Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perkiraan Awal Ramadhan 2026 Mulai Terbaca, Ini Tanggalnya

Kompas.com, 2 Januari 2026, 19:31 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Menjelang pergantian tahun, perhatian umat Islam mulai tertuju pada satu pertanyaan penting: kapan awal Ramadhan 2026 dimulai?

Meski masih lebih dari sebulan lagi, perkiraan awal puasa Ramadhan 1447 Hijriah sudah mulai terbaca berdasarkan perhitungan kalender Islam dari otoritas keagamaan.

Bulan Ramadhan merupakan momen istimewa yang selalu dinanti umat Islam di seluruh dunia. Selain sebagai waktu menjalankan ibadah puasa, Ramadhan juga menjadi periode refleksi spiritual, peningkatan amal, dan kebersamaan keluarga.

Baca juga: Lebaran Idul Fitri 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Versi Muhammadiyah dan Pemerintah

Prediksi Awal Ramadhan 2026 Versi Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yang dikenal konsisten menggunakan metode hisab, telah memproyeksikan bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Penetapan ini menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sistem penanggalan berbasis perhitungan astronomi global yang memungkinkan penentuan awal bulan kamariah secara seragam tanpa menunggu hasil rukyatul hilal di wilayah tertentu.

Dengan metode ini, awal Ramadhan dapat diketahui jauh hari sebelumnya sehingga memudahkan umat Islam dalam mempersiapkan ibadah puasa, agenda keagamaan, dan aktivitas sosial selama bulan suci.

Versi Pemerintah Masih Menunggu Sidang Isbat

Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) akan menetapkan awal Ramadhan 2026 melalui mekanisme sidang isbat, yang biasanya digelar pada akhir bulan Syaban.

Sidang isbat melibatkan ulama, pakar astronomi, serta perwakilan organisasi masyarakat Islam.

Pemerintah mengombinasikan metode hisab dan rukyat dengan pengamatan hilal di berbagai titik di Indonesia sebagai dasar penetapan resmi.

Meski belum diumumkan secara final, kalender Hijriah Kemenag menunjukkan bahwa awal Ramadhan 1447 H berada di kisaran pertengahan Februari 2026, dengan kemungkinan berdekatan dengan prediksi Muhammadiyah.

Menanti Kepastian, Bersiap Menyambut Ramadhan

Perbedaan metode penentuan awal bulan dalam Islam merupakan hal yang lazim dan telah berlangsung sejak lama.

Baca juga: Jadwal Libur Sekolah Awal Puasa Ramadhan 2026, Bertepatan dengan Imlek

Namun, baik Muhammadiyah maupun Pemerintah sama-sama menegaskan pentingnya saling menghormati dalam menyikapi perbedaan tersebut.

Dengan perkiraan awal Ramadhan 2026 yang semakin jelas, umat Islam diharapkan dapat mulai mempersiapkan diri, baik secara spiritual maupun fisik, untuk menyambut bulan suci penuh berkah.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Contoh Zina yang Tidak Disadari dan Cara Menghindarinya
Contoh Zina yang Tidak Disadari dan Cara Menghindarinya
Doa dan Niat
Kalender Ramadhan 2026 Lengkap: Awal Puasa, Nuzulul Quran, hingga Perkiraan Lailatul Qadar
Kalender Ramadhan 2026 Lengkap: Awal Puasa, Nuzulul Quran, hingga Perkiraan Lailatul Qadar
Aktual
Perkiraan Awal Ramadhan 2026 Mulai Terbaca, Ini Tanggalnya
Perkiraan Awal Ramadhan 2026 Mulai Terbaca, Ini Tanggalnya
Aktual
Waspada! Gelombang Dingin Minus 2 Derajat Terjang 7 Wilayah di Arab Saudi
Waspada! Gelombang Dingin Minus 2 Derajat Terjang 7 Wilayah di Arab Saudi
Aktual
Lebaran Idul Fitri 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Versi Muhammadiyah dan Pemerintah
Lebaran Idul Fitri 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Versi Muhammadiyah dan Pemerintah
Aktual
Kemenhaj Pastikan Pelunasan dan PK Haji Khusus Tuntas Sesuai Tenggat Arab Saudi
Kemenhaj Pastikan Pelunasan dan PK Haji Khusus Tuntas Sesuai Tenggat Arab Saudi
Aktual
Riset Internasional 2025: UIN Sunan Kalijaga Jadi PTKI Paling Produktif di Indonesia
Riset Internasional 2025: UIN Sunan Kalijaga Jadi PTKI Paling Produktif di Indonesia
Aktual
Tata Cara Taubat dari Zina, Jangan Sampai Terlaknat Dunia Akhirat
Tata Cara Taubat dari Zina, Jangan Sampai Terlaknat Dunia Akhirat
Doa dan Niat
Suhail bin Amr: Dari Orator Quraisy ke Penjaga Amanah Damai
Suhail bin Amr: Dari Orator Quraisy ke Penjaga Amanah Damai
Aktual
Khalid bin Walid, Dari Lawan Tangguh Menjadi Pedang Allah
Khalid bin Walid, Dari Lawan Tangguh Menjadi Pedang Allah
Aktual
Nabi Yahya AS, Iman sebagai Tindakan, Bukan Sekadar Kata
Nabi Yahya AS, Iman sebagai Tindakan, Bukan Sekadar Kata
Aktual
Sholat Sunah Rawatib, Amalan Pendamping Sholat Wajib yang Dianjurkan Rasulullah
Sholat Sunah Rawatib, Amalan Pendamping Sholat Wajib yang Dianjurkan Rasulullah
Aktual
Ketika Nabi Pergi, Umat Bertobat: Kisah Nabi Yunus AS
Ketika Nabi Pergi, Umat Bertobat: Kisah Nabi Yunus AS
Aktual
Khutbah Jumat 2 Januari 2026: Muhasabah Diri, Bekal Menghadapi Hisab di Akhirat
Khutbah Jumat 2 Januari 2026: Muhasabah Diri, Bekal Menghadapi Hisab di Akhirat
Aktual
Banyak yang Keliru, Surat Ini Lebih Dianjurkan Dibaca di Malam Jumat
Banyak yang Keliru, Surat Ini Lebih Dianjurkan Dibaca di Malam Jumat
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com