Editor
KOMPAS.com-Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Barat membenarkan adanya seorang warga Kota Padang yang menempuh perjalanan dengan berjalan kaki menuju Kota Makkah untuk menunaikan ibadah haji.
Pelaksana Tugas Kepala Kanwil Kemenhaj Sumatera Barat M. Rifki menyampaikan hal tersebut di Kota Padang, Sabtu, sembari mengapresiasi semangat masyarakat dalam menjalankan ibadah haji meskipun dengan cara berjalan kaki.
Rifki menyampaikan pernyataan itu menanggapi langkah seorang warga Kota Padang bernama M. Alif yang memulai perjalanan menuju Tanah Suci pada Jumat (16/1/2026).
Baca juga: 6 Calon Petugas Haji Dipulangkan, Wamenhaj: Tidak Jujur soal Kesehatan Sejak Seleksi
Perjalanan tersebut diawali M. Alif dari salah satu masjid yang berada di kawasan Kota Padang.
Menurut Rifki, seperti dilansir Antara, fenomena warga Indonesia yang menempuh perjalanan ke Tanah Suci dengan berjalan kaki atau bersepeda bukanlah hal baru.
Ia menjelaskan bahwa sebelum pengelolaan haji berada di bawah Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Agama telah beberapa kali menjumpai kasus serupa.
Rifki menuturkan bahwa pada 2024 ia sempat bertemu dengan seorang jamaah asal Indonesia yang tiba di Arab Saudi menggunakan sepeda.
Jamaah tersebut diketahui menghabiskan waktu sekitar sembilan bulan perjalanan hingga mencapai Arab Saudi.
Baca juga: Cerita Dahnil soal Jamaah Haji Asal Lampung, Jual Rumah dan Hidup Menumpang demi Berhaji
Namun, kedatangan jamaah tersebut tidak bertepatan dengan musim haji 2024 sehingga hanya dapat melaksanakan ibadah umrah.
Dalam kesempatan tersebut, Rifki juga mengingatkan masyarakat yang berencana menunaikan ibadah haji secara mandiri agar tidak terjebak penipuan.
Ia menegaskan bahwa setiap orang yang hendak memasuki Makkah untuk ibadah haji wajib menggunakan visa haji resmi.
“Yang perlu diingat adalah semua orang yang ingin masuk ke Arab Saudi harus menggunakan visa haji,” ujar Rifki.
Sementara itu, M. Alif mengonfirmasi bahwa dirinya memulai perjalanan dengan berjalan kaki dari Kota Padang menuju Makkah pada Jumat (16/1/2026).
Niat tersebut ia sampaikan melalui salah satu akun media sosial miliknya.
“Insyaa Allah mau berangkat ibadah haji dari Padang menuju Makkah dengan berjalan kaki,” kata Alif.
Alif menjelaskan bahwa keinginannya menunaikan ibadah haji dengan berjalan kaki dilandasi harapan untuk meraih haji mabrur melalui jalan mujahadah.
Ia menilai perjalanan dengan berjalan kaki merupakan bentuk ikhtiar dan kesungguhan dalam menjalankan rukun Islam kelima.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang