Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Lewatkan Nisfu Sya’ban, Istighfar Jadi Kunci Ampunan

Kompas.com, 2 Februari 2026, 15:13 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Malam Nisfu Sya’ban selalu hadir sebagai momentum spiritual yang dinanti umat Islam.

Di tengah kesibukan dunia dan rutinitas harian, malam pertengahan bulan Sya’ban menjadi ruang jeda bagi jiwa untuk kembali menata hubungan dengan Allah.

Salah satu amalan yang paling ditekankan para ulama pada malam ini adalah memperbanyak istighfar, yaitu memohon ampun atas dosa dan kelalaian yang dilakukan manusia sepanjang hidupnya.

Dalam tradisi Islam, istighfar tidak sekadar ucapan lisan, tetapi ekspresi kesadaran batin bahwa manusia adalah makhluk yang lemah dan penuh kekurangan.

Karena itu, Nisfu Sya’ban kerap dipahami sebagai malam pembersihan jiwa sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Nisfu Sya’ban dan Tradisi Taubat Umat Islam

Secara etimologis, kata “nisfu” berarti pertengahan. Nisfu Sya’ban merujuk pada malam tanggal 15 bulan Sya’ban dalam kalender Hijriah.

Dalam kitab Lathâ’if al-Ma‘ârif, Imam Ibnu Rajab al-Hanbali menjelaskan bahwa sebagian tabi‘in di wilayah Syam memuliakan malam ini dengan memperbanyak ibadah, doa, dan istighfar. Tradisi ini kemudian berkembang luas di berbagai wilayah Muslim, termasuk Nusantara.

Sayyid Muhammad bin ‘Alawi al-Maliki dalam kitab Madza fi Sya’ban menegaskan bahwa salah satu waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak istighfar adalah pada bulan Sya’ban, khususnya malam pertengahannya.

Ia menyebut istighfar sebagai amalan besar yang memiliki dampak spiritual dan sosial bagi kehidupan seorang Muslim.

Dalam pandangannya, dosa yang menumpuk menjadi penyebab kesempitan hidup, kegelisahan batin, dan tertutupnya keberkahan. Karena itu, obatnya adalah taubat yang tulus dan istighfar yang terus-menerus.

Baca juga: Malam Nisfu Sya’ban 2026, Ini Doa lengkap dan Amalan yang Dianjurkan

Istighfar dalam Al-Qur’an: Perintah Langsung dari Allah

Anjuran memperbanyak istighfar tidak hanya bersumber dari hadis, tetapi juga ditegaskan dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam Surah Nuh ayat 10–12:

Faqultu istaghfirû rabbakum innahû kâna ghaffârâ. Yursilissamâ’a ‘alaikum midrârâ. Wa yumdidkum bi amwâlin wa banîna wa yaj‘al lakum jannâtin wa yaj‘al lakum anhârâ.

Artinya: “Maka aku katakan kepada mereka: Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan untukmu kebun-kebun dan sungai-sungai.”

Ayat ini menunjukkan bahwa istighfar tidak hanya berdimensi ukhrawi, tetapi juga berdampak pada kehidupan dunia.

Pengampunan dosa, kelapangan rezeki, dan keberkahan hidup menjadi buah dari kesungguhan seorang hamba dalam memohon ampun.

Keutamaan Istighfar Menurut Hadis Nabi

Rasulullah SAW memberikan penegasan kuat tentang keutamaan istighfar. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Dawud, An-Nasa’i, Ibnu Majah, dan Al-Hakim, Nabi bersabda:

“Barangsiapa yang membiasakan diri membaca istighfar, niscaya Allah akan memberinya jalan keluar dari setiap kesempitan, kelapangan dari setiap kesedihan, dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”

Hadis ini sering dikutip para ulama sebagai landasan bahwa istighfar bukan hanya ibadah individual, tetapi juga solusi spiritual atas problem kehidupan modern, kegelisahan, tekanan ekonomi, dan ketidakpastian masa depan.

Dalam riwayat lain yang dikutip Imam Al-Baihaqi, Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang ingin catatan amalnya menggembirakan pada hari kiamat hendaknya memperbanyak istighfar.

Pesan ini menegaskan bahwa istighfar memiliki nilai strategis dalam pembentukan identitas spiritual seorang Muslim.

Baca juga: Puasa Nisfu Syaban 2026: Waktu Pelaksanaan, Niat, Tata Cara, dan Keutamaannya

Perspektif Ulama Klasik tentang Istighfar

Imam Al-Ghazali dalam Ihyâ’ ‘Ulumuddin menjelaskan bahwa istighfar sejati bukan sekadar ucapan di lisan, tetapi harus disertai kesadaran hati, penyesalan atas dosa, dan tekad untuk tidak mengulanginya.

Menurut Al-Ghazali, istighfar yang dilakukan dengan penuh kesadaran akan melahirkan ketenangan jiwa dan kejernihan batin.

Sementara itu, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab Madarijus Salikin menyebut istighfar sebagai “pintu besar rezeki dan kebahagiaan”.

Ia menegaskan bahwa banyak kesempitan hidup bersumber dari dosa yang tidak disadari dan istighfar menjadi sarana penyucian yang paling efektif.

Pandangan para ulama ini memperkuat posisi istighfar sebagai ibadah inti yang seharusnya mendapat perhatian khusus, terutama pada malam Nisfu Sya’ban.

Ragam Bacaan Istighfar yang Dianjurkan

Di tengah masyarakat Muslim, terdapat beberapa bentuk bacaan istighfar yang umum diamalkan pada malam Nisfu Sya’ban. Yang paling sederhana adalah:

Astaghfirullâh

Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah.

Ada pula bacaan yang lebih lengkap:

Astaghfirullâhal ‘azhîm

Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.

Bacaan lain yang dianjurkan berdasarkan hadis Nabi adalah:

Astaghfirullâhalladzî lâ ilâha illâ huwa al-hayyal qayyûma wa atûbu ilaih

Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Mengurus segala urusan, dan aku bertaubat kepada-Nya.

Allahumma anta robbii laa ilaaha illaa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u bi dzanbii, faghfirlii fainnahuu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta

Artinya: Ya Allah, Engkau Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau, yang menciptakanku. Aku adalah hambamu. Aku memegang baiat dan janjimu semampuku. Aku memohon perlinduangan kepada-Mu dari keburukan apa yang aku perbuat. Aku mengakui anugerah kenikmatan-Mu padaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah untukku. Karena sungguh tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.

Sementara itu, Rasulullah SAW menyebut Sayyidul Istighfar sebagai istighfar paling utama. Doa ini memuat pengakuan ketuhanan Allah, pengakuan dosa, serta permohonan ampunan secara menyeluruh.

Membacanya pada malam Nisfu Sya’ban dipandang sebagai bentuk taubat total seorang hamba kepada Tuhannya.

Baca juga: Sayyidul Istighfar: Doa Penghapus Dosa dan Jaminan Surga

Nisfu Sya’ban sebagai Momentum Persiapan Ramadhan

Secara spiritual, malam Nisfu Sya’ban sering disebut sebagai fase pemanasan ruhani sebelum Ramadhan.

Dalam hadis yang diriwayatkan An-Nasa’i, Rasulullah SAW menyebut bulan Sya’ban sebagai bulan yang sering dilalaikan manusia, padahal di dalamnya amal-amal diangkat kepada Allah.

Karena itu, memperbanyak istighfar di malam Nisfu Sya’ban bukan hanya tentang mencari ampunan, tetapi juga tentang menyiapkan hati agar Ramadhan dijalani dengan kesadaran spiritual yang lebih dalam.

Istighfar menjadi cara membersihkan “debu batin” yang menumpuk agar ibadah puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana transformasi diri.

Jalan Sunyi Menuju Hati yang Tenang

Di tengah dunia yang serba cepat dan penuh distraksi, malam Nisfu Sya’ban menawarkan ruang keheningan yang langka.

Ketika lisan melafalkan istighfar, hati diajak menunduk, mengakui keterbatasan, dan berharap pada rahmat Allah yang luas.

Para ulama sepakat bahwa perubahan besar dalam hidup sering kali dimulai dari kesadaran kecil, satu doa, satu istighfar, dan satu air mata taubat. Dari sinilah lahir ketenangan, kelapangan rezeki, dan keberkahan hidup.

Malam Nisfu Sya’ban, dengan segala kemuliaannya, menjadi undangan terbuka bagi siapa pun yang ingin memulai kembali.

Sebab, sebagaimana ditegaskan dalam banyak riwayat, pintu ampunan Allah tidak pernah tertutup bagi hamba yang sungguh-sungguh kembali kepada-Nya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Doa Sebelum dan Sesudah Tidur Lengkap: Arab, Latin, Arti, serta Keutamaannya
Doa Sebelum dan Sesudah Tidur Lengkap: Arab, Latin, Arti, serta Keutamaannya
Doa dan Niat
7 Surat Penenang Hati dalam Al-Quran untuk Dibaca saat Cemas dan Gelisah Menghadapi Cobaan Hidup
7 Surat Penenang Hati dalam Al-Quran untuk Dibaca saat Cemas dan Gelisah Menghadapi Cobaan Hidup
Doa dan Niat
Kiai Imam Jazuli dan Gus Kikin Satukan Misi Jelang Muktamar NU, Apa Itu?
Kiai Imam Jazuli dan Gus Kikin Satukan Misi Jelang Muktamar NU, Apa Itu?
Aktual
Arti Barakallah, Penggunaan yang Benar & Cara Menjawabnya
Arti Barakallah, Penggunaan yang Benar & Cara Menjawabnya
Doa Harian
Bacaan Tawasul Lengkap & Silsilah Doa Tahlil (Arab/Latin)
Bacaan Tawasul Lengkap & Silsilah Doa Tahlil (Arab/Latin)
Doa Harian
5 Surat Terpendek dalam Al-Quran yang Mudah Dihafal dan Sering Dibaca Saat Shalat
5 Surat Terpendek dalam Al-Quran yang Mudah Dihafal dan Sering Dibaca Saat Shalat
Doa dan Niat
114 Nama Surah dalam Al-Qur'an Lengkap dengan Urutan, Arti, dan Jumlah Ayat
114 Nama Surah dalam Al-Qur'an Lengkap dengan Urutan, Arti, dan Jumlah Ayat
Aktual
Surat Ali Imran Ayat 190-191: Arab, Latin, Arti & Tafsir
Surat Ali Imran Ayat 190-191: Arab, Latin, Arti & Tafsir
Doa Harian
Doa Setelah Membaca Surat Al Waqiah Penarik Rezeki (Arab/Latin)
Doa Setelah Membaca Surat Al Waqiah Penarik Rezeki (Arab/Latin)
Doa Harian
Bacaan Tasbih, Tahmid, Takbir, Tahlil Lengkap Tulisan Arab
Bacaan Tasbih, Tahmid, Takbir, Tahlil Lengkap Tulisan Arab
Doa Harian
Ayat Seribu Dinar: Bacaan Lengkap, Sejarah Penamaan, serta Keutamaan Doa Penarik Rezeki
Ayat Seribu Dinar: Bacaan Lengkap, Sejarah Penamaan, serta Keutamaan Doa Penarik Rezeki
Doa dan Niat
Idgham Bighunnah: Pengertian, Huruf, Cara Baca & Contohnya
Idgham Bighunnah: Pengertian, Huruf, Cara Baca & Contohnya
Doa Harian
Arti Fi Amanillah, Cara Menjawab, dan Waktu Penggunaannya
Arti Fi Amanillah, Cara Menjawab, dan Waktu Penggunaannya
Doa Harian
Rekomendasi Baju Koko Pria Lengan Pendek, Nyaman Dipakai Seharian dan Tetap Stylish
Rekomendasi Baju Koko Pria Lengan Pendek, Nyaman Dipakai Seharian dan Tetap Stylish
Aktual
8 Keutamaan Membaca Surat Al-Maidah, Perkuat Iman hingga Jadi Pedoman Hidup
8 Keutamaan Membaca Surat Al-Maidah, Perkuat Iman hingga Jadi Pedoman Hidup
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar