Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Malam Nisfu Sya’ban: Waktu Terbaik Taubat Sebelum Ramadhan

Kompas.com, 2 Februari 2026, 16:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Malam Nisfu Sya’ban selalu hadir sebagai momentum penting bagi umat Islam untuk menata ulang hubungan dengan Allah Swt.

Di pertengahan bulan Sya’ban ini, kaum Muslim dianjurkan memperbanyak amal saleh, memperdalam introspeksi diri, serta menguatkan taubat sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.

Para ulama menyebut Nisfu Sya’ban sebagai malam persiapan spiritual. Bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan fase transisi batin agar hati bersih, jiwa tenang, dan ibadah Ramadhan kelak lebih bermakna.

Baca juga: Puasa Ayyamul Bidh Nisfu Syaban 2026: Jadwal, Niat, dan Keutamaannya

Nisfu Sya’ban, Malam Keberkahan dan Pengampunan

Dalam khazanah keislaman, malam Nisfu Sya’ban dikenal sebagai malam yang dipenuhi rahmat dan ampunan.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menjelaskan bahwa bulan Sya’ban merupakan jembatan menuju Ramadhan, sehingga memperbanyak amal di dalamnya termasuk bagian dari adab menyambut bulan suci.

Momentum pertengahan Sya’ban menjadi ruang refleksi, sejauh mana manusia telah menggunakan umurnya untuk kebaikan dan seberapa banyak dosa yang perlu disucikan dengan taubat.

Dalam Alquran, kemuliaan manusia tidak ditentukan oleh status sosial, tetapi oleh ketakwaan.

Allah Swt berfirman:

Inna akramakum ‘indallāhi atqākum

Artinya: Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu (QS Al-Hujurat: 13).

Ayat ini menegaskan bahwa taubat dan upaya membersihkan diri merupakan jalan menuju derajat takwa yang tinggi.

Baca juga: Jangan Lewatkan Nisfu Sya’ban, Istighfar Jadi Kunci Ampunan

Taubat sebagai Jalan Penyucian Jiwa

Taubat bukan sekadar ucapan lisan, melainkan proses spiritual yang melibatkan kesadaran, penyesalan, dan tekad untuk tidak mengulangi kesalahan.

Dalam buku Ad Daa Wa Ad Dawaa karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, dijelaskan bahwa taubat adalah pintu utama perbaikan diri, karena ia mengembalikan manusia pada fitrah kesucian hati.

Allah Swt sendiri menegaskan kecintaan-Nya kepada orang-orang yang bertaubat:

Innallāha yuḥibbut-tawwābīna wa yuḥibbul-mutaṭahhirīn

Artinya: Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri (QS Al-Baqarah: 222).

Pesan ayat ini memperlihatkan bahwa taubat bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk ibadah yang mendatangkan cinta Allah Swt.

Malam Hari sebagai Waktu Utama Taubat

Malam Nisfu Sya’ban semakin istimewa karena dilakukan pada waktu yang memang dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Rasulullah saw menjelaskan bahwa Allah membuka pintu taubat sepanjang waktu, khususnya pada malam hari.

Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan:

"Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya pada malam hari agar pendosa di siang hari bertaubat, dan membentangkan tangan-Nya pada siang hari agar pendosa di malam hari bertaubat, hingga matahari terbit dari barat." (HR Muslim).

Hadis ini menegaskan bahwa tidak ada batasan waktu untuk kembali kepada Allah. Malam Nisfu Sya’ban menjadi kesempatan emas untuk memulai lembaran baru kehidupan spiritual.

Baca juga: Kapan Puasa Nisfu Syaban 2026? Simak Waktu, Niat, dan Keutamaannya

Tidak Ada Dosa yang Terlalu Besar untuk Diampuni

Salah satu penghalang manusia untuk bertaubat adalah rasa putus asa. Padahal, Islam mengajarkan optimisme spiritual.

Rasulullah saw menegaskan bahwa sebesar apa pun dosa manusia, pintu ampunan tetap terbuka.

Dalam hadis riwayat Ibnu Majah disebutkan:

"Seandainya kalian berbuat dosa hingga mencapai langit, lalu kalian bertaubat, niscaya Allah menerima taubat kalian." (HR Ibnu Majah).

Pesan ini menanamkan harapan bahwa rahmat Allah selalu lebih luas daripada kesalahan manusia.

Malam Nisfu Sya’ban menjadi momentum membuang beban masa lalu dan memulai perjalanan baru menuju ketaatan.

Taubat di Usia Senja, Tetap Bernilai Tinggi

Menariknya, Islam tidak membatasi nilai taubat pada usia tertentu. Bahkan, taubat di usia lanjut justru mendapat keutamaan tersendiri. Dalam hadis riwayat At-Thabarani, Rasulullah saw bersabda:

"Barang siapa berbuat baik pada sisa umurnya, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Namun siapa yang berbuat buruk pada sisa umurnya, maka ia menanggung dosa yang lalu dan yang tersisa." (HR At-Thabarani).

Pesan ini menegaskan bahwa selama hayat masih dikandung badan, peluang memperbaiki diri tetap terbuka.

Nisfu Sya’ban menjadi pengingat bahwa usia adalah amanah yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

Baca juga: Malam Nisfu Sya’ban 2026, Ini Doa lengkap dan Amalan yang Dianjurkan

Bekal Spiritual Menuju Ramadhan

Para ulama menilai bahwa taubat di bulan Sya’ban memiliki nilai strategis sebagai persiapan Ramadhan.

Syekh Yusuf Al-Qaradawi dalam Fiqh Ash-Shiyam menyebutkan bahwa kebersihan hati akan menentukan kualitas puasa. Puasa yang dijalani dengan hati yang penuh dendam, iri, dan dosa sulit melahirkan ketakwaan.

Karena itu, memperbanyak istighfar, shalat malam, membaca Al-Qur’an, dan bermuhasabah diri pada malam Nisfu Sya’ban menjadi langkah konkret menyiapkan jiwa agar Ramadhan tidak berlalu sia-sia.

Menjadikan Nisfu Sya’ban sebagai Titik Balik

Malam Nisfu Sya’ban bukan hanya seremoni ibadah, tetapi kesempatan untuk menjadikan taubat sebagai titik balik kehidupan.

Di malam inilah seorang hamba diajak berhenti sejenak dari hiruk pikuk dunia, menundukkan ego, dan kembali kepada Allah Swt dengan hati yang tulus.

Jika taubat dilakukan dengan sungguh-sungguh, Nisfu Sya’ban dapat menjadi awal perubahan besar dari lalai menuju sadar, dari maksiat menuju taat, dan dari gelap menuju cahaya iman.

Dengan demikian, memaksimalkan malam Nisfu Sya’ban bukan sekadar memperbanyak ritual, melainkan membangun fondasi spiritual yang kokoh untuk menyambut Ramadhan sebagai bulan pembaruan jiwa dan peningkatan ketakwaan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Malam Nisfu Sya’ban: Waktu Terbaik Taubat Sebelum Ramadhan
Malam Nisfu Sya’ban: Waktu Terbaik Taubat Sebelum Ramadhan
Doa dan Niat
Hari Pertama Puasa 2026: Ide Ngabuburit Seru Bareng Keluarga
Hari Pertama Puasa 2026: Ide Ngabuburit Seru Bareng Keluarga
Aktual
Jangan Lewatkan Nisfu Sya’ban, Istighfar Jadi Kunci Ampunan
Jangan Lewatkan Nisfu Sya’ban, Istighfar Jadi Kunci Ampunan
Aktual
Kapan Puasa Nisfu Syaban 2026? Simak Waktu, Niat, dan Keutamaannya
Kapan Puasa Nisfu Syaban 2026? Simak Waktu, Niat, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Malam Nisfu Sya’ban 2026, Ini Doa lengkap dan Amalan yang Dianjurkan
Malam Nisfu Sya’ban 2026, Ini Doa lengkap dan Amalan yang Dianjurkan
Doa dan Niat
Gerhana Matahari Cincin Ramadhan 2026, Ini Pesan Langit Jelang Puasa
Gerhana Matahari Cincin Ramadhan 2026, Ini Pesan Langit Jelang Puasa
Aktual
Puasa Nisfu Syaban 2026: Waktu Pelaksanaan, Niat, Tata Cara, dan Keutamaannya
Puasa Nisfu Syaban 2026: Waktu Pelaksanaan, Niat, Tata Cara, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Gerhana Matahari Cincin Ramadhan 2026, Ini Jadwal dan Faktanya
Gerhana Matahari Cincin Ramadhan 2026, Ini Jadwal dan Faktanya
Aktual
Puasa Pertama 2026: Niat Mandi Wajib agar Puasa Sah
Puasa Pertama 2026: Niat Mandi Wajib agar Puasa Sah
Doa dan Niat
Awal Puasa 2026, Ini Hikmah Puasa Ramadhan Menurut Alquran
Awal Puasa 2026, Ini Hikmah Puasa Ramadhan Menurut Alquran
Doa dan Niat
Keutamaan Malam Nisfu Syaban, Ulama Anjurkan Perbanyak Shalawat dan Ibadah
Keutamaan Malam Nisfu Syaban, Ulama Anjurkan Perbanyak Shalawat dan Ibadah
Aktual
Hari Ini Malam Nisfu Syaban, Jangan Lupa Baca Yasin 3 Kali dan Berdoa Supaya Hajat Dikabulkan
Hari Ini Malam Nisfu Syaban, Jangan Lupa Baca Yasin 3 Kali dan Berdoa Supaya Hajat Dikabulkan
Doa dan Niat
Bulan Purnama Snow Moon Februari 2026, Ini Doa yang Dianjurkan Saat Melihatnya
Bulan Purnama Snow Moon Februari 2026, Ini Doa yang Dianjurkan Saat Melihatnya
Aktual
Jaringan Gusdurian Tolak Board of Peace, Singgung Amanat Konstitusi
Jaringan Gusdurian Tolak Board of Peace, Singgung Amanat Konstitusi
Aktual
Niat Puasa Senin Kamis: Bacaan Lengkap, Waktu Niat, dan Keutamaannya
Niat Puasa Senin Kamis: Bacaan Lengkap, Waktu Niat, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com