KOMPAS.com - Malam Nisfu Syaban merupakan salah satu momentum spiritual yang memiliki kedudukan khusus dalam tradisi Islam.
Malam yang jatuh pada pertengahan bulan Syaban ini diyakini sebagai waktu turunnya rahmat dan ampunan Allah SWT bagi hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh bertaubat dan memperbanyak ibadah.
Dalam buku Hujjah Ilmiah Amalan di Bulan Syaban terbitan Pustaka Al-Bahjah dijelaskan bahwa keutamaan malam Nisfu Syaban didukung oleh sejumlah riwayat hadits yang menunjukkan adanya perhatian khusus Allah SWT terhadap hamba-Nya pada malam tersebut.
Rasulullah SAW bersabda:
"Allah melihat seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban, lalu Dia mengampuni semua hamba-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang saling bermusuhan." (HR Abu Nu’aim, dishahihkan Ibnu Hibban)
Hadits ini menjadi dasar anjuran bagi umat Islam untuk menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan amalan saleh, doa, dan introspeksi diri.
Baca juga: Doa Malam Nisfu Syaban: Bacaan, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya
Dalam kitab Al-Umm, Imam Syafi’i menyebutkan bahwa malam Nisfu Syaban termasuk salah satu malam yang mustajab untuk berdoa.
Selain malam Jumat, Idul Fitri, Idul Adha, dan awal Rajab, pertengahan Syaban juga disebut sebagai waktu di mana doa lebih berpeluang dikabulkan.
Sementara itu, dalam buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid dijelaskan bahwa Nisfu Syaban menjadi momentum evaluasi amal sebelum memasuki bulan Ramadan.
Hal ini sejalan dengan hadits yang menyebut Syaban sebagai bulan diangkatnya catatan amal manusia.
Baca juga: Amalan Syaban: Persiapan Spiritual Menyambut Ramadan
Salah satu amalan utama yang dianjurkan adalah memperbanyak doa. Dalam kitab Al-Mushannaf karya Ibnu Abi Syaibah disebutkan doa yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud RA yang sering diamalkan para ulama.
Bacaan doa Nisfu Syaban:
يَا ذَا الْمَنِّ فَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، يَا ذَا الطَّوْلِ وَالْإِنْعَامِ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ...
Yā dzal manni falā yumannu ‘alaika, yā dzal jalāli wal ikrām, yā dzat thauli wal in‘ām, lā ilāha illā anta...
Artinya: "Wahai Dzat pemberi karunia yang tidak membutuhkan balasan. Wahai Dzat yang memiliki kebesaran dan kemuliaan. Wahai Dzat pemilik nikmat dan anugerah. Tiada Tuhan selain Engkau..."
Dalam buku Doa-Doa Pilihan Sepanjang Tahun karya KH Ali Mustafa Yaqub dijelaskan bahwa inti doa Nisfu Syaban adalah permohonan ampun, keluasan rezeki, keselamatan hidup, dan husnul khatimah.
Baca juga: Puasa Syaban, Ibadah Sunnah yang Dicintai Rasulullah Menjelang Ramadan
Pada malam Nisfu Syaban, umat Islam dianjurkan memperbanyak sholat sunnah mutlak, bukan sholat dengan tata cara khusus yang ditentukan.
Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatawa menegaskan bahwa sholat sunnah mutlak pada malam Nisfu Syaban diperbolehkan dan dianjurkan, sebagaimana dilakukan sebagian ulama salaf.
Namun, praktik sholat berjamaah dengan jumlah rakaat dan bacaan tertentu yang ditetapkan secara khusus tidak memiliki dasar kuat.
Sholat sunnah mutlak dapat dilakukan dua rakaat, empat rakaat, atau lebih sesuai kemampuan, dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Baca juga: Akhir Bulan Rajab Tinggal Hitungan Hari, Ini Jadwal Awal Syaban 1447 H dan Keutamaannya
Tradisi membaca surat Yasin sebanyak tiga kali setelah Magrib pada malam Nisfu Syaban banyak diamalkan di Indonesia.
Dalam kitab Maslakul Akhyar karya Syekh Sayyid Utsman bin Yahya, amalan ini dipraktikkan sebagai bentuk doa kolektif umat.
Niat pembacaan Yasin biasanya dibagi menjadi tiga:
Setelah membaca Yasin, dianjurkan membaca doa Nisfu Syaban yang berisi permohonan penghapusan takdir buruk dan penetapan kebaikan.
Dalam beberapa kitab doa klasik seperti Majmu’ Ad’iyah karya Imam Nawawi, disebutkan doa Nabi Adam AS yang dianjurkan dibaca pada malam penuh ampunan.
Bacaan doa Nabi Adam:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ سِرِّي وَعَلَانِيَتِي...
Allāhumma innaka ta‘lamu sirrī wa ‘alāniyatī...
Artinya: "Ya Allah, Engkau mengetahui rahasiaku dan keadaanku yang tampak. Terimalah taubatku, penuhilah kebutuhanku, dan ampunilah dosaku..."
Doa ini mengandung makna ketundukan, pengakuan dosa, serta permohonan iman dan keyakinan yang kokoh.
Malam Nisfu Syaban juga dianjurkan diisi dengan dzikir dan istighfar. Dalam kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali disebutkan bahwa istighfar menjadi pintu utama turunnya rahmat Allah SWT.
Bacaan istighfar:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَسْأَلُهُ التَّوْبَةَ
Astaghfirullāha wa as’aluhut taubah
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah dan meminta agar diterima taubatku.”
Dzikir tauhid juga dianjurkan untuk memperkuat keimanan dan membersihkan hati dari penyakit spiritual.
Baca juga: Niat Puasa Nisfu Syaban: Bacaan, Dalil, Jadwal, dan Keutamaannya
Sedekah menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan di bulan Syaban, termasuk pada malam Nisfu Syaban.
Dalam buku Keutamaan Sedekah karya Syekh Yusuf Al-Qaradawi dijelaskan bahwa sedekah membuka pintu keberkahan dan menghapus dosa.
Imam Ja’far Ash-Shadiq menyebutkan bahwa sedekah di bulan Syaban akan dilipatgandakan pahalanya dan menjadi pelindung bagi pelakunya di hari kiamat.
Lebih dari sekadar ritual, malam Nisfu Syaban seharusnya menjadi momentum muhasabah diri.
Dalam buku Tazkiyatun Nafs karya Said Hawwa dijelaskan bahwa taubat yang dilakukan sebelum Ramadan akan membuat ibadah puasa lebih berkualitas dan bermakna.
Membersihkan hati dari dendam, iri, dan permusuhan juga menjadi syarat agar ampunan Allah benar-benar diraih, sebagaimana disebutkan dalam hadits tentang orang yang terhalang ampunan karena menyimpan kebencian.
Malam Nisfu Syaban bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan kesempatan emas untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.
Dengan memperbanyak doa, sholat sunnah, dzikir, membaca Al-Qur’an, sedekah, dan taubat, umat Islam dapat mempersiapkan diri secara spiritual menyambut bulan Ramadan.
Menghidupkan Nisfu Syaban berarti membuka pintu rahmat, memperkuat iman, dan menata kembali niat agar ibadah di bulan suci berjalan lebih khusyuk dan bermakna.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang