii faghfir lii fa innahuu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.
Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau. Engkaulah yang menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku berusaha setia kepada janji-Mu dan perjanjian-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang aku perbuat. Aku mengakui semua nikmat-Mu kepadaku, dan aku pun mengakui dosa-dosaku. Maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau."
Membaca istighfar setelah shalat taubat menjadi bentuk pengakuan seorang hamba atas segala kekhilafan yang pernah dilakukan.
Dengan hati yang tulus, seorang Muslim berharap Allah SWT menerima taubatnya, mengampuni dosa-dosanya, serta memberikan kekuatan untuk istiqamah di jalan yang diridhai-Nya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang