Editor
KOMPAS.com - Malam Nisfu Syaban dikenal sebagai momentum ibadah yang diyakini penuh keberkahan dalam tradisi Islam.
Pada malam pertengahan bulan Syaban ini, umat Muslim dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Amalan tersebut dipandang sebagai bentuk ikhtiar spiritual sekaligus sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Anjuran ini disampaikan para ulama dengan merujuk pada sejumlah dalil dan pandangan dalam literatur keislaman.
Baca juga: Hari Ini Malam Nisfu Syaban, Jangan Lupa Baca Yasin 3 Kali dan Berdoa Supaya Hajat Dikabulkan
Dilansir dari laman MUI, Wakil Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Jakarta, KH Abdul Muiz Ali, menyampaikan bahwa bulan Sya’ban merupakan waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak membaca shalawat.
Menurutnya, anjuran tersebut merujuk pada keterangan ulama dalam berbagai kitab klasik.
Kiai Muiz menjelaskan, dalam kitab Maadza fi Sya’ban karya Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki al-Hasani disebutkan bahwa bulan Syaban dikenal sebagai bulan diturunkannya shalawat.
Oleh karena itu, umat Muslim dianjurkan memperbanyak shalawat sekaligus meningkatkan ibadah pada malam separuh bulan Syaban.
Merujuk kalender Hijriah 1447 H, malam separuh atau Nisfu Syaban jatuh pada Senin malam, 15 Syaban 1447 H atau 2 Februari 2026.
Malam Nisfu Syaban dimulai sejak matahari terbenam atau selepas waktu Maghrib, sesuai dengan ketentuan pergantian hari dalam kalender Hijriah.
Kiai Muiz menambahkan, ibadah yang dianjurkan pada malam Nisfu Syaban antara lain dzikir dengan membaca shalawat serta membaca Alquran, termasuk Surat Yasin sebanyak tiga kali.
Menurutnya, anjuran tersebut merujuk pada perintah keumuman dalam ibadah, baik di dalam maupun di luar bulan Sya’ban.
“Salah satu tradisi masyarakat Indonesia dan mungkin juga di beberapa negara lainnya adalah membaca Surat Yasin selepas shalat Maghrib atau Isya,” kata Kiai Muiz kepada MUIDigital, Sabtu (24/2/2024).
Ia menerangkan, membaca Surat Yasin pada malam bulan Syaban dipandang sebagai bentuk ibadah yang sangat dianjurkan karena diyakini memiliki keutamaan dan pahala yang besar.
Dalam praktiknya, Surat Yasin biasanya dibaca sebanyak tiga kali dengan niat yang berbeda, di antaranya memohon umur yang barokah, keselamatan dari marabahaya, serta menggantungkan seluruh urusan hanya kepada Allah SWT.
Kiai Abdul Muiz Ali juga menyampaikan bahwa anjuran membaca Surat Yasin pada malam Nisfu Sya’ban merupakan hasil ijtihad sebagian ulama, sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Muhammad bin Darwis.
Keutamaan malam Nisfu Syaban juga dijelaskan oleh Imam Syafi’i dalam kitab Al-Umm.
خَمْسُ لَيالٍ لا تُرَدُّ فِيهِنَّ الدَّعْوَةُ أوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبٍ وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبانَ وَلَيْلَةُ الجُمُعَةِ وَلَيْلَةُ الفِطْرِ وَلَيْلَةُ النَّحْرِ
Artinya: “Ada lima malam yang doa tidak akan ditolak pada malam-malam itu, yaitu: malam pertama di bulan Rajab, malam pertengahan di bulan Sya’ban, malam Jumat, malam (Idul) Fitri, dan malam Idul Adha.”
Dalam sebuah hadis juga disebutkan keistimewaan malam Nisfu Syaban, di antaranya anjuran memperbanyak ibadah dan permohonan ampun kepada Allah SWT.
إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَتَهَا، وَصُومُوا يَوْمَهَا، فَإِنَّ اللهَ تَعَالَى يَقُولُ: أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ فَأَغْفِرَ لَهُ، أَلَا مِنْ مُسْتَرْزِقٍ فَأَرْزُقَهُ، أَلَا مِنْ سَائِلٍ فَأُعْطِيَهُ، أَلَا كَذَا أَلَا كَذَا حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ
[البيهقي، أبو بكر، شعب الإيمان، ٣٥٤/٥]
Artinya: “Apabila (tiba) malam pertengahan pada bulan Sya’ban, maka shalatlah di malam harinya dan berpuasalah di siang harinya. Sesungguhnya Allah turun ke langit bumi pada saat itu ketika matahari terbenam, kemudian Dia berfirman, ‘Adakah orang yang meminta ampun kepada-Ku?, maka Aku akan mengampuninya. Adakah orang yang meminta rezeki?, maka Aku akan memberinya rezeki. Adakah orang yang meminta kepada-Ku?, maka akan Aku beri,’ hingga terbit fajar.” (HR Baihaqi)
Syaikh Al-Albani dalam kitab Shahih at-Targhib wa at-Tarhib juga menilai sahih hadis terkait keutamaan malam Nisfu Sya’ban berikut:
1026 – (5) [حسن صحيح] وعن معاذ بن جبل رضي الله عنه عن النبيِّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قال: “يطَّلع اللهُ إلى جميعِ خلقِه ليلةَ النصفِ من شعبانَ، فيغفرُ لجميعِ خلقه إلا لمشركٍ، أو مُشاحن”. رواه الطبراني وابن حبان في “صحيحه”.
Artinya: “Sesungguhnya Allah memperhatikan hamba-hamba-Nya pada malam Nisfu Sya’ban, kemudian Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR Thabrani dan Ibnu Hibban)
Malam Nisfu Syaban dimaknai sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak doa.
Melalui ibadah dan shalawat, umat Muslim diharapkan dapat memanfaatkan malam Nisfu Syaban sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang