KOMPAS.com - Operator transportasi nasional menegaskan kolaborasi lintas moda sebagai strategi utama dalam mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Komitmen ini mengemuka dalam forum Mudik Outlook 2026 yang mempertemukan pengelola jalan tol, kereta api, bandara, pelabuhan, hingga lembaga perlindungan kecelakaan, guna menyusun skema terpadu manajemen lalu lintas, peningkatan keselamatan, serta penguatan layanan pemudik.
Mudik Lebaran tidak hanya dipandang sebagai pergerakan massal tahunan, tetapi juga memiliki makna religius bagi umat Islam.
Baca juga: Bukan Sekadar Pulang Kampung, Ini Makna Ibadah di Balik Mudik
Dalam tradisi Idul Fitri, mudik menjadi bagian dari upaya menyambung silaturahmi, mempererat hubungan keluarga, serta merayakan kemenangan spiritual setelah menjalani ibadah puasa Ramadhan selama sebulan penuh.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono mengatakan, pengalaman pengelolaan arus lalu lintas pada periode sebelumnya menunjukkan bahwa integrasi data dan koordinasi antarinstansi mampu menjaga kelancaran perjalanan masyarakat.
Ia mencontohkan, pada puncak arus dengan volume sekitar 201.000 kendaraan, perjalanan tetap dapat terjaga tanpa perlu penerapan contra flow saat arus balik.
“Kolaborasi menjadi kunci. Bukan hanya pengelola tol, tapi juga kepolisian, regulator, hingga media dalam menyampaikan informasi ke masyarakat. Ini terbukti membuat perjalanan lebih tertib dan lancar,” ujar Rivan pada forum Mudik Outlook 2026, Selasa (27/1/2026).
Baca juga: Belum Dapat Tiket Mudik? Ini Tips “War Tiket” Lebaran 2026 Resmi dari KAI
Untuk Lebaran 2026, Jasa Marga menyiapkan empat ruas tol baru yang akan difungsikan secara gratis selama periode mudik dan balik.
Ruas tersebut meliputi Jatiasih–Setu yang terhubung dengan JORR 2, Prambanan–Purwomartani di koridor Solo–Yogyakarta, Probolinggo–Besuki sepanjang sekitar 50 kilometer, serta Bawen–Ambarawa.
Progres konstruksi keempat ruas tersebut telah mencapai 90 hingga 98 persen dan ditargetkan siap digunakan pada awal Maret 2026.
Meski demikian, Rivan mengingatkan potensi kepadatan di pintu keluar tol akibat meningkatnya minat pemudik mencoba jalur baru.
Oleh karena itu, rekayasa lalu lintas seperti pengaturan satu arah dan skema adaptif akan terus dikaji bersama kepolisian.
Baca juga: Lebaran 2026 Berapa Hari Lagi? Cek Tanggal Idul Fitri Versi Muhammadiyah dan Pemerintah
Dari sisi keselamatan, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menegaskan pergeseran pendekatan dari reaktif menjadi preventif berbasis data.
Fokus diarahkan pada pemetaan lokasi rawan kecelakaan (black spot) dan analisis pola lalu lintas.
“Kami ingin menurunkan risiko sejak awal. Keselamatan transportasi tidak bisa dikerjakan satu institusi saja, tetapi harus melalui kolaborasi lintas sektor,” kata Awaluddin.
Ia menambahkan, tren penurunan angka korban fatalitas pada periode mudik sebelumnya menjadi indikator bahwa strategi pencegahan harus terus diperkuat, sejalan dengan nilai Islam yang menempatkan keselamatan jiwa sebagai prioritas utama (hifz an-nafs).
Baca juga: Bukan Sekadar Pulang Kampung, Ini Makna Ibadah di Balik Mudik
Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan penambahan sekitar 62 perjalanan kereta per hari selama masa angkutan Lebaran.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyebutkan kapasitas penumpang diproyeksikan meningkat menjadi 49–52 juta orang, dari sekitar 45 juta pada tahun sebelumnya.
“Kami juga menyiapkan sekitar 12 juta tempat duduk dan sedang mengkaji skema diskon serta program angkutan motor gratis yang dikoordinasikan dengan Kementerian Perhubungan,” ujar Bobby.
Di sektor transportasi laut, Direktur Utama Pelni Tri Andayani menyampaikan bahwa kesiapan menghadapi cuaca ekstrem menjadi perhatian utama.
Pelni memperkuat sistem pemantauan cuaca kapal yang terhubung secara real time dengan operation room dan BMKG.
“Ketepatan waktu kami pada periode sebelumnya mencapai 98 persen. Tantangan terbesar tetap cuaca, sehingga koordinasi lintas lembaga terus kami perkuat,” kata Tri.
Untuk layanan penyeberangan, Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano mengungkapkan rencana pengoperasian dermaga tambahan serta kapal cepat berkapasitas besar di lintasan Merak–Bakauheni.
ASDP juga membahas kemungkinan pemberian stimulus tarif bersama Kementerian Perhubungan.
Dari sisi kebandarudaraan, Direktur Utama Angkasa Pura Muhammad Rizal Pahlevi mengatakan jumlah penumpang pesawat diproyeksikan mendekati 90 juta orang.
Pengelola bandara akan mengoperasikan posko terpadu, memperkuat koordinasi antarlembaga, serta mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.
“Bandara adalah gerbang wajah bangsa. Kami ingin memastikan keamanan operasional dan kenyamanan pemudik tetap terjaga,” ujar Rizal.
Baca juga: Tiket Kereta Mudik Lebaran 2026 Bisa Dipesan Besok, Begini Cara Mudah Pesanannya
Selain penguatan infrastruktur dan layanan, pemerintah juga menyiapkan kebijakan pendukung seperti pembatasan truk sumbu tiga, penerapan work from anywhere, ganjil-genap, serta Operasi Ketupat yang dipimpin Polri.
Kebijakan ini diharapkan tidak hanya mengurai kepadatan, tetapi juga mendukung suasana mudik yang aman, tertib, dan khidmat.
Mudik Lebaran sendiri dipandang sebagai bagian dari praktik sosial-keagamaan umat Islam untuk mempererat silaturahmi, meminta maaf kepada orang tua, serta memperkuat nilai kebersamaan pasca Ramadhan.
Dengan sinergi lintas moda dan dukungan teknologi pemantauan lalu lintas, pemerintah berharap arus mudik Lebaran 2026 tidak hanya lebih lancar, tetapi juga lebih selamat dan bermakna bagi jutaan pemudik yang pulang ke kampung halaman.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang