Editor
KOMPAS.com-Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan skema baru penempatan petugas haji pada musim haji 2026 dengan menugaskan petugas yang sudah pernah berhaji langsung menuju Mina tanpa melalui Arafah.
Kebijakan tersebut disampaikan Laksamana Pertama TNI Harun Arrasyid sebagai bagian dari upaya optimalisasi pelayanan jamaah pada fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna.
Harun menjelaskan, langkah ini merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pelayanan haji pada tahun-tahun sebelumnya, terutama pada fase pergerakan jamaah dari Muzdalifah ke Mina.
Baca juga: Antrean Jamaah Haji Indonesia 5,6 Juta Orang, Masa Tunggu 26 Tahun
Penempatan langsung petugas berpengalaman di Mina bertujuan memperkuat kesiapan layanan di titik yang dinilai paling padat dan menguras tenaga dalam rangkaian ibadah haji.
“Rencana tahun ini agar pelayanan di Mina maksimal, sehingga petugas dari unsur Linjam maupun unsur lain yang sudah berhaji akan langsung kami drop dari pemondokan di Makkah menuju Mina,” kata Harun usai memberikan materi pada diklat calon petugas haji 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (21/1/2026) malam, dilansir dari Antara.
Menurut Harun, Mina menjadi lokasi krusial karena jamaah tiba dalam kondisi lelah setelah menjalani wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah.
Petugas yang tidak mengikuti rangkaian tersebut dinilai memiliki kondisi fisik lebih bugar sehingga siap menjadi garda terdepan dalam menyambut kedatangan jamaah dari Muzdalifah.
Baca juga: Anwar Abbas: Kepadatan Mina Harus Dilihat dengan Rumus Matematika
Ia menambahkan, pergerakan petugas haji tetap dilakukan bersamaan dengan pergerakan jamaah menuju Arafah, tetapi dengan jalur khusus yang langsung mengarah ke pos-pos pelayanan di Mina.
Skema tersebut dirancang agar penyambutan serta pemantauan jamaah dari Arafah ke Muzdalifah hingga Mina dapat berlangsung lebih efektif dan terkontrol.
Harun menyebut kebijakan ini diharapkan mampu menutup celah pelayanan yang selama ini muncul akibat kelelahan petugas pada fase puncak ibadah haji.
Kesiapsiagaan petugas sejak awal di Mina dinilai akan mempermudah pemberian bantuan kepada jamaah, pengecekan kesiapan tenda, serta pengaturan alur masuk jamaah secara lebih sistematis.
Harun menegaskan, meskipun evaluasi pelayanan haji dalam dua tahun terakhir menunjukkan hasil yang baik, inovasi taktis tetap dibutuhkan demi menjaga kenyamanan dan keselamatan jamaah sebagai tamu-tamu Allah.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang