Editor
KOMPAS.com — Kementerian Haji dan Umrah RI menyatakan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi kini memasuki tahap krusial.
Salah satu agenda utama yang menjadi fokus pemerintah saat ini adalah penyusunan kelompok terbang (kloter) jemaah calon haji.
Menteri Haji dan Umrah RI, Mohammad Irfan Yusuf, mengatakan penyusunan kloter menjadi pekerjaan penting mengingat jumlah jemaah yang akan diberangkatkan mencapai lebih dari 221.000 orang.
“Agenda utama kita yang mendekat sekarang ini adalah penyusunan kloter. Karena kita memberangkatkan 203.000 jemaah haji reguler dan 18.000 jemaah haji khusus, tentu harus disusun kloternya,” ujar Irfan Yusuf di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Baca juga: Persiapan Haji Kian Matang, Menhaj Pastikan Layanan Utama Hampir Rampung
Ia menjelaskan, proses penyusunan kloter mencakup penempatan hotel jemaah di Makkah dan Madinah, pembagian kelompok terbang, hingga penetapan ketua kloter dan ketua rombongan.
Selain itu, pelaksanaan manasik haji juga terus dipersiapkan secara bertahap untuk memastikan kesiapan jemaah dalam menjalankan ibadah haji, baik dari sisi mental, fisik, maupun pemahaman fikih.
“Kemudian verifikasi dokumen dan data jemaah juga sedang berjalan. Setelah itu, jika verifikasi sudah siap, tentu akan dimulai proses pemvisaan dan sinkronisasi data,” katanya.
Untuk mengantisipasi kepadatan jemaah di Tanah Suci, pemerintah menyiapkan berbagai skema layanan, termasuk penerapan skema murur dan tanazul, terutama bagi jemaah lanjut usia (lansia).
Baca juga: Danantara Targetkan Bangun Kompleks Haji di Makkah: Kapasitas 22.000 Jamaah
“Salah satu penyebab kepadatan pada tahun-tahun sebelumnya adalah pergerakan jemaah secara bersamaan dari Arafah ke Muzdalifah dan Mina. Karena itu, kita atur dengan skema murur dan tanazul agar pelaksanaan haji tidak terlalu padat,” jelas Irfan.
Selain aspek teknis layanan, Kementerian Haji dan Umrah juga telah melakukan pemetaan dan mitigasi risiko sejak dini.
Langkah ini meliputi antisipasi terhadap kemungkinan perubahan kebijakan Pemerintah Arab Saudi, cuaca ekstrem akibat suhu panas, hingga risiko kesehatan jemaah.
“Semua risiko itu sudah kita siapkan langkah mitigasinya sejak awal,” tegasnya.
Di sisi lain, Irfan menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM), pengawasan, dan kelembagaan dalam penyelenggaraan haji. Seiring dengan persiapan layanan, pemerintah juga tengah melakukan penataan dan pergeseran petugas haji.
“Di hari-hari ini, selain menyiapkan layanan haji, kita juga melakukan penguatan dan penataan SDM petugas haji agar penyelenggaraan haji berjalan optimal,” pungkasnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang